(Kisah Rohani) Hingar Bingarnya Dunia

• Pengantar
• Tulisan yg berjudul Hiruk Pikuknya Dunia ini memang hanya berisi dialog antara ayah dan anak. Namun dlm diaolog tsb di dlmnya ada mengandung pelajaran atau ilmu hakekat yg sangat luar biasa yg jarang ditemui dlm kehidupan sehari-hari. Jd bagi org2 yg ingin mencari jalan kebenaran dlm pemahaman agama atau keruhanian, membaca tulisan ini sangatlah tepat. Dan dlm tulisan ini walau di dasari oleh ayat2 Alqur’an, tp juga bisa diterima atau dipahami oleh orang2 yg beragama non Islam.
• Semoga mendapat manfaat dengan membaca tulisan ini.

Di kamar tidur Sadar banyak terdapat tumpukan buku2 cetakan yang judulnya macam2. Karena bermaksud menata buku yang berserakan itu maka pak Syukur (ayah Sadar yg petani ) menyusun buku yg berantakan tsb satu demi satu untuk dirapikan.
“memang anakku ini pemalas kok, masak mengatur kamarnya sendiri saja harus bpknya.” Kata P. Syukur dalam hati.
Ketika sedang asyik benah2 itulah pandangannya tertuju pada buku harian anaknya. Kmd dia mengambil buku harian tsb dan membacanya halaman demi halaman. Dan utk sesaat memang tdk ada yg menarik krn sebag besar berisikan aktifitas rutin anaknya. Namun yg membuat org tua itu tertarik adlh : sebuah puisi yg ditulis anaknya pd bagian sampul buku hariannya. Ketika dilihat puisinya berbunyi :
Wahai dunia,,,,
Krn engkau aku kau buat senang
Krn bs berkumpul dg keluargaku
Gara2 engkau aku kau buat sedih
Krn hrs berpisah dg keluargaku
Wahai dunia..
Sedihku
Susahku
Senangku seakan engkau yg mengatur
Memangnya engkau ini siapa ?
Dst..dst..
Lanjutannya tdk dibaca oleh lelaki tua itu krn sdh bs menangkap isinya. Hati P. Syukur merasa senang melihat kemajuan ruhani anaknya. Terbukti dr setiap puisi yg di baca selalu menyinggung kebesaran Illahi.
Stlh di rasa cukup dlm membenahi kamar anaknya, kmd P. Syukur duduk di kursi malas sambil menikmati rokok jarum 76 nya. Sampai tiba2 :
“Assalamu’alaikum.” Terdengar suara salam yg ternyata suara Sadar anaknya itu yg nampaknya baru pulang.

Stlh membalas salam dr anaknya kmd p. Syukur bertanya pd anaknya :
“bgmn keadaan di kota, nang?”
“rame sekali pak, aplg skrg tgl muda. Klo sy perhtkn sptny org itu kok nggak ada yg tdk pny uang.” jwb Sadar dg menggambarkn keadaan di kota.
“memangny knp, nang?”
“habis toko2, pasar, mall, dan toko2 lainnya hmpir semuanya penuh sesak oleh pembeli, pak.”
“ya jelas tho org namanya sj tmpt belanja, klo rmh sakit ya bnyk org sakit, kalau kuburan ya bnyk org yg tlh mati. Km itu lho kok ada2 sj.” gumam p. Syukur.
“mksd sy itu lho pak, btp kesibukan dunia ini kadang mmbuat org lupa bhw dunia ini penuh tipu daya spt yg prnh bpk terangkan.” jelas Sadar.
“ya emang bpk prnh bilang bgt, tp bkn berarti dunia ini menakutkan. Sejauh kecintaan kt pd dunia itu tdk melebih kecintaan kita pd Alloh, pd Rosul dan pd jihad fi sabilillah itu tdk apa2, nang.” sahut p. Syukur.
“sebetulnya yg dimksd cinta itu apa sih, pak.” tny Sadar ingin tahu.
“cinta itu rasa hati dn utk lbh detailnya nanti kapan2 sj bpk wejang hakekat cinta. Krn cinta itu trmsk mslh ghoib, bukan maslh dhohir. Shg cinta itu tdk bs dilihat oleh mata, tdk bs didengar oleh telinga, tdk bs dicium oleh hidung, tdk bs diraba oleh tangan luthfun, kabidun, sirrun fu’adun.
Mengenai qolbu mungkin dulu bpk pernh terangkn. Bhw qolbu itu artinya bolak balik, sebentar gembira sebentar susah. Sore bs tertawa renyah mlm hrnya menangis dsb.
sebenarnya mslh rasa itu macam2.
– ada rasa hati
– ada rasa dhohir dan rasa dhohirpun ada rasa kulit, rasa lidah dsb.
Mengenai rs lidah misal bs merasakan pahit, manis, gurih dll.
Dan rasa kulit ada rasa sakit, perih, panas dsb.
Adapun rs hati itu ada merasakan benci, sng, susah, prihatin, kasihan, cinta dsb.
Dan semua itu td hny org itu sndri yg dpt merasakannya. Contoh sj umpama kt sayang atau cinta pd seseorang, kt tdk dpt memaksa org lain hrs juga sayang dn cinta pd kita spt kt syng do cinta pd org tsb. Inilah yg trjd pd umumnya shg kt merasa dikhianati dlm hal urusan cinta. Org kalau phm dg hakekat cinta mk tdk akan mungkin merasa dikhianati. Knp dmk? Krn kt tdk bs memaksa org lain hrs merasakan cinta spt rasa cinta yg ada pd dr kt itu.”
“hmmm..jd bgt ya, pak?”
“ya bgt nang. Contoh lain lg misal km benci pd si A. Dan krn hati mns itu lain2 mk km tdk bs paksa org lain utk ikutan membenci si A. Hati mns itu meski brgnya satu namun namanya bnyk spt qolbun yg artinya bolak balik itu. Dan hati itu jk sdh condong (condong pd sesuatu mk dinamakan dg istilah cinta atau hubbun). Jd cinta itu mknanya adalah mailun atau condong. Mk jk ht kt condong pd tanaman bung mk berarti kt cinta pd tanaman bunga. Jk condong pd kendaraan berarti cinta pd kendaraan dsb. Jd cinta itu artinya condong atau mailun. Dan kalau condongnya ht sdh mndlm ini dinamakan dg istilah isyqun atau isyq. Orgnya dinamakan aasyiq dan yg dicondongi (yg dicintai) dinamakan isyq. Makanya jdnya aasyq isyq dan ma’syuuq.
Kembali ke mslh hubbun dun-ya. Bila cinta itu ghoib. Bila cinta itu ghoib, mk bgmn cinta itu bs diketahui org lain atau bgmn cara utk mengetahui bhw seseorang itu di dlm hatinya ada rasa hubbud dun-ya (cinta thd dunia) ?
Cinta itu bs diketahui melalui tanda2nya. Tnp melalui tanda2nya kt tdk mungkin bs mengetahui kalau seserang itu ada rasa cinta dunia. Spt yg diterangkan dlm sebuah hadits yg menerangkan yg artinya bhw “cinta itu buta dan tuli.”‘
Jd cinta itu ya buta ya bisu.” tutur P. Syukur.
“knp cinta itu kk dikatakan demikian, pak ?” tny Sadar penasaran.
“sebab buta terhadap yg lainnya selain yg dicintai. Sebagai contoh di facebook ini ada para member dg jumlh yg sekian banyaknya, kmd disitu ada rg yg dicintai mk semua yg ada disitu seakan hilang (se olah2 tdk ada) dan yg ada hanya org yg dicintai itu sj.” jwb p. Syukur.
“terus kalau dikatakan tuli , pak ?”
“dikatakan tuli krn thd yg lainnya yg didengar hanya suara yg dicintai itu saja. Bila org lain yg ngomong walau itu benar kala org yg dicintai tdk membenarkan ya suara rg lain itu tdk dihiraukan. Dan jk seseorang itu mencintau duni sampai bgt mendlm mk juga akan bs bgt. Ini menunjukkan seserang itu mengalami kerendahan dan ketiadaan. Sbgmn syair yg pernah bapak denganr sbb :
WAHUBBUKA LIDUNYAA HU WADULLU WAL ‘ADAAMU yg artinya org yg cinta akan dunia itu sama dengan mengalami kerendahan dan ketiadaan. Terkadang org saking cintanya thd dunia sampai rela menghabiskan sebag besar wktunya hanya untuk mendptkan apa yg dicintai td. Pagi sebelum shubuh dh berangkat tinggalkan anak istri an baru pulang nanti jm 1 mlm. Setelah mati apa yg dikumpulkan td seumur hidup ga ada yg bs dibawa. Boro2 bw harta, sdgkan bw kain mori aja ga bs.” tutur P. Syukur.
“Pak, apa sih ciri2nya org yg cinta dunia ? Apa org yg kerja itu mesti cinta dunia ?
Dan apa org yg fakir itu mesti tdk cinta dunia ?” tny Sadar mencecar pertanyaan pd sang bpk.

“dinamakan cinta dunia itu bs menimpa siapa sj, kaya kiskin, tua muda. Laki2 perempuan yakni pokoknya dunianya tdk utk mengabdi kpd Alloh itulah yg dinamakan cinta dunia. Spt yg didawuhkan Kanjeng Nabi yg artinya :
“malam dan siang itu semuanya kendaraan, mk naikilah ke dua2nya utk sampai ke akhirat”.
Jd, dunia yg diliputi siang dan mlm itu adlh kendaraan, mk hendaklah kt kendarai utk menuju ke alam akhirat. Atau dunia ini hendaklah kt kelola/ dipakai sarana utk mengabdi kpd Allah. Bukan malah mns yg mengabdi kpd dunia. Atau dlm arti kata lain mns ditunggangi dunia.” Tutur P. Syukur.
“lha cntohnya org yg ditunggangi dunia itu yg bgmn, pak ?”
“sebagai contoh org yg saking cintanya thd dunia, yi org yg ingin memperoleh jabatan atau pangkat sampai tega mengurbankan anak istrinya, keluarganya bahkan org tuanya sendiri hany demi utk meraih jabatan.
Ada lg org yg yg cintanya thd sang pacar sampai rela meninggalkan keyaqinannya bhw Tuhan itu Satu kmd beralih ke keyaqinan pacarnya bahwa Tuhan itu tdk ada (komunis).”
“kalau ada perempuan yg suaminya jelas2 tdk bs utk panutan atau tdk bs dijadikan imam kmd dia tetap setia mendampingi itu termasuh istri yg sholehah atau istri yg setia pd suami, pak ?” tanya Sadar semakain mendalam.
“terkadang org salah menterjemahkan, istri yg sholehah dan istri yg setia pd suami. Istri yg sholehah itu sdh pasti setia pd suami, tp istri yg setia pd suami belum tentu sholehah.” Jelas P. Syukur.
“lho, istri yg setia pd suami kok blm tentu sholehah itu bgmn, pak ?”
“ukuran setia itu hrs didasari keimanan, sebab kalau didasari hawa akan tersesat atau mubazir alias sia2 tdk ada nilainya bagi Allah.” Tegas P. Syukur.
“ah…saya kok belum mudeng ya, pak ?”
“begini, seorang istri yg jelas2 tahu suaminya tdk punya nilai2 agama secara dhohir apalagi bathin. Si suami tukang mabuk, penjudi suka memukuli istri dsb. Kemudian si istri dg setia melayani suami dengan penuh kasih, itu namanya kesetiaan yg sia2 aau mubazir. Knp dmk ? Krn yg dilakukan itu hny kebaikan utk tolok ukur dunia. Bagi mns memang itu hal yg bagus krn istri yg didholimi kok kuat bertahan dan msh tetap patuh pd suami. Tp kalau istri yg sholehah dia lebih baik hidup sendiri drpd punya suami tdk mengenal nilai2 keimanan. Istri yg sholehah lbh takut kpd Allah dpr takut menjanda. Dan lg, istri yg sholehah itu akan setia kpd suami yg sholeh.” Jwb P. Syukur secara rinci.
“Oh…bgt ya pak. Hmmmm, sekarang sy paham
“jd istri yg sholehah akan sia2 thd apa yg dilakukan pd suami yg tdk sholeh.. Dan kebaikan yg dilakukan thd suami yg diperoleh hnylah pujian dunia sj.” Tutur p. Syukur.
“kok bs bgt ya, pak. Trs utk istri yg sholehah td hrsnya bersikap bgmn thd suami yg tdk sholeh taadi ?” tanya sadar ingin tahu lbh jelaas.
“kalau bs ya dinasihati agar berubah menjd baik, tp jika dipandang sdh tdk pantas utk dijadikan imam atau panutan kalau menurut bpk ya sebaiknya pisah sj biarlah menjanda kalau memang itu utk kebaikan akhiratnya. Dan itu lbh bagus drpd menjd istri yg munafik. Itu menurut pendapat bpk, entah kalau menurut org lain.” Jwb P. Syukur.
“Kok bs dikatakan munafik, pak ?”
“Ah..kamu ini tanya kok mendetail banget sih. Ya jelas munafik org setia pd suami dipaksa paksain, pdhal bathinnya jengkel dg karakter suaminya. Sudahlah , kita kembali ke pelajaran td. Jd jk mns itu cinta dunia alamat dia akan ditunggangi dunia. Dan biasanya kalau sdh dmk yg dibicarakan yg di angan2 yg di impi2kan hanyaah dunia. Pagi bangun tdr yg dipikirkan dunia siang mikir dunia, sore mikir dunia dan mau tidurpun yg dipikir dunia. Bahkan di face book pun yg ditulis juga urusan dunia, Krn yg dipikirkan urusan dunia sampai ga doyan makan, ga bs tdr hatinya gelisah resah. Dan tdk pernah memikirkan ibadah sama sekali. Tiap hari yg dipikirkan hanya labanya saja, urusan cintanya saja. Tiap hr yg digagas bgmn supaya panennya nanti bs melimpah ruah. Besoknya lg pasti dpt yg lbh banyak dst. Dan jk itu sdh mendarah daging kmd dilanjutkan dengan angan2 istilahnya dinamakan TULUL AMAL yi org yg sukanya ber andai2, suka ber angan2.
Sebagai contoh :
“nanti jk aku dpt uang, mk akan aku bagi segitu, kusumbangkan segini, kmd sisanya utk begitu…tu..tu..tu.., kmd msh segini..dst.” akhirnya setiap org dipinjami kalkulator utk menghitung pengeluaran, katanya.

Jd org yg cinta dunia itu tdk hrs mesti rg yg kaya, org miskinpun bs cinta dunia. Ya seperti yg bapak contohkan td. Dan biasa org yg cinta dunia itu banyak bertulul amal atau ber andai2 tentang uruan dunia. Inilah yg sangat membahayakan
spt juga org yg mmpunyai telur 1 butir (yg akan digoreng) kmd dia ber angan2 : “jk tlr ini aku goreng mk skl mkn lgsng hbs. Tp jk aku tetaskn (dititipkan pd ayam tetangga) bs menetas. Stlh menetas dn kbtulan betina mk bs jd induk. Kmd beranak pinak menjd 100 ekor. Dan kbtulan betina semua dan bertelur semua. Kmd ayamku jd bnyk sekali. Kmd aku tukarkan kambing dpt sejodo. Stlh kmbingku beranak pinak kmd menjd bnyk akan aku tukarkan lembu sejodo.stlh lembuku beranak pinak kmd mnjd bnyk, stlh itu aqu jual utk membangun rmh.dn beli kijang kapsul. Tp blm lengkap kalau aq blm pny istri. Krn aku sdh kaya mk akan cari istri yg cntx. Kmd aku menikahi wnt cntk. Krn aku sdh pny mobil kijang kapsul mk istriku hrs bs menyetir mobil. Dan ketika resepsi pernikahannya aku akan mendatangkan grup band terkenal sbg acara hiburan pernikahanku. Krn sy org kaya mk sy akan panggil wartawan kmd para wartawan akan menyalami diriku. Wkt menjabat tanganku aku manggut2 memberi hormat pd para wartawan itu. Kmd kalau ada wartawati cantik tangannya akan aku remas kuat2. Dan tiba2
“crot !” telur 1 butir yg akan digoreng itu pecah. Krn saking hanyutnya dg lamunannya smpe ga terasa meremas telur tsb krn dikira tangannya wartawati cantik. Dan stlh tlurnya pecah baru menyadari kalau itu td hnya melamun (tulul amal) bkn kenyataan.” tutur p. syukur melucu.
“ha..ha..ha.” tawa Sadar meledak krn ga kuat menahan geli.
Kmd p. Syukur mlnjtkn ceritanya :
“jd dg tulul amal tdk sampe 1 jam, org sdh bs bangun rmh gedung, pny istri cantik dan menjd org kaya yg terkenal. Org2 yg dmk itu org yg hubbud dun-yaa, mk ber hati2 lah kamu, nang.” pesan P. Syukur pd anaknya.

“kalau bgt apa kt tdk boleh menyukai isinya dunia ini, pak?” tny Sadar msh blm bgt paham.
“jngn salah menafsirkn. Dunia ini diciptakan utk mns. Dan dunia ini shrsnya mns yg menunggangi, bukan malah sebaliknya. Dan memang hrs bgt. Krn dunia itu diciptkn utk mns sbgmn yg bpk terangkn td. Jauh sblm mns itu diciptakan, dunia ini sdh diciptakan dan dilengkapi dg segala macam keperluan yg akan dibutuhkan mns. Jd salah kalau mns diciptakan utk dunia. Dunia ini ibarat gudang raksasa yg di dlmnya sdh trsedia segala macam yg dibutuhkan mns. Mk sangat keliru kalau msh ada mns yg msh berdo’a pa Allah dg meninta diberi ini dan itu. Ini namanya rakus dan thomak. Itu kalau menurut bpk lho. Entah kalau menurut org lain. Jd jauh sblm mns itu diciptkn, sdh dipersiapkan segala mcm kebutuhan mns. Trserah mau diapakan oleh mns isi drpd dunia ini. Ini diterangkan dlm surat Al Jatsiyah yg bunyinya artinya dmk :
“Dia menundukkan utkmu apa2 yg di langit dan dibumi semuanya”. Oleh sebab itu dunialah yg hrs mengabdi pd mns bukan malah manusia yg mengabdi pd dunia. Lha manusia itu mengabdinya pd Allah. Dlm arti lain kt ini hny mengelola dunia. Tentang pertanyaanmu td, apa kt tdk boleh menyukai isinya dunia ? Itu boleh2 sj asal kesukaanmu td tdk mengalahkan kesukaanmu pd Allah, pd Rosulullah dan pd Jihad Sabilillah, paham nang?”
“ya pak. Tp tlng diperjelas bgmn cinta dunia yg tdk melebihi yg 3 tadi pak?” kejar Sadar pd sang bpk.
“ya nanti kapan2 krn itu butuh wkt trsndiri biar tdk salah menafsirkan apa itu yg dimksd dg tdk melebihi kecintaan kt pd Allah, pd Rorul dan pd Jihad Sabilillah. Dan tdk semua org akan bs memahami penjelasan ini nantinya.
Kembali ke masalah tadi, spy mns tdk ditunggangi dunia maka perintahlah dunia sbb :
“hai dunia, kamu hrs mengabdi kpdku, bukan aku yg mengabdi kpdmu. Dan aku hny mengabdi kpd Allah”
krn di dlm Alqur’an mns itu juga sdh diperingatkn bhw mns itu bukan diperintah utk mencapai dunia melainkan hny jngn lupa akan nasibmu di dunia. Sbgmn disebutkn dlm surat Al Ghoshosh ayat 77 yg artinya :
“dan janganlah kamu lupa akan nasibmu di dunia”.
Pernah ada teman bpk datang ke rumah, kpd bpk teman tersebut trs mengeluh klau dia terlibat utang yg banyak. Dan ebelumnya ia tlh pernah mnjd org kaya, namun skrg teman bpk tsb tlh bangkrut yg kmd terlilit hutang yg banyak..” cerita P. Syukur yg kmd dipotong oleh anaknya.
“berapa besar hutangnya, pak ?”
“ketika bpk tanya dia bilang ya sebesar 500 jutaan lbh. Dan teman bpk itu mengeluh dan bertanya kpd bpk bgmn caranya agar supaya dia bs membayar seluruh hutang2nya itu. Dan bpk juga menjwab : “org waktu hutang asaja bpk tdk dikabari kk, skrg stlh kesulitan bayarnya baru beri tahu”
Jd teman bpk itu ketika punya banyak uang, bpk tdk diberitahu, dan stlh kehabisan uang dan punya hutang dia memberitahu. Bpk juga bilang : “coba jika dulu saya diberitahu kan bisa ikutan pinjam, jd saudara tdk sendirian susahnya, karena ada tolong menolong” kemudian bpk mengatakan lagi tentang tolong menolong yg diperintahkan Allah dlm Surat Almaidah ayat 2 yg artinya : “tolong menolnglah kamu dlm urusan kebaikan dan taqwa”.
Jd tolong menolong itu adalah perintah Allah, bukan perintah bpk, bukan perintah kyai atau yg lainnya. Sebab kalau hanya menolong saja lama2 ya bs hancur. Allah saja Yang Maha Kaya utk memasukkan mns ke Surga itu sj hrs memberi syarat dulu pd mns yi hrs beribadah dulu. Stlh beribadah baru diberi Surga. Jk kt tdk mau beribadah terus meminta Surga ya tdk mungkin diberi, tdk mungkin dimasukkan Surga” kata bpk pd teman bpk tsb.
“ha..ha..ha..ha.. terus apa reaksi teman bpk tsb ?” tny Sadar pd bpknya.
“dasar memang tdk paham apa arti ibadah ya Cuma manggut2 saja.” Jelas P. Syukur.
“jangan lagi kok tamu itu, pak. Sdg saya sj nggak mudeng kok pak.: kata Sadar bernada mengkritik.
“mksdnya begini, kalau teman bpk itu ingin masuk Surga (hutangnya lunas) yg hrs mau beribadah (shodaqoh) spt apa diterangkan dlm surat Almaidah ayat 2 tadi.
“msh belum paham ?” jelas pak Syukur yg kmd menegaskan pd anaknya.
“ya paham, pak. Jd org kalau ingin masuk Surga Allah sendiri juga menentukan syarat dmk juga org yg banyak hutang ingin masuk Surga (hutangnya lunas) ya hrs mau bershodaqoh. Kalau eman yg bpk ceritakan td ingin hutangnya lunas ya hrs mau bershodaqoh krn ini termasuk tlong menolong sesuai Surat Alma’dah ayat 2 tadi. Terus yg ingin saya tanyakan kalau teman bpk td tdk punya uang utk bershodaqoh, pak ?” tny Sadar penasaran.
“itu tergantung tekad orgnya, sbgmn mns dlm perjuangannya. Ingin masuk Surga ya hrs ada perjuangan atau semangat yg kuat dan hrs disertai keikhlasan hatinya. Kadang2 org diarahkan utk bershodaqoh, agar semua hajatnya berhasil dan diijabahi oleh Allah tp pada tdk paham takut jika hartanya akan berkurang jk dibuat utk bershodaqoh. Padahal di dlm Shodaqoh td ada rhs besar kalau org itu paham, mk dia akan ber lomba2 utk melakukannya. Tp namanya sj org terjebak dg harta (cinta harta) ya itulah jadinya. Coba kamu angan2, uang yg sebesar Rp.10 rb sj digondeli, apaladi sejuta dan lbh2 lagu dunia ini, malah labih dikukuhi. Itulah salah satu ciri2 org yg cinta dunia.” Nasihat P. Syukur pd anaknya.
“betul juga apa yg bpk sampaikan barusan. Kalau Allah sj menentukan persyaratan utk bs masuk Surga, lha kok manusia inginnya dpt kenikmatan secara gratis tnp mau berkurban. Mk kita hrs dmk juga yakni mau tolong menlong dg sesama.” Kata Sadar seperti sdh paham dg apa yg diterangkan bpknya.
“Memang tiap2 mns itu pas ingin kejayaan (IZZU) dan kemulyaan (Karom). Tdk seorangpun di dunia ini yg tdk ingin kejayaan dan kemulyaan dan keinginan spt itu adalah keinginan yg benar krn sesuai dg fithrohnya mns. Hal inilah yg mnjd sebab bhw mns itu dimulyakan oleh Allah. Jd Allah sj memuliakan mns. Mk jk ada mns kok tdk mau memuliakan mns lain itu sama halnya bertentangan dg Allah.” Tutur P. Syukur.
“knp mns kok dimuliakan oleh Allah, pak ?” tanya Sadar memotong cerita bpknya.
“krn didlm diri mns itu itu ada sesuatu yg mulya, kalau mns itu tdk ada sesuatu yg mulia, mustahil Allah akan memuliakan mns. Dan dr sesuatu yg mulia itulah mk timbullah keinginan utk mencapai IZZU WAL KAROM (kejayaan dan kemulyaan). Leh sebab itu jk ada mns kok tdk ingin jaya atau tdk ingin mulya berarti termasuk menjadi mns yg salah. Akan ttp meskipun mns itu sdh mempunyai keinginan yg benar ykni keinginan utk mencapai kemulyaan dan kejayaan namun banyak juga diantara mns yg salah jalan dlm mencapai kebenaran tsb. Kira2 paham tdk dg apa yg bpk terangkan ini ?” tanya P. Syukur memastikan daya tangkap anaknya.
“jk itu sampai terjd mk khotbahnya tdk sah, krn diantara syaratnya khotbah Jum’at hrs ada seruan taqwanya, disamping itu juga hrs ada pujiannya (alhamdulillah). Dan juga ada sholawatnya. Stlh menyampaikan itu lalu turun dr khutbah tdk apa2. Jd khutbah tdk hrs lama, singkat juga boleh, atau mungkin hanya baca :
ITTAQULLOH, ALHAMDULILLAH, ASYHADU ALLAA ILLAHAA ILLALLOH, ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMADIN WASSALIM.
Dan sebelum khutbah di bacakan leh khotib “Yaa maasyirol muslimin rhimakhumulloh yg artinya “wahai golongan org2 muslim semoga engkau mendpt rohmatnya Alloh”. Tutur P. Syukur sambil menirukan gaya khotib sholat Jum’at.
“wah..wah.wah.. bpk kayak khotib sholat Jum’at beneran nih, pakai dipraaktekkan segala.” godaSadar kpd bpknya yg sdg berdiri sambil memegang sapu se akan2 pegang tongkat.
“bukannya bgt, nang. Ini spy kamu paham. Siapa tahu nanti kamu jd khotib di masjid.” Balas sang bpk ganti menggda anaknya, yg kmd melanjutkan ceritanya :
“ketika pembacaan khutbah, mk kamu semua disunahkan utk diam dan mendengarkan termasuk khotibnya juga hrs mendengarkan. Kadang2 wkt membaca pesan itu lengkap dg prowinya. Tp tdk bpk jelaskan sekarang, nanti kamu mengantuk.” Jelas P. Syukur.
“apa bpk pernah khutbah jum’at th ?”
“belum tu, nang .”
“lha kok nglotok sekali ?” sindir Sadar.
“bpk ini dulu pernah sekolah di madrosah dan pernah juga mondok.”
“mondok dimana, pak ?”
“mondok di kost2 an waktu kuliah he..he..he..” jwb P. Syukur sambil intermeso.
“bpk tuh bgmn sih ? org sy dengarkan betul2 malah….ha..ha..ha..ha.” potong Sadar namun tdk jd melanjutkan kata2nya krn tertawa geli.
“hayo..mau ngomong apa ?” desak P.Syukur.
“enggak ah, pak !”
“ya sdh nggak apa2. Skrg bpk lanjutkan lagi dan oleh krn pesan Nabi itu , ketika ada khutbah hendaklah diam mendengarkan, mk bs juga ada org yg ramai (mungkin membicarakan kulakan, membicarakan bgmn nih jualannya skrg kok sepi dsb), mk hendaklah kita mengingatkan dan cara mengingatkan cukup dg isyarat sj. Tdk usah pakai : “heh..jangan ribut !”
Kalau menyampaikan dg cara dmk berarti yg mengingatkan juga ikut bicaradan malah lbh keras, pdhal tdk boleh bicara.” Tutur p. Syukur.
“oh iya, knp kita kk diseru utk bertaqwa, pak ?”
“krn fithrohnya mns itu sbg keturunan nabi Adam adalah dimuliakan oleh Allah spt yg bpk terangkan dimuka. Lha utk mencapai ke jalan itu, jalan satu2nya adalah taqwalloh, lainnya tdk ada. Dan Allah itu Dzat yg Maha Jaya dan Dzat yang Maha Mulia
Dlm surat Fatir/10 yg artinya : “Maka bagi Allah kejayaan semuanya dan sesungguhnya Allah itu Maha Jaya dan Maha Bijaksana”
Ayat tersebut disebut beberapa kali di dlm Alqur’an. Ada juga yg artinya : “Dan Tuhanmu Maha Mulia”
Dg ayat2 itu tadi kt akan tahu bhw Allahlah sumbernya kemulyaan dan kejayaan. Mk jk kita ingin mendptkan kejayaan daan kemulyaan satu2nya jalan hrslah dg trs menerus menghubungkan diri kita atau mendekatkan diri kita pd Dzat Yang Maha jaya dan Yang Maha Mulia yaitu Allah. Lha caranya ya dg jalan taqwalloh.” Tutur p. Syukur secara rinci.
“bisa diperjelas lg nggak, pak ? Masalah pendekatan diri pada Allah tadi ?” tanya Sadar.
“baik, oleh krn td bpk terangkan bhw utk mencapai kejayaan dan kemulyaan adlh dg jalan menghubungkan diri dg Allah atau senantiasa mendekatkan diri kpd Allah (taqorrubillalloh) mk bpk akan bahas pula mengenai istilah taqorrub atau qurbaa. Taqrrub itu artinya mendekat. Dan kalimat taqrrub itu berasal dari kata krroba artinya dekat. Dan dr kata2 korrrba inilah munculah kalimat qurban. Jd kalimat qurban ini artinya dekat. Dan utk bs mendekatkan diri pd Allah itu jalannya hanyalah dg ibadah. Makanya semua ibadah itu juga dinamakan taqrrub. Bukan kerbaunya, lembunya, atau kambingnya dan juga darah yg muncrat ketika hewan disembelih. Tapi taqwanya mns itu. Mknya bapak selalu menghimbau kepada teman2 , saudara2 dan dirimu agar bertaqorrub (kurban). Tp bukan kambing, lembu atau kerbau yg bpk sembelih kemarin. Nanti malah ada yg cari sapi benggala yg besar utk bs dinaiki 9 org. Kmd cari yg tanduknya panjang yg bs buat pegangan. Kalau yg depan sih bs pegangan, lha yg belakang terus memegang apa ?” tutur P. Syukur yg disambut tertawa anaknya ter pingkal2.
“ha..ha..ha..ha..” tawa Sadar meledak bgt mendengar penuturan bpknya, yg kmd mengomentari :
“saya kira binatang sembelihan qurban itu yg dinaiki, pak. Katanya kukunya yg ada di kakinya itu utk menjepit rambut yg utk titian ketika menuju Surga itu, pak.” Kt Sadar yg msh juga tertawa geli.
“oleh sebab itulah nang, dr situ pula shg bs dikatakan bhw jk ingin mencapai kejayaan dan kemuliaan maka jalan satu2nya dg menaiki kendaraan TAQORRUB (naik jembatan sirothul mustaqim). Pdhal disitu dikatakan besarnya jembatan adalah satu helai rambut terbelah tujuh, dan di bawahnya ada neraka, cba kamu angan2 apa bs lembu lembu melewati jembatan sirotul mustaqim ? Mknya binatang2 yg dipakai untuk korban dlh binatang2 yg berkuku pecah krn digunakan utk menjepit seperti yg kamu katakan tadi.” Jelas P. Syukur kmd berhenti sejenak utk menghisap rokoknya. Kmd melanjutkan ceritanya :
“sy ga bs bayangkan, pak. Seandainya di desa kita ini ada org yg ingin ke kota kmd dg menaiki kambing atau lembu, tentu banyak mengundang tanda tanya bagi org2. Mungkin pertanyaan yg ada dlm pikirannya begini : “mulai kapan org itu aneh spt itu ?” kata P. Syukur sambil melucu.
“ha..ha..ha..ha..ha..ha.” Sadar hanya bs tertawa mendengar cerita sang bpk.
“jangan tertawa melulu, kamu sdh jelas apa belum dg apa yg bpk sampaikan tadi ?”
“jelas pak. Abisnya bpk selalu melucu terus sih.” Sahut Sadar.
“jd, sebenarnya yg bs dinaiki itu bukan kambing, bukan lembu atau kerbau, tetapi taqorrubnya itu tadi. Seperti yg diterangkan dlm Surat Al Hajji ayat 37 yg artinya sbb :
“tdklah sampai pada Allah daging dan darahnya qurban tetapi yg sampai pd Allah adalah Taqwamu”.
Jd yg sampai pd Allah itu bukan punuk sapi yg ginuk2 itu beserta dagingnya, tetapi taqwanya atau taqorrubnya org yg menyembelih sapi tadi.’ Tegas P. Syukur.
“waktu saya msh di SLTP dulu, setiap menjelang hari raya qurban, murid2 di suruh iuran utk membeli hewan qurban, trs itu bgmn, pak ?”
“itu lbh lucu lagi, nang .”
“kok bs lucu, pak ?”
“ya lucu banget, krn satu ekor kambing besoknya bakal dinaiki murid satu kelas, apa tdk ter seok2 ?” jwb P. Syukur.
“ha..ha..ha..ha…ha..ah bpk itu kok ada2 saja.”
“ya betul kan ? Tp, jk itu niatnya utk mendidik murid2 agar berlatih utk berqurban ya tdk apa2. Ada lg nang. Yg berkeyaqinan utk sampai ke Surga dg menaiki masjid atau musholla. Katanya ini malah lebih cepat ke surga dibanding menaiki lembu atau kambing.. Dan katanya lagi, masjid atau musholla ini nantinya juga ada jendelanya shg bs melihat neraka. Tp ini hanya diperuntukkan org2 yg banyak amal jariyahnya utk masjid atau musholla. Dikatakan lagi, adapun kecepatan perjalanan dg menaiki masjid atau mushola itu tadi, ada yg bilang sangat cepat laksana kilat dan yg kecepatannya seperti burung elang itu bila amalnya lebih lagi. Dan juga ada yg berpendapat bhw nanti (stlh hr qiyamat) semua masjid di dunia pd terbang seperti burung dan warnanya emas. Lbih enak yg terbangnya naik masjid yg berkecepatan kilat karena sdh barang tentu akan lebih cepat sampai ke halaman surga/ Tp nanti stlh sampai dihalaman surga ternyata pintu surga masih tutup. Dan dia tdk bs membukanya sebab : tdk tahu kuncinya. Lalu tanya kpd Malaikat : “dimana kuncinya ini ?”
Kmd Malaikat berkata : “apa kamu tdk membawa kuncinya ?” kmd org itu menjawab : “tidak” Kmd si malaikat bilang bhw kuncinya surga itu adalah LAA ILLAHA ILLALLOH.”
Kmd si org itu berkata lagi : “lhoh, aqu sdh biasa mengamalkan itu kok.”
Kata malaikat lagi : “kalau itu kan hanya lisanmu yg bunyi, tp apa hatimu sdh mengamalkan LAA ILLAHA ILLALLOH
Demikian itu tadi nang, dialgnya antara org2 itu td dengan malaikat ketika tiba di halaman Surga.” Tutur P. Syukur.
“saya msh belum jelas pak, kenapa org td sdh mengamalkan LAA ILLAHA ILLALLOH tp kok belum bs buka pintu surga ?” tny Sadar msh penasaran.
“kamu kan sdh bpk trgkan bhw yg melakukan perjalanan ke akhirat itu ruhnya, jiwanya. Dan jika jiwa sdh kemasukan LAA ILLAHAA ILLALLOH ya akan bs memegang kuncinya Surga shg bs membuka pintu Surga. Tp kalau Laa Illahaa Illalloh hanya sebatas geleng” nya kepala yg akan mengalami seperti yg bpk sampaikan tadi, krn td yg kemasukan Laa Illahaa Illallo hanya jasmaninya sj. Sdgkan jasmani itu ketika wafat ditinggalkan di dunia. Makanya nang jangan merasa kamu sdh tahu arti drpd Laa Illahaa Illalloh, sebab kalau itu sih ssemua org tahu. Bhkan org yg tdk tho’atpun tahu artinya. Dan utk geleng2kan kepala itupun semua org bisa.” Tutur P. Syukur.
“terus, kesimpulannya org2 tadi bgmn, pak ?”
“ya jelas tdk bs membuka pintu Surga tho nang, bsnya cuma sampai pada halamannya Sura sj. Itu tadi contoh org2 yg ibadahnya hanya sebatas sampai pd jasmani sj. Sdgkan jasmani itu ditinggal di dunia, dan yg ke Surga itu adalah ruhnya. Akhirnya ya kayak coontoh tadi. Kadang masalah dzikir itu ada juga org yg mengolok : “masih muda kok sdh dzikir”. Atau terkadang ada org yg berkata dmk : “begini sj kamu yg dzikir, akalau aku nanti kalau sdh tua saja”.
Yang namanya dzikir itu kan ingat kpd Allah, mau dzikir dan ingat kpd Allah kok menunggu kalau sdh tua. Nanti kalau belum sempat sampai tua dan sdh keburu dijemput sakarothul maut ya sdh terlmbat. Kalau mati dlm usia tua sih gak apa” msh sempat, tp kalau mati dlm usia muda mana sempat lagi. Ada lagi, nang. Org yg punya prinsip, aku tdk mau sembahyang dulu krn diriku msh kotor. Coba kaamu angan2, sdgkan rg yg sdh sholat saja msh ktor apalago yg tdk sholat ? Oleh sebab itu pesan bpk kpdmu, hendaknyalah kamu selalu bertaqrrub kpd Allah. Dan pernah juga ada yg mengolok beggini : “org sdh sholat kok kelakuannya msh bgt ?” Kalau dengar kalimat seperti itu mk jawab saja : “lha yg sholat sj bgt apalg yg tdk sholat.” Tutur p. Syukur.
“sebenarnya taqwa itu apa sih, pak ?”
“taqwa itu ada yg mengartikan takut kpd Allah. Maka jika ad seruan ittaqulloha. Ketika kamu mengikuti sholat Jum’at maa artinya hendaklah kamu takut kpd Allah.” Jwb P. Syukur.
“pengertian takut kpd Allah itu yg bgmn, pak ?”
“pengertian takut kepada Alloh itu jangan kamu tafsirkaan seperti kalau kamu takut pada gendruwo, spt kamu takut kpd ular dsb. Jika kamu tafsirkan spt itu justru kamu malah menjauh dari Alloh. Padahal kita diperintahkan utk bertaqorrub (mendekat). Karena takut menafsirkannya salah maka takut kepada Alloh ditafsirkan dg menjalankan perintah Alloh dan juga menjauhi larangan2 Alloh. Taqwa itu berasal dari kata WAQWA. Dan waqwa itu berasal dari kalimat WIQOXATAN atau WAQOYA yg artinya penjagaan. Kmd lafal waqwa wawunya itu diganti dg “ta” shg menjd taqwa. Jd taqwa itu maaknanya penjagaan, perlindungan yakni perlindungan diri dlm hubungannya dg Allah. Mk dr itu dg tnp melalui jln taqwa tdk mungkin bs mencapai izzu wal karomu atau kejayaan dan kemulyaan, krn yg memiliki kejayaan dan kemuliaan hanya Allah. Kalau mns itu mempunyai kekayaan yg melimpah, punya ilmu yg tinggi apbl ada taqwa mk kekayaan dan ilmunya td tdk membahayakan dirinya dan org lain.” Jelas P. Syukur.
Kmd P. Syukur melanjutkan lagi ceritanya :
“MENURUT Imam Ghozali, kalau utk mnjd org kaya, kmd dg menggunakan berbagai macam cara atau cara apapun ditempuhnya walau itu haram, mk itu cara yg tdk didasari ketaqwaan. Coba kamu bayangkan, nang. Seandainya org yg pny harta tp tdk ada ketaqwaan thd Allah mk dia akan menggunakan hartanya utk hal2 yg tdk baik. Dmk juga dd org yg mempunya ilmu, kalau di dlm dirrinya tdk ada ketaqwaan pd Allah ya akan dipergunakan utk hal2 yg tdk baik. Contohnya org2 yg ahli computer, kalau dia tdk mempunya ketaqwaan kpd Allah, mk ilmunya akan dipergunakan untuk merusak atau mengganggu AKUN fb org lain dsb. Ini sangat membahayakan dirinya dan juga membahayakan org lain. Terkadang org hanya ingin kaya saja. Kalau hanya pengin kaya saja itu salah, bgmn stlh bekerja keras trs menjadi kaya ttp stlh kaya kmd hancur martabatnya ? Hal spt itu banyak cnthnya, lihat aja berita2 di TV.” Tutur P. Syukur.
“lho kok bs hancur martabatnya itu kenapa, pak ?”
“bisa, krn yg diburu tadi sifat rakusnya terhadap keinginan segera menjadi kaya atau segera menjadi org yg linuwih kalau itu ilmu. Org dg kemampuan ilmunya kmd merampok, men jambret dsb krn merasa dirinya kebal peluru. Dan kalau yg diburu adalah keinginan segera mnjd org kaya kmd melakukan korupsi, mengemplang uang2 bantuan sosialo dsb. Semua itu tadi perbuatan yg bakal merusak martabat dirinya dan juga merugikan rg lain. Kanjeng Nabi nate Dawuh yg artinya : “tdk membahayakan , kaya bagi org2 yg bertaqwa”.
Dengan taqwa segala sesuatu menjd netral. Tnp taqwa kekayaan, kemiskinan, kesenangan, kesusahan dsb akan membahayakan. Dg taqwa jika kekayaaan datang akan diperssilahkan (tdk ditolaknya kekayaan itu), hny sj kekayaan tsb akan dipergunakan utk mengabdi kpd Allah. Dan jk kekayaan itu pergi juga akan dipersilahkan (tdk ditangisi). Krn dia sadar bhw kedatangannya di dunia dulu juga tdk membawa apa2. Itulah nang sikap org yg taqwa.
Jd sikapnya org yg taqwa itu bukan kalau jalan menunduk terus sambil selalu memegang tasbihnya. Atau wajahnya ditutup rapat yg kelihatan hanya matanya saja. Sikap rg yg taqwa itu juga bukan rg yg selalu memutar tasbihnya di depan org banyak sambil menemui tamunya. Kalau itu yg dilakukan , namanya akting biar dianggap org sufi, biar dianggap org yg tho’at. Perlu kamu pahami, nang. Bhw taqwa itu adanya dlm hati, bukan ada di lahir. Dan bagi yg suka penampilan, terkadang kalau bicara di fasih2 kan biar dikatakan benar2 menjiwai bahasa Arab. Kalau yg dmk itu ga beda dengan pemain sinetron yg menjiwai perannya. Saking fasihnya sampai menyebut nama Parjan diucapkan Farjan. Bahkan ada juga yg mengucap : Attakhiyyatul , mubaarokhaatush sholawaatuth thoyyibaatulillah, tasjidnya sj dihitung, Dan memang dlm kitab Sulam, bacaan tsb tasjidnya di hitung. Akan ttp mereka melupakan “ LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH. Pdhal mslh tsb sdh di peringatkan di dalam Adzan. Yaitu : Hayya Alash Sholaah dan Haayya Alal Falaaah. Dan kalimat : Laa haula walaa quw-wata illaa billah ini terletak di rahasianya sholat. Yi yg menyebabkan kita bs sholat adalah krn Biquwwatillah.” Tutur P. Syukur yg berhenti sejenak utk menghisap rkok 76 nya.
Stlh puas menghisap rokoknya, kmd org tua itu melanjutkan ceritanya :
“Bisa berdiri, bisa ruku’ bisa sujud dll itu semua krn biquwatillah. Jd sholat itu bukan karena bs sendiri melainkan krn biquwatillah. Jk kesaadaran kt wkt sholat bs bgt nanti sholatnya akan bs mi’roj. Sdgkan kalau hanya ingat tasdidnya ya akan mbulet disitu. Mk bpk berpesan kpdmu, kalau kamu sholat jangan lupa akan Haulillah dan Quwatillah. Spy bs manunggal kawulo lan gusti.” Ingat P. Syukur kpd anaknya.
“oh iya tolong dijelaskan sedikit ttg manunggaling kawulo lan Gusti itu tadi, pak”
“Masalah manunggalnya kawula dan Gusti atau manunggalnya Gusti dan kawula, itu bkn spt manunggalnya cabe dan pedasnya, garam dg asinnya, bukan dmk, nang. Gusti tetap Gusti. Dan kawula tetap kawula. Tp sbg mns bs memanunggalkan kawula dan Gusti.” Jelass p. Syukur.
“lha itu caranya bgmn, pak ?”
“caranya ya dg kesadaran BIHAULILLA dan BIQUWATILLAH yi yg menyolatkan dirinya itu adlh Allah. Memang yg membaca itu dirinya, tp yg menjdkan dirinya bs membaca adalah Allah. Dirinya yg ruku’ tp yg meruku’ kan adalah Allah dst. Inilah yg dimksd dg IYYAAKANA’ BUDU WA IYYAAKA NASTA’IN. Kesadaran yg dmk inilah yg benar. Tp kebanyakan mns merasa bs ruku’ dan bs ssujud sendiri, merasa bs bertahiyyat ssendiri. Merasa bisa membaca LAA HAUL sendiri dsb. Mereka melupakan pertolongan Allah. Kalau sampai merasa segala sesuatu bs sendiri ini syirik. Dan kalau bgttrs kapan bs mencapai taqwalloh ? masalah Ubudiyah nya sj blm sampai aplg taqwanya. Dan yg dmk ini tergolong DZULLU WAL ADAM (kerendahan dan ketiadaan). Mereka hny keliahatan sj sholat, keliahatannya ruku’, sujud dsb tp sebenarnya apa yg mereka lakukan itu hanya sebatas bayangan saja . Adam itu artinya tiada. Shg dia akan mendptkan kerendahan hati dan kepayahan saja. Sebaliknya dg org yg taqwa, mereka tiada akan kekurangan. Walaisa alaa abdin taqiyyin naqiishuhu yg artinya dan tdk ada atas hamba yg taqwa kekurangannya. Malahan bagi mereka yg taqwa akan semakin menambah trs ketaqwaannya. Mk jk kamu bersyukur akan Aku tambah terus nikmat yg ada padamu. Itulah janjinya Allah. Jd apa yg bpk sampaikan ini bs menambah wawasanmu, nang. Mudaah2an kamu bs menangkap dan paham yg bpk sampaikan. Jelas ya, nang ?”
“ya jelas dan paham, pak. Dan tlong dijelaskan pula apakah taqwa itu ada tingkatannya ?” tanya Sadar msh ingin pelajaran dari bpknya.
“Betul, taqwaa itu ber tingkat2, sampai 3 tingkat. Seperti halnya yaqin yg ada 3 tingkat.
Yaitu : yaqin —– > ainul yaqin ——- > haqqul yaqin.
Sdgkan yaqin itu sndri adalah tingkatan iman, bukan imannya. Jd stlh imannya mencapai tingkatan yaqin dan selanjutnya bisa mencapai haqqul yaqin. Begitu pula ddg nafsu. Nafssu itu juga ber tingkat2. Tingkatan nafsu yg paling rendah adalah amaroh, lalu di atasnya lagi mutmainnah itu tingkatan nafsu. Nafsu amaroh adlh nafsu yg selalu mengajak kpd kejahatan terus. Jika nafsu amaroh itu dididik terus dengan bermujahada, misal spt berpuasa, berdzikir, sholah dsb maka nanti akan meningkat menjadi nafsu lawwamah. Kalau sdh menjadi nafsu lawwamah mk sdh bs membedakan mana yg baik dan mana yg tdk baik. Sdh bs membedakan mana yg halal dan mana yg haram, sdh bs membedakan mana yg tauhid dan mana yg syirik, antara yg dholim dan yg adil, antara maksiyat dan tho’at dsb. Tp dlm prakteknya kebanyakan msh menjurus ke arah negatif. Misalnya : sudah tau mencuri itu dosa tp ketika keluar dari masjid mengambil sandal rg lain. Sdgkan kalau nafsu muthmainah itu adlh nafsu yg tenang. Muthmainah itu artinya tenaang. Dan jika nafsunya sudah mencapai nafsu yang muthmainah maka akan bisa mendengar panggilan Allah. Akan bisa mendengaar panggilan Allah. Spt yang diterangkan dalam Alqur’an sbb :
YAA AYYATUHAN NAFSUL MUTHMA INNAH yang artinya wahai nafsu yang tenang.
Dengan nafsu ini, seandaainya tiba2 kedatangan banyak harta, dia tetap tenang dan akan mengucap Alhamdulillaahirobbil aalamiin haadza min fadl lillah. Dan jika haartanya lenyap diapun akan tetap tenang. Dicela orang dia tetap tenang. Dikhianati orang ya tetap tenang. Kmd diberi cobaan dg berbagai macam cobaan dia tetap tenang dan hatinya tddk terguncang. Dagangannya sepi dia tddk khawatir, krn berrffikir mungkin Allah punya rencana lain. TAMAT.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan