(Kisah Rohani) Akibat Perselingkuhan

Pengantar
Sering terjadi perselingkuhan pada pasangan rumah tangga yg berakibat fatal. Sdgkan disadari atau tdk, terjadinya perselingkuhan justru diakibatkan oleh pasangan yg merasa dikhianati cintanya. Pd kisah ini terdapat pelajaran yg berharga. Ikuti ceritanya.

“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
(Alqur’an Surat An Nisa / 1).

Di suatu tempat yg terpencil dr keramaian dunia, tinggallah suatu keluarga yg hidup sederhana dan harmony. Dimana dlm klg tsb pasangan suami isteri dikaruniai 3 org anak yg sdh pada menginjak remaja. Anak yg pertama adalah perempuan yg berparas cantik kmd disusul dg anak ke dua dan ke tiga yg semuanya laki yg berwajah tampan. Ke tiga sdr tsb sangat akrab dan saling mengasihi. Sejak kecil ke tiga bersaudara itu jika bermain selalu ber sama2. Krn anak yg pertama adlh perempuan, maka dia dpt dikatakan sebagai pengganti ibunya dlm mengasuh ke dua adik laki2 nya. Sedangkan sang ayah yg ahli ibadah, hari2 nya dimanfaatkan utuk ulah dzikir dlm rangka bermunajad kpd Alloh Ta’ala agar diberikan kesempurnaan hdp dunia dan akhiratnya. Krn sang ayah sebag wktunya dihabiskan utk berdzikir, shg tdk pernah mengurusi putra putrinya. Krn dlm urusan mengasuh anak telah diserahkan kpd pihak isteri. Dari mata para tetangga yg tinggal di sekitar,keluarga tsb dinilai cukup harmonis atau dapat dikatakan sdh menjadi keluarga yg sakinah,mawa’dah dan wa rohmah dan dapat dijadikan percontohan oleh keluarga2 lain. Tapi benarkah dmk ? Ikutilah kisahnya.
Pihak ayah yg begitu asyik dg olah dzikirnya hampir dikatakan jarang bertemu dg isteri dan putra putrinya. Terkadang setelah ber bulan2 baru ketemu. Itupun hanya sekedar menanyakan dan melihat keadaan keluarganya. Saking genturnya bertaqorrub, maka si ayah tanpa disadari menjadi mns yg linuwih (sakti) shg apa yg dicapkan akan menjadi kenyataan karena kuasa Alloh.
Sang isteri sebenarny sangat setia sekali kpd suaminya dan memaklumi serta memahami apa yg dilakukan suaminya. Tp kesetiaan itu ada batasnya, karena kejenuhan dan kesepian yg dialami akibat ditelantarkn pihak suami yg asyik dg semedinya (dzikir), lama kelamaan goyah juga kesetiaannya pd pihak suami. Hal diawali ketika dia bertemu dg tetangga2 atau saudara dan teman2 dekatnya, mereka tentu selalu bersama dg suaminya. Berbeda dg dirinya yg selalu sendiri, yg rutrinitasnya tersita dg mengasuh anak tanpa adanya suami. Terkadang dia berharap agar suaminya menghentikan semedinya dan menemui dirinya atau minimal menjenguk putra putrinya itu sdh cukup melegakan hatinya. Tp hal itu tdk mungkin. Apa makna perkawinan yg aku tempuh ini ? Bahagiakah aku ? dmk berbagai pertanyaan tentang keadaan perkwinan dirinya dg pasangannya selalu bergelut dlm hatinya.
“oh…dewa, apa ukuran kesetiaan dlm rmh tanggaku ini. Haruskah aku menerima keadaanku yg selalu dlm kedaan sendiri ? Dan bagaimana ukuran kesetiaan suami thd isterinya wahai dewa yang agung.” Keluh Dewi Windardi nama isteri yg selalu dlm kesepian itu pd sutu malam.
Dan keluhan2 serupa selalu muncup setiap saat. Dan tadinya dia merasa terhibur begitu melihat kerukunan ke tiga putra putrinya. Yach..dia merasa bersyukur telah dikarunia anak prempuan yg diberinama Retno Anjani, anak kedua laki2 diberi nama Guwarsi dan yg ragil juga laki2 diberi nama Guwarso.
Memang ke dua anak laki2 nya itu mempunya wajah yg kembar, walaupun lahirnya tdk kembar (bersamaan). Ia juga bersyukur dg keadaan putrinya yg bernama Retno Anjani yg bgt sabar dan penuh welas asih kepada ke dua adik laki2 nya. Hal ini meringankan bebannya sebagai seorang ibu. Karena hal itulah tdk heran jika kedua anak laki2nya lbh dekat dg kakak perempuannya dibandiong dg ibunya. Karena hampir dalam kesehariannya yg mengsuh adalah Retno Anjani. Tp hal itu tdk merisaukan hati Dewi Windardi. Karena hari2 nya selama ditinggal semedi oleh suaminya, maka utk menghilangkan rasa sepi di hati ia pergunakan utuk pergi ke kota bersama teman2 ibu2 (kalau sekarang ibu2 PKK) utuk membeli barang2 keperluan atau hanya sekedar refreshing. Semula rasa sepi bs ia hilangkan dg cara kegiatan spt itu atau kegiatan kampung. Tapi setiap ia melihat ibu2 lain yg bgt mesra dan hormanis dg suaminya, naluri kewanitaannya timbul. Namun apa daya, sang suami tdk ada disampingnya. Suaminya asyik dg dirinya sendiri. Inikah yg dinamakan keluarga yg tenteram dan damai ? pertanyaan yg selalu timbul di hati Dewi Windardi.
Anak2 sdh pada menginjak dewasa, masing2 sdh dapat menjaga dirinya sendiri. Putrinya yg bernama Retno Anjani yg penuh welas asih bisa dipercaya utk menjaga dan mendidik ke dua adiknya. Apalagi yg ia risaukan ?
Guwarso dan Guwarsi walau mempunyai wajah kembar, namun watak dan karakternya berbeda. Guwarsi mempunyai pembawaan sebagai anak yg pendiam dan suka melankolis dn penyendiri. Walau dmk di mempunyai banyak pengetahuan krn dlm menyendiri itu dia pergunakan utk membaca atau mempelajari buku2 pustaka milik sang ayah. Sehingga mempunya wawasan pengetahuan yg dalam. Sementara itu Guwarsi mempunyai sifat supel, periang dan pandai bersosialisasi dg lingkungannya. Tak heran jika dia mempunyai banyak teman dibanding dg kakaknya yg pendiam. Kakaknya itu lebih meniru atau cenderung mengikuti jejak ayahnya. Karena pandainya dia bersosialisasi maka dalam perkumpulan dg teman2 sebayanya dia diangkat menjadi pemimpin kelompok ( kalau sekarang ketua PKK remaja).
Memang sang ayag yg bernama Resi Gutomo adalah org yg tersohor tdk hanya karena suka menolong, ahli dzikir akan tetapi juga terkenal dengan kesaktiannya. Dengan kesaktiannya itulah Resi Gutomo mengembleng ke anak lelakinya dan dibekali dg ilmu jaya kawijayan (kesaktian) dg harapan kelak kmd hari akan menjadi ksatria yg terpilih. Sedangkan Retno Anjani karena perempuan ia lbh diarahkan menjadi seorang ibu yg baik. Aplg di daerahnya yg terpencil, Retno Anjani yg polos jauh dari pengaruh pergaulan yg negatip shg dapat dikatakan naluri sebagai seorang ibu tumbuh dg kuat. Ditambah dia telah terbiasa dg mengasuh 2 adik laki2 nya itu.
Tapi sayangnya ke tiga anaknya itu tdk dekat dengan ayahnya karena waktu utk ketemu dg anak2 sangat jarang sekali. Tdk ubahnya dg para org tua masa kini yg krn sibuknya org tua bekerja shg waktu utk ketemu dg anak2 mereka sangat minim sekali.Maka tdk heran dg karakter remaja sekarang yg mencari kesenangan diluar yg tdk ia dapatkan dari org tuanya. Demikian pula Resi Gutomo yg sebag besar waktunya hanya utk puja semedi (berdzikir) shg anak2 nya pun mencari pelarian kasih sayang yg tdk mereka dapatkan dariorg tuanya.
Sebenarnyake putra Resi Gutomo itu sangat rukun, Tapi tanpa di sadari antara Guwarsi dan Guwarso terjadi persaingan. Yakni persaingan utk berebut mencari simpati dari kakaknya yi Retno Anjani. Karena tdk ada pengarahan atau kurangnya perhatian dari org tua maka membuat hubungan antara saudara laki2 dg kakak perempuannya sdh melebihi batas norma2 yg sebenarnya dilarang oleh agama manapun di dunia. Knp dmk ? Karena saking cintanya Retno Anjani dengan adik2 nya dan dmk juga adik2 nya juga mencintai kakak perempuannya maka yg semula sebatas dalam hubungan persaudaraan kmd berubah menjadi hubungan sebaga kekasih. Hal inilah yg kmd menimbulkan persaingan antara Guwarso dan Guwarsi utk berebut simpati dari Retno Anjani (kakak). Walau diantara mereka ada persaingan namun juga ada pengertian thd satu sama lain. Sebagai contoh: Jika Retno Anjani sedang berduaan dg Guwarsi, maka Guwarso menjauh utk memberi kesempatan mereka berduaan. Sebaliknya pula,jika Retno Anjani sedang berduaan dg Guwarso,maka Guwarsi pergi keluar dan kesukaannya memanjat pohon yg tinggi sambil melamun. Sayang seribu sayang hubungan Retno Anjani dg ke dua adiknya yg telah menyimpang dari norma2 itu telah luput dari perhatian ke dua org tuanya. Sang ayah mempercayakan pendidikan anak2 nya kpd isterinya yi Dewi Windardi. Sedangkan Dewi Windardi menyerahkan pendidikan ke dua anak laki2 nya kepada Retno Anjani. Oleh Dewi Windardi dikira keakraban diantara putra putrinya msh wajar2 saja, Apalagi sekarang Dewi Windardi sekarang punya hoby lain, yakni suka berpelesiran utk menghilangkan kesuntukan hatinya. Sehingga perilaku putra putrinya yg sdh runyam telah luput dari pengawasan sang ibu. Beruntunglah Guwarsi dan adiknya Guwarso dalam persaingan berebut simpati kpd kakak perempuannya itu msh terkendali. Tdk seperti yg dikisahkan dalam peristiwa ke dua anak lelaki N. Adam yg akhirnya saling bunuh juga karena berebut sdri perempuannya. Guwarsi dan Guwarso dalam persaingan msh sebatas dalam hati.
Inilah pelajaran kepada para org tua sekarang, agar hati2 dan waspada dalam mengawasi putra putrinya. Jangan sampai terjadi hubungan di antara merekaa menjadi menyimpang dari hubungan yg seharusnya sebagai saudara kandung. Banyak para org tua saat ini yg karena kesibukannya entah itu urusan pekerjaan atau urusan lainnya sampai terlena mengawasi anak2 nya.
Sebenarnya keluarga Resi Gutomo selain ada isteri dan anak2 nya, disitu tinggal pula para cantrik (org yg mengabdi utk menimba ilmu pd sang Resi), Diantara para cantrik tsb ada cantrik yg bernama Jembawan yg punya tugas mengasuh Guwarsi dan Guwarso.Kmd ada juga cantrik yg bernama Anila, kmd cantri yg bernama Srobo dan masih banyak cantrik2 lainnya. Kalau saat ini para cantrik itu dpt digambarkan seperti org yg mondok (ngenger) kpd kyai agar mendapat limpahan ilmu, yg kmd tinggal dilingkungan kyai tsb.
Demikianlah gambaran putra putri Resi Gutomo saat ini. Pihak suami gentur dg puja semedinya, sang isteri suka melancong dan pihak anak2 nya punya hubungan yg menyimpang dari norma2 agama.
Pada suatu hari Dewi Windardi sedang sedih yg amat sangat. Sedih karena melihat dirinya yg ditelantarkan suami. Padahal dirinya sebagai pihak isteri membutuhkan tempat curhat pada suami jika mengalami persoalan. Selain drpd itu dia juga membutuhkan belaian mesra dari pasangan yg resmi (suami).Tp disaat dirinya membutuhkan semua itu hanya ada keheningan malam sebagai jawabannya.
“oh…dewa yang agung, sampai kapan hamba harus menjalani kehidupan seperti ini ?” keluh Dewi Windardi .
Kemudian dia melangkah pelan menuju tempat suami bersemedi dan berharap suami mengetahui bhw dirinya sedang membutuhkannya. Tp yg dituju masih asyik dengan semedinya (dzikirnya)
Kmd Dewi Windardi pergi meninggalkan tempat semedi suaminya dengan langkah kaki yg dibuat sedemikian rupa dengan harapan sang suami tahu kehadliran dirinya. Dengan cara itupun tdk membuat suaminya menghentikan semedinya. Akhirnya wanita yg kesepian itu jadi gelisah, ia sdh tdk kuat lg menjalani hidup rumah tangga yg spt itu terus menerus. Dia sdh berusaha bersabar dg harapan suaminya akan berubah dg lbh mementingkan keluarganya dibanding kepentingan dirinya sendiri. Apakah spt itukah yg dimaksud hamba yg dekat dg Gustinya. Hrskah Gusti yg akaryo jagad itu lebih pentingkan dirinya shg mengharapkan mahluknya dibiarkan menelantarkankan keluarganya ? Tdk ! Gusti Pangeran tdk spt itu. Beliau itu Maha Perkasa, Beliau itu Dzat Yang Maha Agung. Tanpa disembah oleh mahluk sejagadpun tetap Maha Kuasa. Lantas mengapa suaminya sampai tega telantarkan keluarga yg katanya ingin lbh mendekatkan diri pada Dzat Yang Memberi hidup dan kehidupan. Jelas dia lebih utamakan kepentingan dirinya sendiri dibanding memikirkan keluarganya. Begitulah berbagai macam pikiran timbul dalam benaknya,
“oh..dewa Yang Maha Welas Asih, berikanlah secercah kasih sayang kpd hamba yg haus akan belaian kasih dari pasangan hidupku.” Rintih Dewi Windardi yg disertai do’a kepada Dewata.
Disaat Dewi Windardi merintih dan mengeluhkan nasib yg menimpa dirinya itu,munculah sesosok dewa yg berwujud laki2 tampan. Antara sadar dan tdk sadar dengan kedatangan pria tampan itu Dewi Windardi seperti sesorang yg sedang kehausan dipadang pasir kmd disuguhkan tdkhanya sekedar air putih akantetapi minuman segar bak minuman surgawi. Memang benar yg diceritakan dalamkitab2 suci,bhw di surga itu terdapat minuman yg sangat lezat. Benarkah ada minuman yg lezat ? Sebenarnya itu hanya bahasa isyarah saja. Sebagai contoh, rg yg merakan haus yg amat sangat dia tdk butuh menunggu datangnya anggir surga. Cukup dengan seteguk air putih saja lezatnya sdh melebihi anggur surga yg dijanjikan. Dmk juga yg sdg dialami Dewi Windardi. Dimana disaat dia merasa haus yg amat sangat kmd datang minuman segar yg siap membasahi tenggorkannya yg kering. Singkatnya cerita Dewi Windardi mendapatkan air yg dapat membasahi kerongkongannya yg kering bak menelan duri. Runtuh sudah kesetiaan Dewi Windardi pada malam itu. Kejadian malam pertama itu terulang kembali pada malam berikutnya. Dan akhirnya tdk hanya waktu malam saja peristiwa seperti itu terjadi. Akan tetapi terkadang siang, sore hari atau kapan saja bisa terjadi asal Dewi Windardi menghendaki. Caranya cukup dengan menggosok benda bulat sebesar bola tenis dg bentuk yg menakjubkan yg namanya Cupu Manik Astogino. Dengan kehadliran pria bayangan tsb kegelisahan Dewi Windardi sdh hilang. Dia sdh tdk meng harap2 lagi kehadliran suami ada disisinya.Jika perlu selamanyapun juga tdk apa2. Oh… Windardi..Windardi, dulu kamu sesosok wanita yg setia, tetapi sekarang telah berubah drastis. Siapa yg salah ? Dewi Windardi kah atau sang suami ?
Dewi Windardi setelah mendapatkan alat yg berbentuk bulat yg mana jika punya keinginan cukup dg menggosok benda tsb. Mk apa yg diinginkan akan terwujud. Ketika Dewi Windardi sdg memegang benda tsb tiba2 datang Retno Anjani putrinya itu yg kmd bertanya pd ibunya ttg benda yg sdg dipegang Dewi Windardi. Kmd Dewi Windardi menerangkan menjelaskan dan menunjukkan cara penggunaannya. Mengetahui itu kmd Retno Anjani mencoba ingin melihat bumi yg kmd menggosok benda tsb. Dan dari benda bulat itu seolah berubah jd globe (peta bumi). Betapa takjub dan senangnya hati Retno Anjani . Ketika lagi asyik mengamati benda tsb tiba2 muncul pula Guwarsi dan Guwarso yg sempat melihat benda bulat yg indah dan menarik yg sdg dipegang kakaknya. Kmd mereka berdua berusaha merebut dari tangan Retno Anjani. Akhirnya terjadilah saling rebutan benda antikdan unik itu diantara mereka bertiga yg disaksikan oleh sang ibu. Disaat mereka bertiga saling berebut benda aneh itu yg menimbulkan suara ribut, tiba2 ada suara “brak !” terlihat Resi Gutomo yg datang mendobrak pintu utk masuk tanpa terlebih dahulu mengetuknya yg membuat mereka yg lagi ribut menghentikan geraknya. Dalam kagetnya itu semua yg ada di dalam melihat Resi Gutomo yg datang dengan wajah memerah tanda marah dengan mata yg menatap tajam satu per satu kepada Dewi Windardi dan putra putrinya. Mendapat tatapan mata yg tajam bak sembilu dari org yg baru masuk itu semua yg ada didalam pada menunduk takut.
“ada apa ini ribut2 sampai menganggu konsentrasiku !” tanya Resi Gotama sambil memandang wajah satu persatu pd isteri dan anak2nya.
Tapi yg ditanya pd diam membisu tdk berani menjawab sepatah katapun. Jangankan utk berkata, bhkn utk menghirup nafaspun seakan tdk berani. Karena mereka tahu kalau sang resi lagi marah entah apa yg akan terjadi. Mereka takut kena sabdanya. Memang karena saking kelewat sakti, apa yg dikatakan sang resi tsb akan terwujud. Jd mereka terpaksa diam karena takut salah ngomongnya shg terkena sabda,
Kmd Resi Gotama bertanya kepada Dewi Windardi isterinya yg juga lagi berdiri dg gemetaran krn takut.
“Windardi, coba jawab ada apa ini kk ribut2 ?” tanya Resi Gotama. Tp isterinya tetap diam dalamposisi berdiri dan menundukkan muka.
“Hei..Windardi, kamu ditanya kok diam saja seperti tugu !” bentak Resi Gotama pd perempuan setengah baya itu. Tapi tanpa disadari ucapan Resi Gotama mengandung daya kekuatan sakti yg amat sangat. Sehingga ketika Resi Gotama mengatakan isterinya seperti tugu maka pd saat itu juga isterinya berubah menjadi tugu. Gemparlah seketika keadaan di ruangan tsb dg tangisnya Retno Anjani dan ke dua adiknya sambilmemeluk tugu jilmaan ibunya itu. Perlu di ketahui, bhw sesungguhnya Resi Gotama sdh tahu dg kekuatan mata bathinnya bhw si isteri telah melakukan perselingkuhan, maka ketika dia bertanya yg kmd menyabda itu semua sdh diperhitungkan. Sehingga dg berubahnya Dewi Windardi menjadi Tugu, tdk membuat dirinya terkejut.
Menyaksikan putra putri resi Guromo yg menangis sambil memeluk tugu jilmaan Dewi Windardi itu para cantrik yg ada disitu pada menundukkan muka dan tdk ada seorangpun yg berani keluarkan suara. Memang para cantrik itu pada berebut masuk ketempat kejadiaan peristiwa tatkala mendengar ada suara ribut2. Tetapi setelah dilihat ada Resi yg sedang marah, mereka tdk berani bergeming sedikitpun dr tempatnya. Namun para cantrik itu mengetahui tatkala resi marah yg kemudian menyabda isterinya menjadi sebuah tugu.
Karena sang resi merasa risih menyaksikan putra putrinya menangisi tugu jilmaan ibunya maka kmd sang resi mengangkat tugu tersebut terus dilempar jauh ke udara sehingga tugu tersebut jatuh ke perbatasan negeri Alengka.
Keadaan semakin membuat tangis anak2 sang resi semakin histeris, dengan disaksikan pandangan mata penuh kebencian dari sang ayah.
Setelah beberapa saat putra putrinya menangis, tiba2 pandangan mata resi melihat ada benda bulat yg sdg dipegangi oleh Retno Anjani putri sulungnya yg kmd :
“apa itu yg kamu pegang, coba aku lihat !” kata sang resi dg nada tinggi meminta benda bulat yg dipegang putrinya. Mengetahui sang ayah meminta benda yg sdg ia pegangi,maka Retno Anjani memberikan benda tsb kpd ayahnya dg kepala tertunduk krn takut melihat tatapan tajam mata sang ayah.
“hmmm…. siapa yg berani merrusak rumah tanggaku ini ?” bisik sang resi dalam hati sambil mengamati benda yg didapat dr putrinya itu. Jika ia mengetahui oknum yg merusak pager ayu rumah tangganya maka akan disabda jadi anjing buduk. Kmd dia bergegas utk pergi ke tempat ia bersemedi dg mksd utk membuka tabir yg msh tersembunyi. Ia ingin tahu siapa sesungguhnya org yg telah menghina dirinya. Akan tetapi sebelum ia melangkahkan kaki tiba2 langkahnya terhenti. Dia mendengar detak jantung bayi yg ada dalam kandungan. Tapi kandungan siapakah itu ? Siapa yg sedang anggarbini (mengandung). Di ruang itu hanya satu wanita yi putrinya yg bernama Retno Anjani. Kalau itu kandungan isterinya jelas tdk mungkin krn isterinya yg telah berubah menjadi tugu (batu) telah dibuang jauh2. Disaat sang resi sedang memperhatikan perut Retno Anjani, tiba2 putrinya itu menubruk yg kmd merangkul kakinya sambil menangis dengan memelas memohon belas kasih sang ayah.
Menyaksikan itu kmd sang resi menanyai putrinya :
“kamu sedang mengandung, putriku ?” tanya sang resi pd Retno Anjani.
“betul bapa resi.” Jwb Retno Anjani ter bata2 yg kmd menangis tersedu sedu.
Mendapat jawaban itu tdk membuat kemarahan sang resi semakin reda tapi malah sebaliknya. Justru semakin meledaklah kemarahannya ibarat gunung api yg muntahkan magma dari perutnya. Kmd :
“siapa bajingan yg telah menghamili dirimu, hai Retno Anjani ?”
Anjani tdk segera menjawab tetapi malah semakin memperkuat pegangannya pd kaki ayahnya dengan gemetaran penuh diliputi ketakutan yg luar biasa.
Melihat muka putrinya pucat pasi dengan gemetaran sedemikian rupa, barulah kemarahan sang resi menjadi surut. Kmd dia berpikir, pertapaan tempatnya ini adalah terpencil dan jauh dari perkampungan. Terus siapa yg menghamiliputrinya ini ? Dmk berkecamuklah pikiran sang resi me nerka2 siapa yg telah menghamili putrinya itu. Tadi dia telaah marah sehingga menyabda isterinya menjadi batu. Dia khawatir akan menyabda putrinya juga. Maka kemudian dia berusaha menanyai lagi dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
“wahai putriku yg cantik, putriku yg aku dambakan. Apakah ibumu mengetahui kalau dirimu sedang mengandung ?” tanya sang resi sambil membelai rambut putrinya.
Mengetahui sang ayah sdh tdk marah lagimaka Retno Anjani menjawab pertanyaan ayahnya dengan menganggukkan kepalanya sambil tetap menangis tersedu.
Jawaban Retno Anjani terasa seperti godam yg menghantam kepalanya namun masih bisa dikendalikan.
“hmmmm…isteriku yg tdk bersalah telah dijadikan tumbal.” Bisik sang resi dlm hati. Kmd dia melanjutkan pertanyaannya pd putrinya yg msh memeluk kakinya itu.
“baiklah putriku yg aku sayangi, jika pria yg menghamili dirimu itu satria, maka satria manakah itu. Dan jika dia seorang raja kira2 kerajaannya mana ?” tanya sang resi dengan lembut.
Tapi tdk jawaban yg didapat justru tangisan Retno Anjani yg semakin kencang itulah jawabannya. Retno Anjani menangis meraung raung dg napas sesak yg membuat konsentrasi resi Gutomo tdk focus. Memang Resi Gutomo selain menanyai putrinya itu juga sedang memfcuskan bathinnya agar tampak gambaran wajah pria yg menghamili putrinya. Tapi konsentrasinya dibuyarkan dg keadaan anak pertamanya itu. Pd saat itulah timbulpenyesalan pd dirinya. Seandainya td dia tdk menyabda sang istri ,mungkin urusan spt ini bs ditangani leh isterinya. Tp kini isterinya sdh menjadi tugu dan telah dilempar jauh.
“oh…dewa..dewa, kenapa hamba harus menemui peristiwa sepertiini ?” sambat resi Gutomo dalam hati.
Benar2 lelaki pertapa itu merasa menyesal yg amat sangat.
“eh..hmmmm, knp aku sampai tega menyaabda istriku sehingga menjadi batu ,sedangkan kesalahan itu ada pada diriku sendiri ? Aku telah menelantarkan keluargaku sehingga ada kejadian seperti ini. Oh..dewa..dewa, hamba minta beribu ampunan wahai dewa yang agung.” Rintihan penyesalan keluar dengan lirih dari mulut resi Gutomo.
Kmd sang resi berpaling ke arah pitrinya yg masih menangis terisak tanpa memperhatikan kedua anak laki2 nya yg diam dg tubuh gemetaran.
Kmd putrinya itu dipapah utk berdiri dan dibawa ke pembaringan. Setelah berbaring, kmd diberikan minuman air putih yg sdh dijapa mantrani terlebih dulu. Dg perasaan meletup2 yg ditahan, sang resi masih penasaran siapaorg yg telah menghamili putrinya ini ? Tp sayang putrinya itu tdk mau menjawab, dan sebagai ganti jawaban yg diberikan selalu isak tangis yg disertai sesak napas. Bingung dan kalut pikiran org tua itu. Kmd sambil mengelus rambut putrinya itu akhirnya sang resi merapal ajian yg dimiliki utk membuka tabir yg msh disembunyikan putrinya itu. Setelah merapal ajian,,maka byar, bagaikan melihat video yg merekam semua kejadian yg telah berlalu. Pada saat sang resi merapal ajian tersebut tubuh Guwarsi dan Guwarso gemetaran semakin kencang dan tak terasa masing2 pada kencing dalam kondisi masih mengenakan celananya karena saking takutnya.
Disaat ketakuta yg menjadi jadi dari kedua pemuda tsb tiba2 :
“kethek semua kamu heh !” bentak sang resi sambil menunjuk Guwarsi dan Guwarso yg kaget dengan bentakan sang ayah.
Betapa dahsyatnya kutukan sang resi,utk ke dua kalinya dalam ruangan itu terdapat kutukan sang resi. Kali ini Guwarsi dan Guwarso yg terkena kutukan. Wajah dan tubuh mereka seketika berubah jadi wujud kera begitu si sabda oleh ayahnya yg sangat marah ? Betapa tdk marah,ketika dirinya merapal ajiannya nampaklah segala perbuatan ke dua pemuda tsb terhadap kaka perempuannya. Hanya binatanglah yg mau melakukan itu. Dan ini ternyata telah dilakukan oleh kedua anak lelakinya yg tega menggauli saudari kandungnya sendiri. Hanya sayang sang resi tdk tahu pasti sperma siapa yg telah menjadikan Retno Anjani hamil. Yg jelas kedua anak lelakinya telah menggauli kakak perempuan secara bergantian.
Dari sabda sang resi tsb, Retno Anjani yg lagi tertidur itu pun terkena imbasnya. Yakni muka dan tangannya berubah menjadi muka dan tangan kera. Kmd para cantrik yg ada disitupun semua terkena imbas dari sabda sang resi sehingga para cantrikpun ikut berubah menjadi kera. Pokoknya semua yg ada diruangan tsb kecuali resi Gotama , pada berubah jadi kera.
Rasa malu dan marah atas kejadian tsb membuat kepala sang resi terasa mau pecah. Siapa yg tdk akan malu, dia dilingkungannya terkenal sakti dan disegani. Ternyata didalam rumah tangganya terdapat peristiwa yg sangat memalukan. Sebuah peristiwa yg akan menjadi aib besar bagi siapapun org yg mengalaminya.
Akhirnya utk menutupi aib tsb, sang resi menyebar berita ke tetangga sekitar,bahwa putrinya itu telah dihamili oleh dewa.
Dengan adanya kejadian tsb maka gemparlah karena tangis dari org2 yg telah berubah menjadi kera, dan meminta ampun kepada sang resi agar dikembalikan seperti semula kondisi tubuh dan wajah mereka. Tapi oleh sang resi dijawab bahwa semuanya sdh terlanjur, Dan agar rupa dan tubuh mereka bisa kembali seperti semula maka mereka harus menebus laku. Yaitu Retno Anjani diminta bertapa dg berendam disungai, Guwarsi bertapa diatas pohon. Kmd Guwarso dan para cantrik diminta bertapa dg cara mengembara.
Demikianlah kisah AKIBAT PERSELINGKUHAN yg kami sajikan mudah2 an bisa menjadi cermin bagi kita semua. Bahwa sesungguhnya kita tdk bs saling menyalahkan kenapa terjadi perselingkuhan ? Dan kita juga tdk bs menyalahkan penyimpangan2 perilaku yg dilakukan oleh anak2 kita. Boleh jadi kita2 para org tualah yg menabur benih2 penyimpangan perilaku pada anak, yg akan kita ketahui adanya penyimpangan perilaku tsb setelah menjadi tanaman belukar yg membuat sepat mata.
Mkch atas atensinya dan aqu menunggu saran,kritikan yg membangun dari sdr/i cemua utk kami jadikan masukan shg selanjutnya akan bs aqu sajikan cerita2 lain yg dh ada perbaikan. TAMAT.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan