(Serba – Serbi) Berita Langit

Kalau kita merasa orang Islam maka apapun yang kita praktekkan cukup kita peroleh dari scope Islam. Dan karena islam adalah agama yang Rohmatan lil alamin yang artinya segala seluk beluk persoalan dunia pasti tercakup di dalamnya. Entah itu tentang hukum peristiwa yang telah lalu, peristiwa sekarang dan peristiwa yang akan datang. Selain persoalan-persoalan / isi dunia dan lain-lainnya semuanya tercakup di dalam berita-berita yang ada pada Alqur’an sebagaimana yang diterangkan di dalam Surat Al An’am / 67 sbb :
LIKULLI NABA-IN MUSTAQORRUN WASUUFA TA’LAMUUN
Artinya :
“Tiap-tiap berita ( yang disampaikan oleh Rosul ) ada tempat munculnya dan kamu semua akan mengetahui”.

Di dalam ayat ini menerangkan bahwa tiap-tiap berita itu pasti ada waktunya. Tidak harus diseketika itu. Maka waktu 1 th, 100 th, 200 th ataupun 1000 th dari turunnya berita, lalu baru muncul apa yang diberitakan dan itu pasti. Beberapa ayat yang ada di dalam Alqur’an dan dihubungkan dengan kejadian-kejadian setelah turunnya ayat tersebut, banyak yang membuktikan kebenaran berita-berita yang disampaikan melalui ayat-ayat Alqur’an. Banyak contoh yang bias disampaikan lewat ayat-ayat Alqur’an tentang peristiwa yang akan terjadi :
Contoh :
Tentang akan munculnya sebuah kendaraan (waktu itu belum ada) sebagaimana telah diterangkan di dalam Surat Al An’am ayat 67 bahwa tiap-tiap berita itu pasti ada waktu munculnya. Kemudian dicontohkan yakni berita yang disampaikan lewat Alqur;an Surat An Nahl ayat 8 sbb :
WALKHOBLA WALBIGHODLA WAL HAMIIR LITARKABUUHAA WAZIINATA WAYAKH LOQ MAALAATA’ LAMUUN
Artinya :
“dan, kuda dan bighol (keledai) dan khimar untuk kendaraanmu dan perhiasan dan Dia menciptakan sesuatu yang kamusemua belum mengetahuinya”.

Ayat ini menerangkan bahwa kuda, keledai dan khimar itu LITARKABUU yang artinya untuk kamu kendarai. WAZIINATAN artinya dan untuk hiasan. Kemudian setelah itu Allah berfirman : WAYAKHLUQU MAA LAA TA’LAMUUN yang artinya dan Dia menciptakan sesuatu yang kamu semua belum mengetahuinya.

Oleh sebab itu ayat ini menceritakan masalah kendaraan , yakni kuda, keledai, dan khimar . Maka yang dimaksud dengan kalimat MAA yyang artinya sesuatu itu maksudnya ialah kendaraan.
Jadi ayat ini menceritakan akan ada kendaraan yang kamu semuanya belum mengetahuinya. Padahal berita ini ada di Surat An Nahl yang turunnya surat tersebut di Mekkah. Jadi ayat tersebut turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Berarti ayat ini turun sekitar 724 M yang waktu itu kendaraan masih menggunakan kuda, keledai, khimar. Sedangkan kendaraan- kendaraan lain belum ada. Akan tetapi di dalam Alqur’an turunlah berita yang memberitahukan bahwa akan ada kendaraan yang kamu semuanya ( pada waktu itu ) belum mengetahuinya. Hal ini persis dengan apa yang diterangkan dalam Surat Al An’am ayat 67 yangmenerangkan bahwa tiap-tiap berita pasti ada waktu munculnya. Begitu juga dengan berita akan adanya kendaraan-kendaran yang pada waktu turunnya ayat belum ada kendaraan-kendaraan selain kuda, keledai, khimar. Setelah beberapa waktu kemudian muncul kendaraan-kendaraan seperti mobil, keretaapi, pesawat terbang dll maka ini menunjukkan kebenaran akan ayat-ayat Alqur’an tersebut.
Jadi jauh sebelum kendaraan-kendaraan bermesin itu muncul, telah diberitakan oleh Alqur’an pada beberapa abad sebelumnya.

Sebagaimana dawuh Allah Ta’ala di atas :
WAYAKHLUQU MAA LAA TA’LAMUUN yang artinya “dan Dia menciptakan sesuatu yng kamu semua belum mengetahuinya”.
Makanya di dalam ayat tersebut kalimatnya : YAKHLUQU yakni memakai FIIL MUDLORI dimana ini menurut tata bahasa Arab.
FIIL MUDLORI WAZANNYA “YAFULU” yang maknanya “akan”,
Begitu juga dengan kalimat SAUFA itu artinya juga “akan”.
TAKLAMUUN artinya : kamu akan mengetahui ( kendaraan yang akan muncul ). Pada waktu tutunnya Surat An Nahl ayat 8 itu memang orang-orang belum mengetahui tentang adanya kendaraan tersebut. Sekarang sudah muncul pesawat terbang, mobil, sepeda motor bahkan kendaraan antariksa.
Jika kita mempelajari betapa pada tahun 1969 ketika pesawaat Apollo sepulang dari penjelajahannya ke bulan, membawa batu-batu bulan seberat +/- 20 kg. Sekali lagi hanya membawa batu. Mari kita bayangkan. Untuk beaya perjalanan dari bumi ke bulan kemudian kembali ke bumi itu mengeluarkan banyak beaya itu Cuma membawa oleh-oleh batu. Sedangkan Rosululloh SAW dari perjalanannya ke Sidrotil Muntaha dengan membawa oleh-oleh sholat.Tetapi sayangnya banyak yang menerima oleh-oleh yg berupa sholat tersebut tidak menjalani sholatnya dengan baik, Padahal lebih mahal sholat disbanding dengan batu bulan.
Kembali ke Surat An Nahl ayat 8 bahwa kendaraan-kendaraan modern seperti yang kita lihat saat ini itu jauh beberapa abad yang lalu telah disampaikan oleh Allah Ta’ala. Dan surat Anhl ayat 8 itu pun masih berlaku. Mungkin di masa depan aka nada kendaraan-kendaraan canggih lainnya yang saat ini kita belum mengenalnya.
Selanjutnya berita dari langit tentang akan adanya hewan kecil yang meributkan manusia di seluruh dunia. Padahal waktu itu belum ada yang meributkan hewan tersebut. Akan tetapi Alqur’an telah menyampaikan berita seperti yang tersebut di dalam surat Albaqoroh ayat 26 sbb :
INNALLOHA LAA YASTAHYII AN-YADLRIBA MATSALAN MAA BA’UUDLOTAN ( al ayah )
Artinya :
“sesungguhnya Alloh tidak malu membuat perumpamaan nyamuk”.

BA’UUDLOTAN itu artinya nyamuk. Kita semua tahu bahwa banyak hewan-hewan yang besar seperti gajah, singa, harimau. Kuda nil dlsb. Akan tetapi dunia tidak akan rebut karena disebabkan oleh hewan-hewan besar tersebut. Tetapi akan lain jadinya jika nyamuk yang menjadi penyebab. Seperti contoh nyamuk demam berdarah, nyamuk malaria dlsb. Gara-gara hewan kecil tersebut maka banyak nyawa manusia yang bergelimpangan. Sehingga mendorong Negara-negara untuk melakukan riset yang menghabiskan banyak beaya.
Jadi masalah bahaya yang disebabkan oleh nyamuk itu telah jauh beberapa abad yang lalu telah diberitakan dari langit yaitu Alqur’an.

Kemudian ada contoh lagi yaitu adanya berita langit yang disampaikan melalui Alqur’an Surat Al Ahqaaf ayat 15 sbb :
WAASHSHOINAL INSAANA BIWAALIDAIHI IHSAANAN HAMALTAHU UMMUHU KURHAN WAWADLO’ATHU KURHAN WAHAMLUHU WAFIDLOLUHU TSALATSUUNA SYAHRON.
Yang artinya :
“dan kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tua ibu dab bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah. Mengandung dan memisahnya dengan anak adalah tiga puluh bulan”.
Ayat tersebut diturunkan melalui Alqur’an beberapa abad yang lalu. Dimana di dalam ayat tersebut diterangkan bahwa ibu manusia ketika mengandung dalam keadaan susah : MAHAL TAHU UMMUHU KURHAN. Dan pada kenyataannya orang hamil itu dalam keadaan susah. Dan itu diketahui oleh semua orang.Tetapi yang penting yaitu WAFISHOOLUHU TSALAATSUUNA SYAHRON yang artinya dan pisah dengan anaknya setelah anaknya sudah berusia 30 bulan. Dan 30 bulan itu jika dibuat tahun adalah 2,5 tahun. Dari situ diketahui bahwa ayat tersebut telah mengatur jangka kelahiran bayi yaitu 2,5 tahun yang mana pada waktu itu belum ada dunia kedokteran. Dan setelah beberapa abad kemudian kita tahu bahwa dunia medis mengatur kelahiran bayi pada ibu-ibu yang melahirkan adalah 2,5 tahu. Yang maksudnya bayi sudah boleh disapih dengan usia yang paling afdlol adalah 2,5 tahun.

Bersambung.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan