(Kisah Rohani) Jurus Jitu

Salam sejahtera untu para pembaca yg berbahagia, berikut adlh pengalaman yg tak terlupakan yg pernah aqu alami.
Berikut kisahnya..
Di kmpungku tinggalah seorang ibu rmh tangga yg terkenal angkuh dan sombong. Sebetulnya sih dalam kehidupannya ya tergolong cukupan saja. Tapi setiap bergaul dg para ibu2 yg ia bicarakan masalah duniawiyah saja. Spt kesuksesan suaminya dalam meniti karier sbg pns, atau putra putrinya yg telah ketarima sabagai pegawai negeri dll. Kalau ada tetangganya yg lagi susah pasti ia cemooh yg katanya banyak hutanglah dsb. Pokoknya dirinya gak mau diungguli atau disalahkan. Dan yg menjadi perbincangan ibu2 yi ibu tsb tdk mau minum atau makan hidangan yg disuguhkan pdnya setiap menghadiri acara arisan atau pertemuan ibu2. Anehnya lagi walu ia tdk mau mencicipi makanan yg disuguhkan oleh tuan rumah , dia bisa mencela bhw mkanan yg disuguhkan ga enak lah atau kurang kebersihannya dsb. Kebetulan pd hari itu rumahku mendapat giliran ke tempatan acara arisan dan kesempatan itulah akan aku pergunakan utk menyadarkan ibu tsb.
Sengaja hidangan yg aqu suguhkan aku bwt sedemikian rupa dg cara one by one atau msg2 cuma mendapat 1 porsi. Dan memang juga aku sengaja utk aku bagikan sendiri. Setelah aku bagikan semua dan ibu tsb sengaja aku lewati termasuk pemberian minumnya , tiba2 ada yg protes ;
“bu, mana bagian bu Anu, beliau blm dpt lho?”
dg tenangnya aku jawab ;
“tdk usah, paling bu Anu tdk akan doyan org selama ini juga tdk pernah mau disuguhi kan?
Suara agak bergumam terdengar adir ibu2 yg nadanya membenarkan tindakanku. Kemudian ibu Anu tsb nyeletuk ;
“ea kali ini aku akan coba mencicipinya. Ea sekali2 aku merasakan masakan tuan rumah.” kata bu Anu smbil meminta hidangan yg msh tersisa.
Dan benar, ibu yg terkenal angkuh itupun pada akhirnya tdk kuat bertahan dg keangkuhannya setelah terkena jurus jituku yg dh aku rancang jauh sebelum rumahku mendapat giliran ketempatan arisan.
Sejak saat itu ibu tsb sdh tdk angkuh lg, dan mau menikmati hidangan yg disuguhkan ketika menghadiri pertemuan. Terima kasih Tuhan.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan