(Kisah Rohani) Alam Kubur

Sepeninggal org2 stlh terakhir kali menabur bunga, tinggalah aku sendiri dibilik yg kecil, sempit dan pengap yg hanya cukup aku tempati sendiri. Kalau aku disuruh memilih, aku akan memilih puasa seumur hidup drpd aku hrd mengalami siksaan spt. ini. Sdh tempatnya sempit, pengap dan gelap spt tertindih bebatuan gunung Mahameru. Dan disaat aku merenung penuh kebingungan, tiba2 muncul  2 makhluk tinggi besar berwajah menyeramkan yg tnp toleransi aku dihajar habis2 an setiap terjadi kesalahan dlm aku menjawab pertanyaan yg diajukan kepadaku. Ya Alloh, aku mohon pertolongan dan perlindunganmu dari ganasnya 2 makhluk ini. Tetapi nampaknya do’aku sia2 krn ternyata ke 2 makhluk itu msh dg enaknya menghajar diriku.

Baru aku sadari bhw di dlm kubur do’a tdk ada manfaatnya. Dlm kesakitanku, bersamaan dg itu  aku melihat betapa anak2 ku sdg berpesta menyembelih lembu, katanya utk menghormati kepergianku.  Sdgkan disatu sisi  raungan demi raungan aku teriakkan krn sakit luar biasa dihantam gada oleh monster2 itu yg tnp belas kasihan sama sekali kepadaku. Bahkan spt tdk punya rasa lelah mrk berdua saling susul menyusul bak tukang pandai besi. Tapi.. yg membuat aku heran, setiap tubuhku hancur terkena pukulan dan hantaman akan utuh kembali dan kmd hancur lagi, demikian seterusnya. Tiba2  aku rasakan tdk ada hantaman lagi yg menimpa diriku. Aku cari penyebabnya, ternyata  kulihat ada seorang yg aku ingat bhw tukang kebun yg ikut keluargaku sejak dia msh anak2 hingga sekarang sdh punya cucu yg aku anggap spt klg sendiri dtg menziarahi pusaraku. Disitu dia sdg khusu’ berdo’a  dg air mata yg mengalir membasahi kedua pipinya sbg tanda dia sdg mengalami kesedihan yg mendalam kehilangan diriku. Di atas pusaraku dia berdo’a dg  khusu’  yg mana do’anya ditujukan utkku.  Krn do’a yg dilakukan dg penuh keikhlasan   itulah siksa terhadapku dihentikan. Saat terpana melihat keikhlasan tukang kebunku, ada suara berteriak : “Hei.. jangan senang dulu ! Tunggu nanti stlh bunga yg ditaburkan itu mengering akan aku hantam lagi.” kata monster itu lbh lanjut : “Beruntung kau iblis berwujud manusia, ketika hidup pernah berbuat kebaikan kpd org lain.” Dr situ aku baru tahu mengapa siksaan terhadapku itu dihentikan.  Kmd aku berharap bunga yg ditabur dikuburku itu akan tahan ber hari2 dan tdk mdh layu. Walaupun semenit sj siksaan itu dihentikan, bagiku sdh cukup meringankan penderitaan akibat siksaan, aplg jika sampai 2 hr menunggu layunya bunga tsb.

Penghentian siksaan itu aku manfaatkan utk merenungi kisah hidupku ketika di alam dunia. Sebagai org yg sukses dalam hal kehidupan materi, aku juga melaksanakan sholat, tp sholat yg aku lakukan wkt itu hny sebatas gerakan sj yg artinya tdk mampu meredam kesombonganku, keangkuhanku dan sifat2 burukku yg lain. Sebagai orang yg sibuk dg urusan bisnis, aku juga melaksanakan ibadah puasa ketika datang bulan romadhon, namun puasa yang aku jalani juga tdk dpt meruntuhkan sifat rakusku, tdk kuat membendung hasutku dan sifat2 lain  yg dibenci oleh Alloh. Dipenghujung bulan Romadhon, aku juga melaksanakan zakat dan bahkan juga sdh melaksanakan rukun Islam yg ke 5 yaitu Haji. Akan tetapi para ulama mengatakan  bhw apabila seseorang yg tlh melakukan rukun Islam yg ke 5, mk sempurnalah ibadahnya. Betulkah itu ? Aku msh ingat bhw aku ketika turun dari tangga pesawat  saat pulang dari tanah suci dlm rangka menunaikan ibadah haji, tanganku diciumi oleh org2 yg menyambut kepulanganku. Kmd aku diperlakukan dg sangat terhormat, dibawa ke mesjid di kampungku sblm aku memasuki rumahku sendiri. Betapa banganya aku ketika itu, krn seolah-olah diriku benar2 menjadi org yg suci. Panggilan pak haji sbg tanda kehormatan sering keluar dari org2 yg menyapaku membuat betapa sangat bangganya hatiku kala itu. Akan ttp di dalam kubur ini semua yg aku banggakan, semua yg kuanggap benar ternyata tdk dpt menyelamatkan diriku menghadapi 2 algojo maut ini. Hartaku berlimpah, dan banyak org2 yg hormat kepadaku ketika hidup di dunia namun tdk ada satupun dari semua yg kubanggakan itu yg dpt menolongku di alam kubur ini. Teringat aku akan tukang kebunku yg ternyata justru dpt menghentikan siksa 2 monster yg kini sdg menyiksaku. Dulu dia aku perlakukan seperti keluargaku sendiri tanpa ada pamrih apapun. Kalau aku tahu bakal demikian jadinya, mungkin ketika hidup di dunia akan aku manfaatkan berbuat banyak kebaikan kepada sesama manusia dg rasa ikhlas. Contohnya sekarang ini dimana tukang kebunku yg pernah aku tolong dg keikhlasan penuh, kini dia menabur bunga di atas pusaraku yg dg ikhlas pula shg 2 monster ganas itu menghentikan siksaannya terhadapku.

Dua hari tlh berlalu, dan bunga yg ditaburkan oleh bekas tukang kebunku di atas pusaraku  semakin layu. Rasa takutku mulai menjadi-jadi seakan hantaman gada dari kedua monster itu adh mengenai tubuhku. Blm hilang rasa takutku tiba2 “Prak!”  tubuhku hancur kmd utuh kembali. Demikanlah gambaran siksaanku di alam kubur, tubuh hancur kmd utuh kembali kmd hancur dan utuh kembali dmk terus menerus dan baru berhenti sesaat ketika ada org yg berdo’a utk diriku yg dilakukan secara ikhlas. Hanya itulah satu2nya yg mampu menghentikan sesaat siksaan thd diriku. Sampai2 aku berharap ada orang yg mau berdo’a yg ditujukan kpd diriku dg do’a-do’anya yg panjang dan dilakukan penuh keikhlasan, tp adakah yg mau melakukannya ? Aku baru tahu bhw hanya do’a yg iklhas sj yg bisa tembus ke alam kubur. Krn do’a yg iklhas dayanya tdk hanya mampu menggetarkan alam dunia sj akan ttp juga bisa menembus ke alam ghoib spt alam kubur yg kini aku tingali. Bahkan alunan tahlil dan Tahmid yg diselenggarakan oleh keluargakupun tak mampu menghentikan siksaku, krn yg melakukan tdk dengan keikhlasan hati. Aku dpt mengetahuinya krn ada jawaban dr sang monster yg menghajarku itu ketika aku bertanya : “Wahai.. algojo..mengapa kau tdk menghentikan siksamu kepadaku padahal keluargaku sdg menyelengarakan acara tahlil yg dilakukan oleh jema’ah dg jumlah yg banyak  dlm rangka kirim do’a utkku, dan bahkan ada pula santunan fakir miskin yg pahalanya juga dilimpahkan itukku ?” Pertanyaanku tdk ada tanggapan dr monster itu, bahkan siksaan darinya semakin bertambah gencar aku terima. Barulah ada jawaban stlh selang beberapa lama : “Hai manusia pemuja harta, ketahuilah keluargamu itu berfikir bahwa dg harta peninggalanmu itu dianggap mampu membeli dosa2 yg pernah kau perbuat. Dan org2 yg datang menghadliri tahlilan utkmu itu semuanya melakukan tnp dilandasi keikhlasan. Krn mereka datang hny ingin mendapatkan upah dari keluargamu atas do’a2.  yg dibaca.” Jwb monster itu tnp menghentikan siksaannya.

Pupus sdh harapanku utk mendapatkan pertolongan dr keluarga,  anak2 dan isteriku. Kepada siapa lahi aku berharap sdg dari anak2 dan isteriku sj tdk dpt menolongku. Aku menyesal tlh salah mendidik dan mengarahkan anak2ku dulu ketika aku msih hidup di alam dunia. Seharusnya aku mendidik mereka menjadi anak yg sholeh dan bukan anak yg toleh. Aku katakan dmk krn yg ditoleh oleh anak2 ku adalah hanya harta, pangkat dan derajad yg semuanya itu tdk ada manfaatnya ketika sdh berada di alam barzah. Harusnya dulu aku mendidik mereka menjadi anak yg tawadlu’. Bukan anak yg keladuk, yach.. keladuk mencintai dunia hingga lupa akhiratnya. Dlm aku melamun sambil merasakan hantaman gada itu, tiba2 datang aku melihat ada serombongan org2 yg turun dari 2 bus yg mana org2 tsb sebagian besar sdh aku kenal. Mereka adalah karyawan pabrik yg kini sdh dikelola oleh anak2ku. Aku yaqin mereka pasti akan menziarahi kuburku. Senang hati ini dan berharap mudah2an dg adanya do’a2 dr mereka akan mampu menghentikan siksaan ini dan syuku2 dpt mengakhiri siksaan yg aku terima. Ternyata benar perkiraanku. Terbukti dr serombongan org yg berjumlh 2 bus itu semuanya berjalan menuju ke arah pusaraku. Aku lihat semuanya berpakaian tanda berkabung dan hny sebagian kecil sj yg tdk. Itupun sebatas anak2 yg mereka ajak. Stlh mereka sampai di pusaraku, sebagian dr mereka ada yg sibuk sana-sini, ada yg bersih2 rumput, ada yg membetulkan pusaraku supaya lebih indah, mungkin. Yg lebih menyakitkan hatiku yi ada yg membawa camera video utk mengabadikan event tsb shg disibukkan dg ulah geraknya yg seolah sdg melakukan shooting film. Aduh.. bangsat benar ini org, seandainya dia tahu bhw semua yg dilakukan itu tdk ada manfaatnya sama sekali utkku. Bukan itu yg aku minta, akan tetapi keikhlasan do’anya yg dikirm utkku yg mana akan mampu menghentikan siksaku itulah yg aku harapkan. Bukan action yg ia tonjolkan. Lebih parah lagi, sejumlah rombongan seperti sengaja  beracting ketika tahu mereka sdg disorot camera video. Kmd aku melihat sepertinya ada seorang ustadz yg duduk disamping pusaraku yg sepertinya akan memimpin do’a utkku. Mudah2an do’a yg dipimpin olehnya inilah yg tembus kepada 2 algojo maut itu. “Assalamu’alaikum Wr.Wb.” suara salam dr sang Ustadz menghentikan suara riuh dari org2 yg sibuk sendiri2 yg kmd  menjawab salam tsb. Stlh mendapt jawaban salamnya, sang ustadz melanjutkan bicaranya yg intinya para peziarah diminta keikhlasanya  berdo’a utk dikirimkan kpdku.

Diantara kalimat2 yg disampaikan oleh ustadz tsb adalah : “Bapak2 dan ibu2 serta semua yg hadlir disini, kita semua tahu bhw almarhum adlh org yg baik, dermawan, suka menolong dan org yg tlh menyempurnakan rukun islam yg ke 5. Marilah kita do’akan semoga almarhum mendapatkan tempat yg layak disisiNya sesuai amal ibadah serta perbuatannya.” Kmd suara koor bersama mengamini apa yg disampaikan oleh sang ustadz tsb “Amiin!”. Dlm hatiku memaki, justru malah gebugan demi gebugan aku terima sebagai akibat perbuatan ketika msh hidup di alam dunia : “Demiiiit!” mereka semua, kok malah mengamini perkataan ustadz itu. Betapa seandainya mereka tahu bhw aku msh tetap dihajar habis2 an oleh 2 monster itu walaupun mereka semua berdo’a untukku. Kmd aku lihat sang ustadz sdh memulai memimpin pembacaan tahlil dan tahmidz yg kmd dilanjutkan dg do’a-do’a yg diamini oleh seluruh peserta ziarah termasuk juga anak dan isteriku yg ada dlm rombongan tsb. Bersamaan dg kumandang tahlil itu diriku msh tetap sj mendapat gebugan yg membuat diriku protes kepada ke 2 monster itu : “Wahai algojo, mengapa aku tetap kau siksa sedang dirimu tahu ada serombongan orang yg sdg berdo’a utkku ?” tanyaku penasaran. “Do’a mereka tdk ada yg ikhlas! Ustadznya berdo’a krn berharap mendapat imbalan. Dan rombongan yg datang berziarah sdg memanfaatkan kesempatan mumpung ada gratisan dari pabrikmu yg sekarang dikelola oleh keluargamu.” Jwb monster itu sambil tetap sj menggebugi diriku. “Tapi disitu ada juga anak isteriku yg ikut berdo’a utkku ?” desakku dg penuh kejengkelan. ‘Keluargamupun juga tdk ada yg ikhlas ! Mereka kekuburmu krn agar dikatakan org sbg keluarga yg sholeh dan krn juga merasa syukur kepadamu krn kau  tinggali harta yg banyak.” Jelas algojo itu. Lemas sekujur tubuhku mendengar keterangan monster itu, dan kepada siapa lagi aku bergantung ?

Aku merenung memikirkan nasibku ke depan, masih jauh membentang dg ukuran waktu yg memanjang yg penuh siksaan berulang-ulang. Para pembaca yg budiman, aku berpesan agar nasibku ini tdk akan menimpa anda, maka persiapkanlah sedini mungkin hal2 sbb :

  1. Didiklah putra-putri anda menjadi anak yg sholeh / shlolehah krn merekan akan mampu menolong anda ketika anda di alam kubur nanti.
  2. Carilah ilmu dunia dan ilmu akhirat yg bermanfaat krn ilmu yg bermanfaat juga akan mampu menyelamatkan kita ketika kita sdh di alam barzah nanti.
  3. Perbanyaklah amal jariyah yg mampu menghapus status kita dari Makhluk Alloh yg di adzab menjadi Mkhluk Alloh yg mendapat Rohmat atau pahala.

Ketiga hal itulah sesuatu yg dpt diibaratkan ATM akhirat kita dimana dlm perjalanan kita di alam barzah ketika kehabisan bekal kita bisa menggesek ATM yg saldo dlm  rekeningnya telah terisi oleh 3 hal  yg sdh kita miliki itu. Kenapa dmk  ?  Karena :

  1. Anak sholeh yg selalu berdo’a utk org tuanya yg sdh meninggal, maka diibaratkan pengisian saldo kedalam rekening kita ketika kita dlm perjalanan sehingga ketika kita menggesek dg kartu ATM, saldo masih mencukupi.
  2. Demikian juga ilmu yg bermanfaat yg pernah kita tinggalkan di dunia, ini juga dpt diibaratkan  pengisian saldo rekening kita.
  3. Amal jariyah yg pernah kita lakukan selama sesuatu yg kita jariyahi itu msh bermanfaat atau msh digunakan, mk saldo pd rekening kita juga selalu terisi.

Demikian apa yg bisa kami sampaikan keadaan saya  yg saat ini sedang mengalami siksaan dan penyesalan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

T A M A T

Comments

comments

Tinggalkan Balasan