(Kisah Rohani) Kesombongan Jilid 2

EPISODE : SAYEMBARA

Setelah kematian Resi Bagasspati maka Narasomalah yg bertanggung jawab merawat dan menjaga Dewi Pujawati yg sekarang telah berganti nama menjadi Dewi Setyowati. Narasoma telah berjanji kpd org tua Dewi Setyowati. Apalagi dia sendiri juga telah jatuh hati pada wanita cantik ini. Sebenarnya dia tdk tega melihat kesedihan wanita itu. Krn gara memenuhi permintaannya maka Bagaspati telah merelakan dirinya dihabisi oleh menantunya itu. Daalam hati Narassoma ada penyesalan yg luar biasa. Dia merasa berdosa krn telah menghabisi Raksasa yg berbudi luhur itu. tetapi karenaa hatinya telah tertutup rasa malu terhadap rakyat Kerajaan Maandraka kalau sampai tahu dirinya mempunyai mertua Rasekso, maka rasa menyesalnya pun akhirnya hilang, Sehingga membuat apa yg telah dilakukan seperti hal yg biasa ia lakukan ketika menghabisi musuh di medan laga. Itulah yg terjadi juga pd semua mns diseluruh jagad yg fana ini. Jika seseorang mata hatinya telah tertutup oleh sesuatu yg diinginkan, maka dia tdk segan2 utk menyingkirkan penghalangnya. Entah itu yg jd penghalang adalah sdr, org tua apalgi hanya teman, pasti akan dihabisi. Nyawa akan mempunyai nilai yg rendah dibanding dg apa yg diinginkannya. bahkan uang seperak pun akan menjadi lebih bernilai dibanding nyawa manusia. Na’udzubillah.Kembali kepada Narasoma dan Dewi Setyowati. Setelah mengurus jasad Bagasspati utk dimakamkan sebagaimana mestinya,kmd Narasoma mengajak pasangannya itu pergi meninggalkan pertapaan Argo Belah utk menuju ke kerajaan Mandraka guna memperkenalkan calon istrinya itu kpd ayahnya yg kini msh memegang tahta kerajaan tsb, . Namun peristiwa tewasnya Resi Bagaspati belum mampu merontokkan sifat sombong dr Narasoma. Ini terbukti dalam perjalannya bersama Dewi Setyowati dia msh juga suka mengadu ilmu dg para ksatria yg ia temui.Terlebih lg sekarang dia telah memiliki ilmu Condrobirowo, malah semakin membuat Narasma takkabur. Dia masih ingat jelas pesan Bagaspati ketika ruhnya belum menuju ke alam kelanggengan, bhw kematiannya akan terjadi ketika ada perang besar. Jadi menambah keyaqinannya kalau dirinya tdk akan mati kalau hanya bertanding dg org per org. Dan memang benar, dia selalu memenangkan setiap adu kesaktian dg lawan2 nya. Kalau pihaklawan sdh mengakui kekalahannya, barulah dia melepaskan musuhnya yg tlh menyerah. Itulah kesmbongan Narasoma yg makin bertambah dg telah dipunyainya ajian condrobirowo.Setiba di Kerajaan Mandraka, Narasoma disambut dg penuh sukacita oleh ayahnya yg bernama Prabu Mandrapati yg juga raja kerajaan Mandraka. Begitu pula adik wanitanya yg bernama Dewi Madrim pun langsung memeluk erat kakaknya yg telah lama pergi dan sekarang telah kembali. Kerinduan terhadap sang kakak tercurah sdh setelah berada didekapan kakak satu2 nya yg ia cintai. Memang Dewi Madrim suka ber manja2 dg sang kakak. Demikian pula Narasoma, sangat mengasihi adik perempuannya itu. Kmd Narasoma menceritakan kisah selama berpetualang sampai dia kmd mempunya calon istri yg kini telah dihadapkan kepada keluarganya. Sebenarnya Narasoma dan Pujawati sdh dinikahkan oleh Bagaspati sebelum meninggal dibunuh oleh Narasoma. Namun karena blm resmi nikah secara kerajaan, maka dianggap hanya sebagai caloon istri. Dalam menceritakan kisahnya itu Narasoma juga menceritakan bhw dia telah mendapat ajian coondrobirowo dg cara terlebih dulu meminta kematian Resi Bagaspati. semula Prabu Mandrapati merasa senang mendengarkan kisah petualangan putra mahkota calon pengganti dirinya itu.. Apalagi putranya telah memboyng putri Resi Bagaspati yg sebenarnya juga sahabat akrabnya. Memang antara Resi Bagspati dan Prabu Mandrapati telah terjalin hubungan sahabat yg sangat akrab. Tdk hanya sebagai sahabat saja, bahkan telah saling mengikat sebagai saudara angkat. Tapi begitu tahu bhw Resi Bagaspati telah tewas , betapa kesedihan hati raja Mandraka tdk bisa terbendung lagi.”eh…eh..lha dalah, jagad dewo bathoro waseso wasesaning kang akaryo jagad. Eh..hmmmm, keladuk kurang dugo (tdk punya tata krama) kamu anakku. Kenapa kamu tdk punya rasa kemanusiaan shg tega nian kamu menghabisi nyawa org yg tdk bersalah. walau dia berwujud rasekso tp dia punya hati yg mulia dan berbudi luhur. Benar2 kamu bukan manusia tetapi binatang yg berwujud manusia. Oh…dewa..dewa, ampunilah aku org tua yg tdk bisa mendidik anak menjadi manusia yg berakhlak mulia. Ampunilah aku dewa…dewa.” kemarahan Prabu Mandrapati disertai ucapan2 yg pedas terhadap putranya itu hanya ditanggapi Narasoma dg penuh kepasrahan dan siap utk menerima hukuman dari ayahandanya yg tambah kelihatan semakin tua.Suasana begitu hening yg terdengar hanya isak tangis penyesalan raja Mandraka yg getun keduwung (penyesalan mendalam) thd kelakuan putranya yg bakal menggantikan kedudukannya sebagai raja Mandraka. Tdk ada satupun para punggawa yg berani berbicara atau menyela thd kemarahan raja itu.”aduh..dewa..dewa, aku telah kehilangan sdr angkatku yg sangat aku kasihi spt sdr kandungku sendiri. Oh…kakang Resi…kakang Resi, janganlah kamu pergi sendiri kakang. tunggulah, tak lama lagi aku akan menyusulmu. Apa perlunya aku hidup jika hrs berdampingan dg seorang anak yg durhaka.” sambat2 raja itu menyebut nama Bagaspati sdr angkatnya yg telah pergi ke alam kelanggengan. Rasa duka cita yg sdg dialami Prabu Mandrapati benar2 sngat mendalam krn telah kehilangan sdr angkatnya yg sdh spt sdr kandung sendiri. Yg lbh menyakitkan lg, kematian sdr angkatnya itu dg cara yg mengenaskan dn yg membunuh justru malah putranya sendiri.”duh kakang resi, begitu nistanya disaat akhir hidupmu kakang. kenapa kamu hrs praloyo (mati) dg cara sperti itu. Jika kamu tewas krn perang tanding itu msh terhormat. Akantetapi kematianmu kok dg cara yg …oh…sungguh menyakitkan hatiku ,kakang. Lebih2 yg membunuhmu justru malah anak tedak keturunanku sendiri. Sungguh anak yg kurang tata kramanya. Jangan kamu pergi sendirian kakang. Aku akan segera menyusul utk menemani dirimu.Oh..kakang.. kakang resi.” duka yg mendalam disertai keinginan Prabu Mandrapati yg ingin menyusul kematian sdr angkatnya itu membuat iba para punggawa yg hadir disitu. Namun semua hanya bs menitikkan air mata tnp bs berbuat apa2.Karena kesedihan yg begitu dalam, akhirnya raja Mandraka itu jatuh sakit dan tdk berapa lama kemudian wafat dan sesuai dg keinginannya utuk segera menyusul kematian Resi Bagaspati.Hal dapat kita maklumi. Knp dmk ? Karena selain hubungan Resi Bagaspati dg Prabu Mandrapati tdk hanya sekedar hubungan persahabatan biasa. Tetapi hubungan mereka dapat dikatakan sakit satu maka yg lainnya ikut merasakannya. Demikian pula jika yg satu senang yg lainnya juga ikut senang. Yg lebih membuat raya Mandraka itu mengalami shock berat shg mempercepat ajalnya yaitu karena yg membunuh resi tersebut justru anak kandung dia sendiri. Apalagi dlm membunuh dengan cara yg menurutnya tdk menunjukkan sifat manusia.Itulah sifat rakus dan tamak dari Raden Narasoma. Karena keinginan menguasai ajian condrobirowo dia rela menghalalkan segala cara. walau itu hrs mengurbankan nyawa org yg tdk berdosa. Kalau toh dia beralasan merasa malu krn punya mertua rasekso itu hanyalah alasan yg di buat2. Sebagaimana umumnya manusia. Jika dia menghalalkan caranya kmd disalahkan mk di akan mencari alasan utk bisa diterima leh org lain.Dengan wafatnya prabu Mandrapati, mk secara otomatis kedudukan raja digantikan oleh putra mahkota yaitu raden Narasoma. Setelah Narasoma menjadi raja maka namanya diganti dengan Prabu Salyo dengan permaisurinya yg bernama Dewi Setyowati. Walau kini sdh menjadi raja, Narasoma yg telah berganti nma menjadi Prabu Salya, msh tetap meneruskan hoby lamanya yaitu ulah kanuragan dan suka mengadu kesaktian dg mencari lawan2 tandingnya. Dengan ajian condro birowo itulah lawan2 nya pd takluk semua. Tdk ada satupun lawan2 yg mampu menandingi dirinya.Ajian macam apakah Condrobirowo itu dan bagaimana sejarahnya ajian tersebut ?Di dlm cerita KESMBONGAN pd jilid I telah diterangkan tentang ajian tersebut. Dan utk mengetahui asal muasal adanya ajian condr birowo marilah kita ikuti sejarahnya.Ajian condrobirowo yg sekarang dimiliki Narasoma dan didapat dari pengorbanan nyawa Resi Bagaspati itu sdh ada yg memiliki sebelum dimiliki Resi Bagaspti. Marilah kita menengok jauh kebelakang utk mengetahuinya yaitu kita menuju ke masa sebelum Resi Bagaspati dilahirkan dimana pada masa itu masa kerajaan yg bernama Mayaspati dan yg menjadi raja adalah Prabu Harjuna Sasrabahu. Prabu Harjuna Sasrabahu adalah seorang raja yg sakti mandraguna karena titisan Dewa Wisnu. Pada masa raja ini m di wilayahnya ada pertapaan yg didiami oleh seorang pertapa yg mempunya 2 org anak lelaki. Hanya anehnya 2 org anak lelaki tsb mempunya wajah dan bentuk yg berbeda bagaikan langit dg bumi. Yg satu tampan bernama Raden Sumantri dan satu nya lagi jelek dan berbentuk butho (rasekso) kerdil dan bernama Sukrosono. Dua2 nya mempunyai kesaktian yg luar biasa. Raden Sumantri yg tampan itu sangat menyayangi adiknya yg bernama Sukrono tsb. Kemana mana dia tdk pernah pergi sendiri dan selalu mengajak adiknya. Maklumlah namanya saja anak seorang pertapa, jadi mereka hrs bs mengurus diri mereka sendiri tatkala sang ayah baru puja semedi (berdzikir). Sukrosno yg berwajah jelek itu juga manja sekali kpd kakaknya, dia tdk mau berpisah dg sang kakak walau hanya semenit. Karena Sukrono berwajah jelek ditambah lagi punya cacat kalau berbicara celat (kayak mongannya org idiot), maka akan menjadi bahan tertawaan anak2 seusianya karena dianggap lucu.Pada suatu hari Raden Sumantri pamit kpd ayahnya yg pertapa itu utk pergi ke kota raja kerajaan Mayaspati. Sumantri ingin mencoba mengabdi pada kerajaan Mayaspati yg rajanya adalah Prabu Harjuna Sasrabahu. Sumantri ingin mengabdi kdp raja tsb krn dia tlh diberitahu ayahnya bhw sang raja adalah msh titisan Bathara Wisnu. Mendengar rencana kakaknya itu kmd Sukrosno ingin ikut juga.”acu icut cacang ancli(mksdnya aku ikut kakang Mantri).” rengek Sukrosno.”jangan adikku, perkalanan kakang sangat jauh dan penuh resiko.” cegah sang kakak.”pocoknya acu icut.” protes sang adik tdk mau ditinggal.”nanti saja akan kakang jemput jika kakang sdh mukti wibowo ( sdh sukses ).” bujuk Sumantri lagi.”acang Ancli nyanci bucuh lecakcianku ( kakang Mantri nanti butuh kesaktianku).” kata Sukrosono memberi alasan.Namun Sumantri tetap tdk mau diikuti adiknya. Dia bukannya malu dg keadaan sang adik, akan tetapi dia tdk tega jika nantinya adiknya akan jadi bahan olokan dan bahan terwaan org. Adiknya itu sdh dewasa hanya bentuknya saja kuntet, maka dia berpikir bhw sang adik akan bisa mengurus dirinya sendiri jika ia tinggal ke kerajaan Mayaspati. Jika saja adiknya itu tdk cacat, pasti juga sdh setinggi dirinya dan barang tentu akan di ajak ber sama2 mengabdi ke Mayaspati.Sumantri jadi kebingungan karena sejak dia punya rencana utk pergi ke Mayaspati itu siadik justru malah semakin lengket padanya dan tdk mau dipisah walau sedetikpun ibaratnya. Berbagai cara diupayakan agar sang adik bs ia limpe, tp tetap juga tdk bs. Akhirnya Sumantri pura2 bilang adiknya kalau dirinya tdkjd pergi dan mengajakadiknya utk segera tidur saja berhubung hari telah larut malam. Semula Sukrosono menolak,tapi setelah diyakinkan oleh sang kakak,maka akhirnya dia mau tidur juga, tetapi meminta kakaknya utk memeluknya. Sukrosono khawatir jika nanti dirinya terrtidur mk akan ditinggal kakaknya. Setelah melihat adiknya sddh tdr pulas, perlahan- lahan Sumantri melepaskan pelukan adiknya dan melangkah keluar dengan terlebih dahulu berpamitan pdadiknya yg lg tertidur pulas :”maafkan kakakmu ini adikku, terpaksa kamu aku tinggal, besok jika aku sdh mukti wibowo (sukses) di kerajaan Mayaspati kamu akan aku jemput, adikku.” bisik Sumantri dlm hati sambil menciumkening adiknya.Dengan penuh kasih agak lama ia perhatikan adiknya yg ia kasihi itu. Memang sungguh berat hati Sumantri hrs berpisah dg adik satu2 nya. Akan tetapi demi masa depan dan demi rasa cinta kepada kerajaan, maka dengan terpaksa ia hrs meninggalkan adik dan kampung halaman utk menuju kek kora raja. Setelah dirasa cukup dlm berpamitan kepa adiknya kmd segera dia bergegas keluar. setiba di luar rumah, dia kmd merapal aji lampah linimpat (berlari cepat) pemberian ayahnya agar supaya jika adiknya terbangun sdh tdk mampu utk mengejarnya. Dia sadar, memang adiknya itu punya kesaktian yg lebih dibanding dg dirinya. Knp dmk? Karena ayahnya tahu bhw Sukroson hrs punya pertahanan diri yg lebih mengingat kondisi tubuhnya yg kerdil sehingga jika punya kesaktian yg lbh dibandingkan dg kakaknya dimaksudkaan bs melindungi dirinya sendiri. jikaa ada bahaya yg mengancam.Setelah merapal ajian tersebut kmd kaki Sumantri menjejak tanah 3 kali dan tahu2 tubuhnya sdh melesat berada sejaauh 1000 km dari rumahnya (ilustrasi penulis). Betapa lega hati Raden Sumantri, krn dg sdh sejauh itu ia yaqin si adik tdk akan mampu menyusulnya.. Dan saat itu posisi Raden Sumantri sdh mendekati kota raja kerajaan Mayaspati.Setelah menunggu waktunya ada pertemuan para punggawa kerajaan Mayaspati deengan raja Harjuno Sosrobahu,dimana waktu itu waktunya sang raja utuk open house dg para kawwulo (rakyat), kesempatan tssb tdk di sia2 kan oleh raden Sumantri utk menghadaap sang raja. Setelah menghadap raja Harjuno Sosro Bahu, raden Sumantri kmd menyampaikan hajatnya utu dpt mengabdi di kerajaan Mayaspati dg kedudukan sbg apapun dia akan menerima. Pokoknya bs mengabdi di kerajaan. Mengetahui niat pemuda dusun tsb ,sang raja berpikir sungguh berani pemuda ini. Pasti ada sesuatu yg menjadiandalannya shg berani menawarkan dirinya utk menjadi abdi dalem. Maka dia bermaksud ingin mengujinya.”apa yg kamu andalkan haisatria bagusshg kamu berani menghadap kepadaku utk melamar menjadi punggawa kerajaan ?” tanya raja Harjuno SB setelah menerima sembah dari Sumantri.Harjuno Sosro Bahu adalah seorang raja yg sakti titisan Bathoro Wisnu. Sebenarnya dia itu sdh tahu bakal mempunyai punggawa yg bernama Raden Sumantri. Seorang pemuda dusun putra seorang pertapa. Hal ini dpt dimaklumi, krn dia titisan dewa maka tahu dengan segala apa yg akan terjadi. Tetapi dia ingin menjajal terlebih dahulu kesaktian Sumantri dg cara diuji tekad dan kemahirannya dalam ulah kanuragan, sebelum kmd diterima menjadi abdi kerajaan.”sedikit ilmu jaya kawijayan gemblengan dr ayah hamba brgkl bermanfaat.” jawab Sumantri metendah yg membuat senang hati sang raja.”baiklah anak muda, jika memang keinginanmu kuat utk menjadi abdi kerajaan Mayaspati, sambil menguji kemampuanmu maukah kamu memenuhi permintaanku ?” kata sang raja kemudian.”apapun yg Gusti minta akan hamba penuhi, walaupun harus mengurbankan nyawa hamba sendiri.” sanggup Sumantri.Akhirnya Sumantri diminta utk memboyong Dewi Citrowati utk dijadikan permaisuri raja Harjuno Sosrobahu yg saat itu Dewi Citrowati sdg disayembarakan dg mengadu kesaktian. Siapa yg paling sakti itulah yg berhak memboyong Dewi Citrowati. Utuk itu maka hrs mengikuti sayembara dan hrs bertanding utk mengalahkan peserta sayembara. Dengan kesanggupannya pd sang raja, mk kmd Sumantri berangkat menuju ke tempatnya Dewi Citrowati dimana wnt tersebut disayembarakan. setiba di sana di kmd mendaftarkan dirinya sebagai peserta sayembara dan berhadapan dg banyak rifal yg sakti2 dari ber bagai daerah.”aku hrs mampu mengalahkan mereka semua agar supaya bs memboyong Dewi Citrowati utk saya hadapkan pada Gusti Prabu Harjuno Sosrbahu.” kata Sumantri dlm hati.Akhirnya giliran Sumantri hrs bertanding melawan para peserta sayembara, dan bukanlah Sumantri kalau tdk mampu mengalahkan mereka semua. Tdk percuma dia pergi meninggalkan pertapaan dg membawa kesaktian yg ia miliki. Selama hdp baru kali ini dia pergunakan kesaktiannya utk berkelahi. Singkat cerita lawan2 yg mengikuti sayembara dpt dikalahkan oleh Raden Sumantri, dn karena dia pemenangmaka berhak memboyong Dewi Citrowati. Setelah dapat memboyong wnt yg disayembarakan tsb utk diserahkan kepada sang raja, timbullah pikiran Sumantri utk berencana lain.”kenapa aku musti hrs menyerahkan Dewi Citrowati ? Sdgkan utk memboyngnya aku hrs adu kadigdayaan , jika memang dia nyata2 sakti knp tdk merebut sendiri, knp hrs aku yg disuruh bertanding melawan rifal2 ku ? Kalau dia ingin memiliki dewi Citrowati, maka dia hrs bs mengalahkan diriku terlebih dahulu. Kalau memang benar dia titisan Bathoro Wisnu, pasti mampu mengalahkan aku.”pikir Sumantri.Akhirnya Sumantri benar2 melaksanakan niatnya, dia tdk langsung menuju kerajaan Mayaspati akan tetapi singgah terlebih dahulu di tenda yg tdk jauh dr kerajaan Mayaspati sambil suruhan kurir utk menyampaikan kbr bhw dewi Citrowati tlh berhasil dia boyong akan ttp sang prabu diminta utk menjemput sendiri..Setelah membaca surat yg disampaikan kurir. sang raja sangat marah . Tanpa pikir panjang raja tersebut langsung melesat menuju ke tempat raden Sumantri berkemah.”Heh..Sumantri ..Sumantri !!!, manusia tdk bisa dikasihani. Keluarlah dari tendamu , apa maumu ingsun (aku) akan memenuhi.” teriak raja yg sempat membuat keder hati Sumantri. Tp sdh terlanjur kepalang basah, kmd Sumantri keluar dr tenda dan menyambut ramah raja tsb.”hamba menghaturkan sembah kpd Gusti Prabu.” kata Sumantri sambil bersimpuh di hadapan raja yg marah tsb.”tdk usah basa basi heh…Sumantri !!! Apa yg menjadi maumu shg meminta ingsun utk menjemput Dewi Citrowati sendiri ?” tanya Harjuno Sosr Bahu dg suara menggelagar dibakar api amarah yg luar biasa.”ampun beribu ampun Gusti, hamba terpaksa ingin menguji kesaktian Gusti Prabu apakah sdh pantas utk hamba jadikan tempat mengabdi.” jawab Sumantri yg semakin menambah kemarahan raja tsb.”kurang ajar sombong sekalikamu !!! Mentang2 kamu mampu memboyong Dewi Citrowati dg mengalahkan para pesaingmu shg berani menantang diriku.. Baiklah jika itu maumu akan aku ladeni.” berka demikian kaki raja langsung menendang ke arah Sumantri yg lg bersimpuh.Hal itu sdh diperkirakan oleh Sumantri. Mk ketika sekilas dia melihat tendangan kaki mengarah ke dirinya, secepat kilat dia mengelak dan siap2 utk membalas serangan raja.Akhirnya pergulatan sengit terjadi antara hamba dan rajanya. Saling jotos, saling tendang dan saling pukul. Keduanya sama2 saktinya. Sampai beberapa saat perkelahian berlangsung imbang dan kejadian tsb tdk luput dr perhatian Dewi Citrowati. Keduanya juga sama2 pandai ulah kanuragan dan sama2 cerdiknya. Karena sdh cukup lama tdk ada yg menang maupun kalah, akhirnya Prabu Harjuno Sosro Bahu yg titisan Bathoro Wisnu itu bertiwikrmo (bersemedi) dan tdkberapa lama menjilma menjadi Rasekso (Butho) yg besar setinggi pohon dan terus membesar dan membesar menjadi setinggi bukit..dan membesar lagi hingga setinggi gunung Mahameru dg wajah yg sangat menakutkan. Memamg ciri2 org yg dititisi Bathoro Wisnu itu jika marah maka akan bertiwikromo yg kmd menjilmamenjadi raksasa yg sangat besar dan menakutkan. Ketika Sumantri akan disaut oleh Rasekso jilmaan Harjuno SB utk di telah bulat2 kmd Raden Sumantri bersujud di kaki mahluk monster jimlaan itu utk menyembah dan mengakuikalah. Sebenarnya Sumantri sdh yakin jika calon rajanya itu adalah benar2 titisan Dewa Wisnu ketika dia tahu lawannya sdg bertiwikromo yg kmd menjilma menjadi raksasa yg besar dan menakutkan. Setelah tahu Sumantri sdh menyerah dan pasrah mati hdpnya terhadap harjuno Sosrrobahu yg msh menjilma rasekso itu mengurungkan niatnya utk menelan Sumaantri.”aduh Gusti seeseembahan hamba, ampunilah hamba yg buta shg tdk tahu sdg berhadapan dg sinuhun titisan Bathoro Wisnu. Hamba pasrahkan jiwa raga hamba Gusti …duh Gusti sesembahan hamba.” atur Sumantri yg sdh pasrah utk menerimahukuman daari rajanya.”heh…heh..heh..grrrrrrrrrhhhrrrr…Sumantri…Sumantri, kamu baru punya kemampuan sejentik sdh berani menantang batu segunung. Ketaahuilah haai Sumantri…jika bukaan krn ketulusanmu dalam kamu matur kepada ingsun,mksdh aku telan mentah2..iiihh..Sumantri…Sumaantri !” kata Monster jilmaan itu yg lambat laun mulai mengecil mengecil dan kembali bentuk semula sessosok raja yg arif bijaksana yi Prabu Harjuno Sosrobahu.Jadi tdk hanya di luar negeri saja yg ada kisah mns berubah jadi monster (hulk).Di negeri kita pun sdh ada kisah seperti itu sdh sejak ratusan tahun yll.”hamba mohon perkenan Gusti prabu utk menghukum hamba wahai Gusti yg aku pundi2.” kata Sumantri yg semakin meluluhkan amarah raja itu.”ya..ya..ya..sungguh membanggakan hatiku dirimu telah menjadi org yg tddk sembaarangan percaya begitu ssj kpdd calon ratu gustimu, Saumantri. Ingsun memafkan segaala akesalahanmu.” kata sang raja yg membuat lega haati Sumantri.”sungguh hamba tdk salah menjatuhkan pilihan utkmengabdi kpd Gusti Prabu yg ariff dan bijaksana.’ atur Sumantrilagi dg penuh hormat.”terima kasih atas kepercayaanmu kepadaku. Sekarang ingsun akan menyapa diajeng Dewi Citrowati.” balas sang raja penuh suka cita atass ketulusaan Sumantri sambil menengok ke arah putri boyongan yg lg terbengong dg kejadian barusan.”duhai putri yg cantixx daan anggun, perkenalkanlah ingsun adlh raja Mayaspati. Adapaun julukaan ingsun adalah Prabu Harjuno Sosrobahu.” sapa lelaki yg penuh wibawa itu.”iya sinuhun, perkenalkanlah nama hamba Dewi Citrowati sebagai putri boyongan oleh Raden Sumantri yg telah memenaangkan sayembara . Terimalah atur sembah hamba utk paduka raja Prabu Harjuno Sosrobahu yg arif dan bijaksana.” atur wnt cantix tsb sambil menyembah.”ya…ya..ya..wahai dewi yg cantik jelita, ingsun terima sembahmu dan mudah2 an akan menjadikan jejimat dan meenjadikan barokah kita semua. Tadi kamu sdh mendengar dan melihat sendiri bhw raden Sumantri adlh sebagai utusanku utk memperebutkan dirimu. Mk kamu ingsun boyong ke kerajaan Mayaspati utk ingsun jadikan permaisuri.” ajak Harjuno SB pd Dewi Citrwati.”ampun beribu ampun Gusti, bukan hamba tdkmau akan tetapi hamba msh mempunyai 1 bebono (permintaan) lagi utk mau diboyong ke negara Mayaspati.” atur wnt boyongan itu yg membuat hati raden Sumantri was2. Sumantri khawatir jika wanita byongan itu meminta sesuatu yg sulit dipenuhi shg menggagalkan keinginan rajanya.”apa bebono yg diajeng minta, katakanlah dg sesjujurnya brgkl dapat ingsun penuhi.” tanya prabu Haarjuno SB.”sebelumnya mohon dimaaafkan, haambaa meminta taman Sriwedari agar dipindah ke negeri Mayaspati.” jawab Dewi Citrowati yg mengejutkan hati ke dua lelaki yg sdg ada di dekatnya.”wheh lhadalah jagad dewo bathoro sekaring bawono langgeng (dewo yg mengharum kan alam akherat), Lhoh, itu taman kan yg ada di khayangan. Kenapa tdk meminta yg lainnya saja diajeng ?” bujuk raaja itu agar meminta yg lebih mdh diwujudi.”maaf beribu maaf Gusti Prabu, permintaan hamba tdk bs diganti dg yg lain.” tegas Dewi Citrowati.”baiklah jika begitu keinginanmu. hai raden Sumantri !” panggil sang raja kpd Sumantri yg msh duduk bersimpuh tanda ketaatan seorang hamba kpd ratu Gustinya.”ya hamba siap menerima perintah Gusti Prabu.” jawab Sumantri.”kamu telah mendengar sendiri apa yg jadi bebono diajeng Dewi Citrowaati. Utk itu ingsun kamu menuntaskan tugasmu agar diajeng dapat aku boyong ke kerajaan Mayaspati sekaligus kamu telah memenuhi persyaratan utk ingsun terima utk mengabdi di kerajaan Mayaspati. Sanggupkah kamu memenuhi bebono diaajeng Dewi Citrowati ?” tanya raja menanting Raden Sumantri.”hamba sanggup Gusti Prabu.” jawab Sumantri tnp hrs berpikir mampu atau tdk memenuhi permintaan Dewi Citrowati tsb. Mendapat jawaban Sumantri yg menyanggupi permintaan Dewi Citrowati, membuat hati Prabu Harjuno SB semakin tambah suka terhadap kesetiaan Sumantri.”syukurlah kalau bgt, Ingsun do’akan mudah2 an kamu berhasil memenuhi bebono yg diminta diajeng Dewi Citrowati. Dan utk sementara waktu biarlah diajeng Dewi Citrowati mesangrah di keputren kerajaan Mayaspati sambil menungu pepindahan taman Sriwedari.” kata Prabu Harjuno SB sambil menggandeng tangan calon permaisuri itu utk diajak pergi dari tempat tsb.Dg kepergian Prabu Harjuno SB dan Dewi Citrowati, kini tinggallah Raden Sumantri sendirian yg tengah berdiri dlmkebingungan. Bgmn tdk bungung ? Yg namanya taman Sriwedari saja baru didengar sekarang, dan dimana letaknya taman itupun juga tdk tahu. Tp dari dawuhnya sang raja, taman tsb ada dikahyangan. Dan kahyangan itu letaknya ada dimana juga tdk tahu. Kalau memang benar ada di kahyangan,apakah nanti dia sanggup berhadapan dg para dewa ? Kalau toh tadi dirinya menyanggupi perinrah Prabu Harjuno SB, krn dia tdk ingin mengecewakan ratu gustinya utk yg ke dua kali. Karena yg pertama tadi benar2 sdh membuat raja marah, dan jika yg ke dua dia membuat kecewa raja mk sdh dpt dipastikan dirinya akan gagal diterima mengabdi di kerajaan Mayaspati. Tapi dia sdh menyanggupi perintah rajanya, apa yg mesti ia lakukan ? Kebingungan dan kecemasan kini sdg melanda dirinya.”oh…Sumantri..Sumantri, betapa sulitnya mau suwito (mengabdi) pada raja. Sedangkan kesanggupan yg kamu berikan tdk menggunakan penalaran. Sdh jelas2 tdk mampu kok menyanggupi. Coba jikakamu mengajak serta adikmu,pasti dia akan dapat mengatasi kesulitanmu.” kata Sumantri pd dirinya sendiri dalam hati yg kmd barulah teringat pd adik sesayangannya yg telah ia tinggalkan. Yach… dia baru menyadari kalau dg kesaktian yg dimiliki adiknya maka kesulitan yg ia alami saat ini akan mdh diatasi.”wahai adikku yg aku sayangi, ternyata benar juga apa yg kamu katakan pd kakang. Bhw aku akan membutuhkan kesaktianmu. Oh..adiku..adikku.” kata Sumantri menyesalkan dirinya telah menggalkan adiknya.Di saat Raden Sumantri kebingungan thd apa yg akan dilakukan, tiba2 ada suara me mangil2 dirinya yg ternyata suara adiknya.”Cacang Antli, cacang Antli, acu icut cacang Antli (kakang Mantri..kakang Mantri, aku ikut kakang).” suara Raden Sukrosono adik Sumantri yg disertai dg tangisan pilu.Kaget bercampur senang begitu tahu adiknya bisa menyusul dirinya. Akan tetapi dia heran, bgmn si adik dapat menemukan dirinya sdgkan jagad itu luas ? “acu jangan jicinjal acang Ancli (aku jangan ditinggalkakang Mantri).” teriak Sukrossono yg celat itu protes pd sang kakak yg kemudian menubruk dan memeluk erat tubuh Sumantri yg jangkung yg msh ter heran2 dg kemuncculan adiknya.”tdk akan lagi dik, kakang tdk akan meninggalkan dirimu lagi. Kaakang hanya dk ingin kamu mendpt kesulitan maka kemaarin kakang tinggal pergi seendiri, dik.” kata Sumantri menghibur adiknya.”aku kecuyitan cijak apa acal bica jecat jenyan acang Ancli (aku kesulitan tdk apa asal bs dekat dg kakang Mantri).” tepis Sukrosono yg massih memeluk erat tubuh kakaknya seolah tdk mau lepas selamanya.”ya..ya..ya sdh kalau bgt, skrg tdk akan kakang tinggal lagi. Aplg kini dirimu sdg jauh dr pertapaan. Tdk akan mungkin kakakng biarkan kamu seendirian, adikku.” kata” Sumantri yg memebuat Sukrosono merasa tenang hg menghentikan tangisnya.”janji ya cang ?” pinta Sukrosono meyakinkan.”kakang berjanji adikku, tapi kakang minta padamu jangan nakal,ya ?’ balas Sumantri.”ya cacang.” sanggup Sukrosono melonjak gembira.”oh..iya adikku, bgmn ceritanya kok kamu sampai bs menyusul dan menemukan kakang di sini ?” tanya Sumantri penasaran.”oh.. icu co. Bejinyi ceyicanya ( oh itu tho, begini ceritanya).” jelas Sukrosono yg kmd menceritakan kisah perjalanannya meninggalkan rumah sd ketemu kakaknya.Seabagaimana telah kita ketahui bhw Sumantri meninggalkan adiknya yg saaat itu sdg tertidur pulas. Setelah si adik itu terbangun kmd melihat kakaknya tdk ada disaampingnya, mk kmd Sukrosono mencari kesana kemari diseputar rumah dan pekarangan. Setelah dirasa tdk ada dan iaa yakin bhw sang kakak telah pergi meninggalkan dirinya, kmd dia menangiss histeris menemui ayahnya yg seorang pertaapa itu dan bernama Resi Wisaanggeni. Pd sang ayah dia bertaanya kemana kira2 kakaknya itu pergi. Oleh sang ayah diberitahu bahwa Sumantri pergi ke kerajaan Mayasspati. Setelah mendapat penjelasan dr ayaahnya kmd Sukrosono segera menyusul dg tujuan yg tdk tentu arahnya. Yg ada dlm pikirannya pokoknya pergi dg niat mencari sang kakak. Ketika dlm perjalanan dlm pencarian sang kakak itu dia kecapaian yg kmd beristirahat di bawah pohon besar yg teduh dan rindang. Ketika sdg beristirahat itulah tiba2 Sukrosono dikejutkan oleh suara yg besar dan menyeramkan yg asalnyaa dari dlm pohon itu. Ternyata suara itu adalh berasal dr mahlukmenyeramkan yg bernama Condro Birowo yg saat itu sdg menunggu org yg mnjd kesayangan Bethoro Dharma. Bethoro Dharma adalah dewa yg terkenal arif daan bijaksana yg tdk menyukai adanya kekerasan atau pertikaian. Dewaa tsb mencintai mns yg punya sifat arif, jujur dan bijaksana. Dan Sukrosono ini termassuk saalah seoraang yg disukai oleh Bethoro Dharma krn kejujuran dan keluguan sifatnya.”Ghrrrrrrrrr…..ini kok ada titah (mahluk) yg sdg berteduh di pohon tempat diriku bersemedi, heh..heh..heh.. siapa namamu dan dari mana asalmu ?” tanya mahluk menyeraamkaan itu yg membuat Sukrosono kaget. Siapa yg tdk kaget mendengar suara yg seram dan mendirikan bulu roma itu ? Semula memang Sukrosono ketakutan, akan ttp karena wkt itu dia sdg menghadapi keputus asaan krn tdk menemukan sang kakak mk kmd dia menjawab dg jujur dan pasrah mati hidupnya pd mahluk tsb dg menceritakan siapa dan dari mana dirinya serta mau kemana dg tujuan apa. Mendapat jawaban yg polos dan tdk ada rasa takut pd dirinya kmd mahluk malah senang.”uh…uh..uh.. ha..ha..ha..ha..sungguh sangat kebetulan dan memang raden lah yg aku tunggu2 selama ini. Dan ketahuilah bhw aku ini mahluk yg tercipta dr gabungan rasekso (butho) yg pernah menyerang swargaloka. Kmd raseks2 itu ditumpas oleh para dewa. Kmd oleh Bathara Guru (rajanya dewa) dihidupkan lagi menjadi satu badan dan diberi nama Condrobirowo.” tutur mahluk itu kpd Sukrosono. Kmd Mahluk itu melanjutkan ceritanya bhw ssetelah dihiddupkan lagi oleh rajanya dewa tsb yg kmd mnjd satu badan (gabungan dr banyak tubuh rasekso) mk dirinya dilarang berkeliaran di muka bumi. Dan dirinya hanya diijinkan menyatu dg tubuh mns yg menjadi kesayangan / keturunan bethara Dhaarma. Dan saat itu mahluk tssb menganggap bhw Sukrosono adalah memenuhi persyaratan utk dijadikan tempat utk menyatu dg dirinya. Mkdia meminta Sukrosono utk bersedia dimanjingi atau diikuti dg menyatu ke tubuh Sukrosono.”bagaimana raden, apa saya diijinkan utk menyatu dg tubuh raden.” pinta mahluk itu kpd Sukrosono yg sdh tdk memikirkan keselemaatan dirinya.Tp kelihaatannya Sukrosono msh ragu utk mengijinkan permintaan mhluk tsb. Kmd mahluk tsb menjelasskan bhw jika dia dirinya diijinkan menyatu dg tubuh Sukrosono mk apa yg menjadi kessulitan Sukrosono akan dibantu utk mengatasi. Caranya yi dg cukup cersedakep dan memanggil namaa dirinya mk kmd dia akan muncul. Selain drpd itu jika mahluk itu menyatu pd tubuh Sukrosono,mk Sukrosono akan lebh sehat dan lebih kuat daan lbh sakti. Krn saat itu Sukrosono merasa butuh pertolongan agar bs menyusul kakaknya, mk stlh mendengar penuturan mahluk tsb kmd dia mengijinkan mahluk itu menyatu dg tubuhnya. Tp sebelumnya dia butuh pertolongan utl diberitahu keberadaan Sumantri kakaknya daan meminta utk dipertemukan. Dan permintaan tsb disanggupi oleh mahluk itu yg akhirnya Sukrosono dibantu bs ketemu dg kakaknya.”begiculah cacang acu aciynya kecemu cama cacang (bgttlah kakaang aku akhirnya ketemu kakang).” kata Sukrosono menuturkan kisahnya yg memebuat Sumantri merasa ada harapan utk memenuhi bebono Dewi Citrowati calon permaaisuri rajanya. Dlmhati Sumantri memuji dan kagumkpdd nasib adiknya yg tlh mendapatkan ajian Condrobirowo secara gratis tanpa harus bersusah payah. Ia berharap dg ajian condrobirowo yg dimiliki adiknya akan membantu mengatasi kesulitan yg kini tengah dihadapi. Kmd Sumantri menyampaikan kisahnya mulai dia meninggalkan adiknya yg sdg tertidur pulas sampai dg saat ini ketemu Sukrosono termasuk juga bebono yg diminta oleh Dewi Citrowati.”oh… icu muncin biyowo (mksdnya condrobirowo) yg bica bancu kecuyican cacang ( yg bs bantu kesulitan kakang).” kata Sukrosono yg kmd bersedakep memanggil Condrobirowo. Mendapat panggilan Sukrosono. Condrobirowo yg lg enak2 istirahat di tubuh Sukrosono kmd muncul di hadapan pemuda kerdil itu.”ada apa raden memanggil saya ?” tanya Condrrobirowo kpd Sukrosno.Kmd Sukrosono menyampaikan maksudnya ingin membantu kakaknya yg lg kesulitan yi memindahkan taman Sriwedari yg ada di kahyangan ke kerajaan Mayaspati.”oh..raden, ketahuilah bhw putri yg meminta taman Sriwedari dipindah itu tentu titisannya isstri bathoro Wisnu. Baiklah akan saya sanggupi permintaan utk membantu kakaknya raden.” sanggup Condrrobirowo yg selanjutnya Sukrossono dan Sumantri disuruh bersedakep dan memejaamkan mata. Setelah perintahnya dilaksanakan oleh mereka berddua, kmd tubuh Condrobirowo memecah jadi sepuluhkmd seraatus terus memecah terus menjadi seribu dan bahkan hingga menjadi puluhan ribu sampai akhirnya sejuta mahluk yg wujudnya kembar dan mempunya kesaktian yg sama. Setelah memecah menjadi sejuta kmd mereka ber ramai2 memindahkan taman Sriwedari yg ada di kahyangan ke kerajaan Mayaspati. Dan dlm tempo sekejap taman Sriwedari sdh pindah di negeri Mayaspati. Setelah selesai tugasnya, kmd tubuh Condrobirowo yg jutaan itu menyatu dan menjadi 1 tubuh seperti semula.Begitu tahu dlm sekejap taman Sriwedari sdh pindah ke kerajaan Mayaspati oleh kesaaktian yg dimiliki Sukrosono, Sumantri semakin percaya diri. Dia yaqin,adiknya akan selalu membantu kesulitan yg dihadapi dirinya. Tapi kmd Sumantri menjadi bimbang. Bagaimana caranya supaya dia bs menghadap raaja seendirian ? Akankah dia mengajak serta adiknya ? Dia merasa malu daan kasihan jika nanti sang raja tahu bhw dia punya adik yg jelek. Dia tdk ingin adiknya itu akan menjadi bahan tertawaan. Akan tetapi jika ia tinggal passti Sukrossono tdk mau. Kebingungan kembali membebani pikiran raden Sumantri. Akhirnya Sumantri membujukadiknya utk pulang trlebih dahulu dg janji akan dijemput jika Sumantri sdh resmi diterima menjd punggawa kerajaan Mayaspati.”adikku yg aku cintai, adikku yg aku pundi2 dan adikku yg menjadi melahan hatiku. Kakang mohon kepadamu utk kembali ke pertapaan dan nanti jika kakang sdh mukti di kerajaan Mayaspati kamu akan kakang jemput ya adikku yg baik.” bujuk Sumantri.”acu cijak mau puyang cayau cijak ama cacang Mancli (aku tdk mau pulang jika tdk bersama kakang Mantri).” sahut Sukrosono menolak.”dg kesaktianmu saat ini, kakang yakin kamu bs pulang sendiri tanpa harus kakang temani ya adikku ya pujaan hatiku.” msh bujuk Sumantri. Tp yg dibujuk tetap bersikeras mau pulang kalau bersama kakaknya atau sdh tdk mau berpisah lg dg kakaknya. Halini membuat Sumantri jengkel kmd menghunus kerisnya dg maksud utk menakut nakuti adiknya.”cerceyah cacang Ancli mau bunyuh jiyicu acu pacyah, cacang. Pocoknya acu inyin cecap ama acang Mancli. (terserah kakang Mantri mau membunuh diriku aku pasrah, kakang. Pokoknya aku ingin tetap bersama kakang Mantri).” kata Sukrosono tetap menolak untuk pulang.Dg marah dan bercampur perasaan jengkel melihat ulah si adik kmd Sumantri mengarahkan kerisnya ke perut adiknya. Tp ternyata sdh menjadi takdir dari anak yg lugu, polos dan jujur itu. Ketika Sumantri berniat menakut nakuti adiknya dg mengarahkan kerisnya ke perut Sukrosono, tanpa di nyana2 Sukrosono yg berniat memeluk sang kakak krn takut di tinggal itu tersandung. Dan sungguh kasihan nasib Sukrosono, keris yg dipegang Sumantri menembus perutnya kmd jatuh terkulai dipelukan sang kakak.Kaget bukan main Sumantri tahu adiknya telah tertembus pusakanya yg sakti itu. Ingat2, Sumantri adalah putra seorang pertapa sakti yg telah diberipegangan pusaka sakti. Ibaratkan gunung akan jungkur dan lautan akan asat jika tersentuh pusaka Raden Sumantri. Dan saat ini pusaka tersebut sdg menembus tubuh Sukrosono adik kesayangannya. Namun sebelum Sukrosno tewas, msh sempat memberikan ajian Condrobirowo kpd sang kakak dan memohon kepada Dewata agar kelak dikehidupan selanjutnya Sukrosono bisa kembali dekat dg kakaknya. Dan memang benar,doa Sukrosono akhirnya dikabulkan. Dikemudian hari Raden Sumantri menitis kpd Prabu Salyo suami Dewi Setyowati putri Resi Bagaspati. Dan Sukrosono berikut ajiannya Condrobirowo menitis kpd Resi Bagaspati yg berbentuk Raksasa tp tdk kuntet dan juga berhati mulia. Demikianlah riwayat ajian candrabirowo yg sekarang dimiliki Prabu Salyo yg cara mendapatkannya hrs mengorbankan nyawa mertuanya yi Resi Bagaspati. Setelah kita tahu sejarah asal muasal ajian Condrbirowo, marilah kita kembali kpd kisah Prabu Salyo yg titisan Raden Sumantri dan telah mempunyai ajian Condrobirowo pemberian dari sang mertua yg bernama Resi Bagaspati (titisan raden Sukrosono).Pada kisah dimuka telah diceritakan bhw Prabu Mandrapati begitu mendengar Resi Bagaspati (sahabatnya) tewas dibunuh oleh putranya sendiri, kmd raja itu jatuh sakit dan tdk berapa lama kmd wafat. Dengan kematian Prabu Mandrapati, maka Narasoma sebagai putra mahkota kmd diangkat menjadi raja yg kmd berganti nama menjadi Prabu Salyo. Narasoma yg sekarang telah menjadi raja di kerajaan Mandraka dan berganti nama Prabu Salyo itu keangkuhan dan kesombongan semakin bertambah. Ulah kanuragan dg menantang musuh2 yg dianggap sakti msh saja tetap dilakukan. Kematian sang mertua yg tlh dia bunuh dan kematian sang ayah karena kaget gara2 ulahnya seharusnya membuat dirinya sadar dan menghentikan tabiatnya. Terlebih lagi dirinya kini telah memiliki ajian condrobirowo. Karena dasar hobi berkelahi, maka walau kini telah menjadi raja dan sdh mempunyai permaisuri, maka ketika ada sayembara memperebutkan Dewi Kunti, dirinya ikut mendaftar menjadi pesertanya. Ini ia lakukan bukan karena ingin memiliki Dewi Kunti akan ttp se mata2 hanya ingin mengadi kesaktian dg lawan2 nya. Karena dia yakin, lawan2 nya pasti mempunyai kesaktian. Dan memang benar, setelah menjadi peserta sayembara kmd dia menghadapi para pesaing2 yg tangguh2 dan semuanya bisa ia taklukkan dg mudah krn ajian yg dia miliki. Karena tlh memenangkan sayembara tsb,mk Prabu Salyo berhak memboyong Dewi Kunti. Tetapi ketika dia akan kembali ke Mandraka dg putri boyongan tsb, tiba2 datang Prabu Pandu raja Kerajaan Astina yg akan mengikuti sayembara tsb utk memperebutkan Dewi Kunti yg akan dijadikan permaisuri di kerajaan Astina. Tapi sayang, pelaksanaan sayembara telah selesai dan yg berhasil memenangkan adalah Prabu Salyo. Karena sayembara telah selesai dan merasa dirinya sdh terlambat, maka Prabu Pandu berniat utk pulang kembali ke kerajaan Astina. Hal ini tdkluput dari perhatian Prabu Salyo sebagai pihak yg tlh memenangkan sayembara. Karena dasar Prabu Salyo memang haus akan adu kesaktian maka kmd dia menghadang dan menghentikan Prabu Pandu yg akan pergi meninggalkan tempat sayembara.”berhenti saudara !” teriak Prabu Salyo menahan langkah Prabu Pandu.”anda ini siapa dan mengapa menghalangi jalanku ?” tanya Prabu Pandu penuh heran.”aku raja Mandraka dan namaku Prabu Salyo, dan kamu ini siapa ?” jawab Prabu Salyo yg kembali bertanya.”namaku Prabu Pandu Dewanata, raja dari negeri Astina.” jawab Prabu Pandu penuh santun.”terus mengapa td aku lihat saudara datang ke tempat sayembara namun belum sempat mengikuti sayembara kok terus pulang ?” tanya Prabu Salyo lagi.”betul, karena ketika diriku datang utk mengikuti sayembara ternyata sdh selesai dan aku melihat dirimulah sebagai pemenangnya, maka aku ucapkan selamat kepadamu yg tlh memenangkan sayembara.” jawab Pandu sambil ucapkan selamat pd Prabu Salyo.”sebenarnya saudara masih punya kesempatan utk memperebutkan Dewi Kunti yg sekarang sdh menjadi putri boyonganku.” kata Prabu Salyo memberi harapan kpd raja Astina itu.”bagaimana mungkin, sdgkan sayembara telah selesai dan andalah sebagai pemenangnya.” sahut Prabu Pandu ter heran2 dg sikap Prabu Salyo.”mungkin saja jika saudara mampu merebut Dewi Kunti dari tanganku.” jelas Prabu Salyo berisi tantangan secara halus.”maaf saudara, bukanlah watak serang ksatria jika saya harus memperebutkan sesuatu yg sdh menjadi hak milik org lain. Dan lagi jika itu saya lakukan maka diriku akan merusak tatanan yg sdh ditentukan dalam persyaratan sayembara.” kata Pandu memberikan alasan utk menolak tawaran tsb.”jika aku memberikan kesempatan itu kpd saudara utuk merebut Dewi Kunti dari tanganku, kira2 sauara bagimana ?” desak Prabu Salyo.”maaf sekali lagi mohon dimaafkan, namanya sayembara sdh ada yg memenangkan, dan andalah sebagai pemenangnya. Selain dari pd itu utk mendapatkan Dewi Kunti tentu tadi anda harus bertanding dg mempertaruhkan nyawa, jadi aku tdk mau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Walaupun niat pertamaku utuk menjadikan Dewi Kunti sebagai permaisuriku dg cara ikuti sayembara namun pd kenyataannya aku telah trlmbt. Jd aku menganggap ini berarti belum menemukan jodhku.” tutur Prabu pandu panjang lebar.”ketahuilah saudara, aku mengikuti sayembara bukan krn ingin memboyoong Dewi Kunti krn aku sdh cukup dg satu org isteri yg telah aku miliki.” kata Prabu Salyo yg membuat Prabu Pandu semakin tdk mengerti jalan pikiran org yg menghadangnya ini.”lantas dengan tujuan apa saudara mengikuti sayembara ?” tanya Pandu penasaran.”aku hanya ingin mengadu kesaktian, oleh sebab itu jika kamu dapat mengalahkan diriku tdk hanya Dewi Kunti yg akan aku serahkan kepadamu tetapi juga adikku yg bernama Dewi Madrim juga kan aku serahkan pula.” janji Prabu Salyo yg membuat Prabu Pandu tergerak utk meladeni tantangan raja Mandraka itu. Semula Prabu Pandu ragu utk meladeni tantangan Prabu Salyo, akan tetapi krn didesak dan merasa diremehkan jiwa ksatrianya akhirnya memenuhi tantangan Prabu Salyo. Kali ini ia lakukan bukan krn ingin merebut Dewi Kunti namun lebih krn ingin menjajal kesaktian Prabu Salyo yg dianggap sombong.Perkelahian antara Prabu Salyo dan Praabu Pandu pun akhirnya terjadi. Dengan penuh semangat Prabu Salyo beraksi dengan berbagai pukulan yg diarahkan ke tubuh lawannya. Prabu Salyo bersemangat krn lawannya kali adalah seorang raja Astina yg ia kenal merupakan kerajaan yg besar, Pukulan Prabu Salyo yg mengarah ke lawannya dapat dg mudah dihindari. Ganti lawannya yg memukul ke arah Praabu saalyo juga dg mudah ddihindari. Keduaanya sama2 gesit, sama2 tangkas dalam olah kanuragan dan juga sama2 saktinya. Kali ini Prabu Salyo benar2 menemui lawan yg tangguh. Pertandingan yg semula saling menghindari pukulan lawan akhirnya masing2 berusaha menerima hantaman lawaannya dan keduanya juga saling terkena hantaman lawan, Tapi pukulan masing2 sepertinya tdk membuat lawannya robohbahkan tambah kuat.”benar2 ampuh lawanku kali ini.” bisik Prabu Salyo dlm hati.”tdk percuma dia menyombomhkan dirinya, ternyata tangguh benar org ini.” kata Pandu yg mempunya pikiran yg sama dg lawannya. masing2 pada mengakui ketangguhan lawannya.Prabu Salyo punyaa pemikiraan aakan merasa puasjikabs mengalaahkan lawannya, sdgkaan Prabu Pandu hanya ingin menundukkan kesombongan lawan dan sekaligus ingin membyong ke dua wanita yg dijanjikaanlawannya.Setelah dirasa cukup lama adu pukulan dg tangan kosong tanpa ada hasil kmd perkelaahian ditingkatkaan dengan menggunakan ajiaan masing2. Prabu Salyo langsung menggunakan aajian andalannya yi Condrobirowo. Kemudia dia bersedakep mateg ajian tersebut dan tahu2 muncul mahluk berupa butho (rasekso) kerdil yg siap menerima perintah utk menundukkan lawannya. Demikian juga Prabu Pandu, begitu tahu lawan menggunakan ajiannya maka dia mengejuarkan jimat kalimat sada. Memang jimat kalimat sada itu yg memiliki hanya Pandu Dewonoto dan putra pertamanya yg bernama Yudhistiro.Condrobirowo stlh mndpt perintah dari tuannya langsung menyerang dg ganass ke arah Prabu Pandu yg juga sdh siap dg jimatnya. Dan kali ini Condrobirowo baru ketemu lawan yg tangguh. Menghadapi Prabu Pandu yg hanya diam penuh welas asih, akhirnya Condrobirowo nglimpruk tanpa daya. Dg ngelimpruknya Condrobirowomaka nglimpruk pula Prabu Salyo yg memiliki ajian tsb. dan mengakui kekalahannya.”aduh yayi Prabu…yay Prabu (adik) aku menyerah kalah, silahkan kamu boyong Dewi Kunti dan adikku Madrim.” kata Prabu Salyo yg sdh memanggil adik pada lawan yg telah mengalahkan. Dia memanggil adik krn Dewi Madrim adiknya bakal menjadi istri Prabu Pandu.”trimakasih dan mohon maaf bila tadi ada kelaancangaan saya.” sahut Pandu saambil meminta maaf.”tdk apa2 yayi, aku puas dan ikhlas atas kekalahanku ini. dan juga merasa terhormat telah dikalahkan oleh raja Astina yg menguasai keraajaan yg besdar dan luas jajahannya. Akupun bangga adikku bakal menjadi istri raja Astina.” kata Salya yg sdh mulai ramah tanpa ada kesombongan seperti sebelumnya. Akhirnya Dewi Kunti dan Dewi Madrim (adik Prabu Salyo) diserahkan kpd Prabu Pandu utk diboyong ke negeri Astina utk dijadikan isteri oleh raja Astina itu.Bagaimana dg Prabu Salyo sendiri ? Sejak kekalahan dirinya ketika adu kesaktian dg Prabu Pandu itulah dia jd tersadar bhw di atas langit msh ada langit. Maka dia kmd menghentikan kebiasaan buruknya utk mencari lawan2 tanding. Seusai menyerahkan Dewi Kunti dan Dewi Madrim ke tangan Prabu Pandu, ia kembali ke kerajaan Mandraka dan hidup tenteram bersama istri tercintanya yi Dewi Setyowati. Sesuai dg janjinya pd Resi Bagaspati, dia tdk menduakan wanita putri Resi Bagaspati itu. Dan dari perkawinannya dg Resi yg berwujud Rasekso itu, Prabu Salyo dikarunia putra/i sbb :1. Dewi Erowati yg nantinya menjadi isteri Prabu Baladewa (Raja Mandura)2. Dewi Surtikanti di peristri Prabu Karno (Ratu Awangga)3. Burisrowo (Laki2 berwajah rasekso)4. Rukmoroto (laki2).MENGUPAS CERITA NARASOMAFirman Alloh dlm surat Al Hadid / 23 dan Surat Al Mulk / 21 serta Surat An Naml / 14 yg artinya sdh ditulis pada episode awal dalam kisah Kesombongan Jilid I, kita dpt pelajaran bhw ada tokoh yg dg kesombongannya dikarenakan :1. Ilmunya 2. Ketampanannya 3. Harta dan tahtanya.Narasoma sombong krn ilmu dan tahta yg dimiliki. Dia memiliki ilmu yg namanya Condrobirowo.Condro = hari, Birowo = Nafsu.Condrobirowo artinya hari2 yg dipenuhi dg nafsu2, maka pas kalau ajian tsb kmd dimiliki oleh Narasoma.Nara = asal Soma = protes, suka ngeyel.Narasoma adlh seorang yg sk ngetel dan menuruti kehendaknya sendiri tnp mau mendengar saran atau nasihat org lain. Org tuanya sendiri sampai kuawalahan mendidiknya.Narasoma malu memeiliki mertua yg berwajah jelek (rasekso) shg tega membunuh sang mertua sndr. Hal inilah yg menyebabkan kematian ayah kandungnya sendiri sampai wafat krn nggrantes memikirkan dirinya.Itulah contoh manusia yg terjebak toto gelar ( pandangan lahir ) dari manusia. Tdk hanya Narasoma saja yg demikian, akan tetapi banyak Narasoma2 yg lain yg ada di jagad ini pada saat sekarang. Siapapun dia jika di dlm dirinya dikuasai oleh gebyar kehidupan maka dia tdk akan bs menangkap berlian ruhaniyah.Pandu Dewanata. Pandu = panutan. Dewa = sesuatu yg disembah. Nata = mengatur.Pandu Dewanata ialah org yg mengagungkan (mendahulukan) sesuatu tatanan yg baik . Dia punya jimat namanya Kalima Sada. = 5 tatanan. yitu :1. Syahadat 2, Sholat, 3. Puasa 4. Shodaqoh 5. Sempurna ( penyempurnaan no 1 sd 4 ).Maka kesombongan dan keangkaramurkaan akan hancur menghadapi 5 tatanan itu.Sumantri yg sombong krn dia memiliki wajah yg tampan dan merasa malu mempunyai adik yg bernama Sukrosono yg berwajah jelek. Sumantri hatinya telah tertutup dg gebyar lahir shg tdk bs melihat ada berlian kasih sayang yg tulus dr adiknya. Padahal justru krn adiknya lah dia bs menghadapi berbagai kesulitan.Demikian juga Dewi Pujawati, yg juga terjebak gebtar lahir. Gara2 terjebak ketampanan Narasoma, dia rela mengurbankan nyawa org tua yg menyayangi dirinya sepenuh hati.Adik Sumantri yg bernama Sukrosono mempunya makna, Sukro = suker, jelek. Sono= bentuk / tubuh. Sukrosno adalah org yg berbentuk jelek.Sukrono tubuhnya kuntet melambangkan seseorang yg tdk punya gegayuhan yg muluk2 atau tinggi. Dia menerima apa adanya.Maka jika ada org yg punya tubuh kuntet kmd pynya gegayuhan tinggi, biasanya orgnya jahat, jahil dan tega berbuat apa saja demi memenuhi hasratnya. Krn dia telah menyimpang dr kodratnya.Sumantri, Su = baik Mantri = wakil / mewakili. Sumantri adalah org yg tampak secara lahir , tp sayang tdk mewakili hatinya. Kebanyakan org ganteng/ cantik tapi tdk mewakili hatinya. Jika bs mewakili hatinya maka akan sempurna ganteng/ cantiknya.Demikian ulasan kisam Kesombongan dan jika Allah mengijinkan ,maka akan aqu sajikan kisah2 lainnya yg tdk kalah menariknya. Dan kritikan serta masukan yg bersifat membangun dari sdr/i qu sekalian aqu nantikan. Wassalam.T A M A T.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan