(Kisah Rohani) Kesombongan Jilid 1

KESOMBONGAN
DALAM EPISODE : NYAWAKU UNTUK KEBAHAGIAAN PUTRIKU.
Oleh : Devi Ratuwuni
Firman Alloh “ Dalam surat Alhadid / 23

Artinya :
“kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”.
FIRMAN ALLOH dalam Surat Al Mulk / 21
Artinya :
“ atau siapakah Dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?”
Cukup 2 ayat itu saja dari sekian banyak Firman Alloh yg menyebutkan bhw Alloh tdk suka thd org’ yg sombong.
Setelah kematian Resi Bagaspati maka yg bertanggung jwb atas keselamatan dan kelangsungan hidup Dewi Pujawati (putri tunggalnya ) adalah Raden Narasoma. Apalagi dia telah berjanji kepada Sang Resi utuk menjaga Dewi Pujawati ( yg sekarang tlh menjadi isterinya ) baik keselamatan dan kelangsungan hidup putrinya serta tdk menduakan Dewi Pujawati dg perempuan lainnya.
Sblm wafat Sang Resi Bagaspati sempat mengganti nama Dewi Pujawati menjadi Dewi Setyowati. Sang Resi mengganti nama Setyowati karena putrinya itu begitu setianya kepada sang suami yaitu Narasoma. Dan sesuai janjinya pula maka Narasoma menikahi dewi Pujawati yg tlh berganti nama Dewi Setyowati. Dalam hati Narasoma kini timbul penyesalan yg sangat mendalam. Karena dialah mertuanya itu tewas. Namun demikian itu semua tdk menghilangkan sifat angkuh dan kesombongannya. Aplg skrg dia tlh mengantongi Ajian Candrabirawa yi suatu ajian dimana ketika dia dlm keadaan terdesak mk akan muncul raksasa kecil namun ganas. Dan jika raksasa kecil itu dibunuh akan menjadi 2. Dan 2 dibunuh akan menjadi 4 dst.
Pd edisi 1 tlh diterangkan bhw Narasoma tlh menyesali apa yg telah dilakukan thd ayah mertuanya,walaupun itu blm merubah sifat sombongnya. Utuk lbh jelasnya mengapa dia menyesal ? Dan perbuatan apa yg tlh dilakukan ? Marilah kita menelusuri kejadian masa lalu bgmn Narasoma sampai kenaldg Dewi Pujawati atau Dewi Setyawati. Yg pd kisah ini kita beri judul NYAWAKU UNTUK KEBAHAGIAAN PUTRIU.
Allah tlh berffirman dlm surat Luqman / 33 yg artinya sbb :bagaspati
Artinya :
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”.
Dengan diilhami surat tsb di atas mk penulis menyusun sebuah kisah yg diambil dr kisah dlm pewayangan yg nota bene adalah kebudayaan nasional pd umumnya dan Jawa pd khususnya yg patut utk kita lestarikan. Adapun kisah ini diawali dg cerita peristiwa yg terjadi di Pertapaan Argo Belah yg artinya adalah Argo : Gunung dan Belah : sigar (terbelah). Jadi gunung yg sigar atau gunung yg terbelah. (Ini mengandung RHS). Jd gunung yg terbelah menjadi 2 itu tingallah seorang brahmana sakti yg bernama Resi Bagaspati yakni seseorang yg tlh zuhud dun-yaa atau org yg menjauhi kemewahan dunia.
Bagas artinya kemampuan , kekuatan. Pati : mati. Jadi.Bagaspati mksdnya org yg sdh pasrah penuh thd mati hidupnya kpd Tuhan.. Pd wkt itu Sang Resi seperti biasanya sehabis selesai puja semedi (Sholat Shubuh) dia langsung keluar menuju ke arah taman sari dimana putri tunggalnya yg semata wayang biasa bercanda dg embun pagi. Akan ttp setiba di sana tdk terlihat dara cantik buah hatinya itu. Dara cantik dengan rambut terurai mayang yg biasanya selalu menyambut ramanda di taman sari pd setiap paginya itu kali ini tdk kelihatan di tempatnya.
Kmd lelaki tua tingi berwajah seram itu berusaha mencari ke sekeliling taman . Memang Bagaspati adlh seorang resi tapi berwujud raksasa dg wajah dan paras yg sangat menyeramkan. Mata merah mencorong sebesar terbang,kedua taringnya yg runcing yg panjang sebesr pisang. Namun demikian walau berwujud raksasa tapi jika bicara berirama kalem penuh kelembutan dan membuat teduh yg mendengarkan. Tidak seperti layaknya raksasa pada umumnya yg mana jk bicara kayak gluduk pesongo.
Walau bicaranya kalem namun getaran suaranya membuat horeg tanah dan bangunan yg ada disekitarnya. Lebih lagi jika dia berjalan maka bumi yg dipijak akan horeg dibuatnya. Siapapun orgnya jk tdk mempunyai ilmu lipat akan pingsan begitu melihat wujud sang resi yg tinggi besar sebesar bukit.
Itulah gambaran utksang resi Bagaspati lelaki tua yg berwujud raksasa yg saat ini sdg kebingungan mencari putri tungalnya semata wayang yg bernama Dewi Pujawati. Semua sudut pertapaan Argo Belah telah ditepis dan dijelajahi namun tetap saja tdk ditemukannya putri tunggalnya itu.. Kmd dia berusaha meng ingat2 apakah ada sikap dirinya yg membuat putri tunggalnya itu marah shg pergi meninggalkan pertapaan. Tp seingatnya dia tdk pernah marah pada putrinya yg selalu dibelai diindit dan disayang penuh cintai kasih. Bahkan demi kesenangan putrinya itu dapat diibaratkan nyawanyapun siap ia berikan jika memang hrs. Aplg kemarin dia juga sempat berbincang dg putrinya itu dan baik2 saja tdk persoalan apapun. Dia menyadari, bhw waktunya sering dihabiskan di sanggar pamujan utk puja semedi (berdzikir) shg hanya sedikit waktu utk ketemu dg putrinya itu. Terkadang seharian dan bahkan ber hari2 tdk ketemu dg putrinya itu. Karena dia yakin ada inang yg bs dipercaya utk mengasuh dan menjaga putrinya. Walau resi Bagaspati berwujud raksasa dan bermuka seram ,namun Resi Bagaspati mempunyai kelembutan hati, mulia akhlaknya serta ahli ibadah. Sedangkan putrinya itu dibanding dg sang resi ibarat langit dan bumi. Putrinya itu adalah seorang dewi yg cantik jelita. Rambut terurai mayang, mata ndamar kanginan, hidung mblukang temangsang dg lesung pipit dipipi. Bibir mungil, leher jenjang dg lengan gendewo pinentang. Payudara nyengkir gading. Pinggul nggelung jinongko, pantat lumah gumregah. Jika berjalan kayak kijang jininjit. Pokoknya semua penuh dg kesempurnaan. Kontras dg keadaan ayahnya yg berwujud raksasa. Knp bisa demikian ?
Krn Dewi Pujawati bkn anak kandung si Bagaspati. Dia adlh merupakan anak hasil memuja kpd dewa. Jadi anak hasil pujaan si Bagaspati kpd dewa agar diberi seorang anak. Maka diberi nama Pujawati. Stlh capai dalam pencarian thd putrinya di pertapaan Argo Belah dan sekitarnya, kmd sang resi istirahat sejenak dan :
“e..e..e…e… wahai putriku yg juwita, kemanakah dirimu saat ini anak camtik ? Bapa menghawatirkan keselamatanmu duhai putri penebar sukma.” Gumam resi Bagaspati.
Stlh hatinya agak tenang kmd resi Bagaspati merapal ajian Padang Ginelang (mf..ini hanya karangan penulis) agar dapat mengetahui keberadaan putrinya. Ajian tsb kalau dirapal dg khusyuk maka akan dapat mengetahui sesuatu yg diinginkan layaknya org yg sdg menonton TV.. Dan cara menggunakan ajian tsb tdk sembarangan dan hanya jk dlm keadaan yg terpaksa..Kalau sampai sembarangan dlm menggunakan ajian tsb maka efeknya akan membutakan mata si pemilikajian tsb (ini juga karangan penulis sendiri).
Stlh ajian tsb dirapal maka biqodratillah yg gelap jd terang dan yg nampak hanya makhluk Allah yg dituju yi Dewi Pujawati. Saat itu Bagaspati dpt melihat putrinya sdg berjalan ter tatih2 sambil menyebut sebuah nama seseorang yg belum pernah dikenal oleh Resi Bagaspati sebelumnya.
“Wehh…hmmmmm lhadalah e..e..e..e..jagad dewa batara yg menjaga jagad (hanya Allohlah yg menjaga jagad) nama siapa itu yg di sebut2 oleh putriku tercinta ?” tanya sang Resi dlm hati.

Memang stlh merapal ajian Padang Ginelang Bagaspati dapat melihat dan mendengar dg jelas apa yg sdg dilakukan oleh putrinya. Disitu dia melihat dan mendengar bhw putrinya itu berjalan ter tatih2 sambil menangis dan me nyebut2 nama seseorang dan keberadaannya sdh sangat jauh dr pertapaan Argo Belah tempat tinggalnya.
“Wah…bukan kehendaknya sendiri ini anak, tega nian kau tinggalkan ramamu ini sehingga berdiri dlm keheningan malam, duhai putriku yg aku cintai.” Berteriak dmk tubuh Bagaspati langsung terbang melesat ke angkasa utk menyusul putrinya yg kini sdh jauh meninggalkan pertapaan.
Kalau tubuh Bagaspati saat ini sdg terbang di udara untuk menyusul putrinya, bgmn dg Dewi Pujawati yg saat ini sedang berjalan lunglai dengan mengumbar tangis ? Untuk mengetahuinya mari kita lihat keadaannya.
“Aduh..kakanda Narasoma, tega nian kau tinggalkan aku sendiri dlm kesedihan. Dimanakah dirimu wahai lelaki pemikat hatiku ?.” suara Pujawati disertai isak tangis tanpa pedulikan dirinya dan org lain.
Memang benar Dewi Pujawati sdh tdk lagi menghiraukan keadaan dirinya yg kusut demi mencari pemuda yg tlh menaklukkan hatinya. Gunung tlh di daki dan puluhan sungai tlh diseberangi shg tak terasa sdh bgt jauh meninggalkan ayahnya yg ketika itu sdg asyik dg puja semedi (berdzikir). Itu semua ia lakukan hanya ingin ketemu pemuda yg ia kenal lewat sebuah mimpi. Padahal Dewi Pujawati adalah putri kesayangan Resi Bagaspati. Selama ini segala apa yg diminta oleh sang ayah selalu dipenuhi.
Sehingga dpt dikatakan terpenuhi segala kebutuhannya. Jangankan sampai pergi sejauh ini,sdgkn keluar dari tamansaripun selama ini tdk pernah. Maka wajarlah jika Sang Resi menjadi heran melihat keadaan putrinya itu. Walau saat ini tampak kusut krn tlh menempuh perjalanan jauh, namun tdk mengurangi kecantikan dirinya. Maklumlah karena ia putri seorang pertapa sakti yg mana pertapa tsb adalah termasuk mahluk Allah yg benar2 ikhlas dlm menjalani kehidupan dunia ini. Bagi sang resi, keindahan,kemegahan dan kejayaan dunia adalah kerendahan dan ketiadaan (wahubbuka liddun- yaa huwadz dzullu wal ‘adamu). Sebagai putri semata wayang, Dewi Pujawati mndptkn perlakuan yg istimewa dr sang ayah. Saking cintanya kpd putrinya itu seandainya nyawanya diminta maka akan ia serahkan asal putrinya itu bahagia. Tdk pernh sedikitpun Bagaspati marah kpd putrinya itu. Segala permintaan Dewi Pujawati selalu ia penuhi. Kasih sayangnya pd Dewi Pujawati dpt dikatakan tdk ada tandingannya dibanding kasih sayang orang tua di dunia pd wktu ini (mdh2 an penulis salah). Mk wajarlah jika saat ini Bagaspati menghawatirkan keadaan putrinya itu.
Kembali kpd keadaan Bagaspati yg saat ini sdh terbang tinggi di angkasa hg ke puncak langit. Dengan menggunakan pandangan mata elangnya ia menyapu seluruh pelosok jagad utk melihat ke bumi di mana diperkirakan posisi persisnya putrinya itu berada. Jd yg bs terbang tdk hanya Superman kisah cerita dr negeri manca saja. Di Indonesia pun ada cerita tokoh2 yg bs terbang spt Gatut Kaca, Prabu Kresna dll.
Sambil posisi berdiri persis spt Supermen dlm peragaan film fiksi ketika ada di antariksa itu, Bagaspati melihat ke bawah dg teliti sudut demi sudut yg ada dibumi. Setelah diketahui posisi putrinya yg saat itu sdg beristirahat di bawah pohon mekar sekarep (penulis sndr juga tdk tahu entah itu pohon apa krn ini juga rekayasa penulis) sambil menangis. Kmd Bagaspati melesat turun ke bawah dg kecepatan kilat menuju ke arah Dewi Pujawati. Dan betapa kagetnya sang Dewi karena tiba2 ada suara :
“jangan kamu tanggung sendiri susahmu itu duhai sang Dewi putri ikatan hatiku”. Yg ternyata itu adalah suara Bagaspati yg dlm tempo sekejap sdh berada di hadapan putrinya yg kmd langsung memeluk buah hatinya itu.
“e..e…e…e..e hmmmmmm….mustikaku, jamrudku ya sigar mati dan hidupku, heh….nini Pujawati, apa salahku shg kamu harus menyakiti dirimu sndr melangkah tanpa arah tersedu mendobrak waktu wahai putriku ? tanya Bagaspati dg nada setengah menangis krn tdk tega melihat keadaan putrinya saat itu.
“aduhai Ramanda, ampunilah putrimu ini yg pergi tnp pamit.” Jawaban yg keluar dr mulut mungil dara cantik itu sambil bersujud di bawah kaki ayahnya.
“ya..ya..ya..tdk apa2 duhai putriku, tp tolong Romo diberitahu apa sebab musababnya shg kamu sampai ter buru2 pergi meninggalkan pertapaan Argo Belah. ? Adakah sesuatu yg membuatmu ketakutan atau mengancam keselamatanmu ? Siapakah dia,biar aku telan bulat2 oough..hmmmmm..heh..heh..heh..putriku..oh..pujaan hatiku?” tanya Bagaspati yg kali ini disertai dg kemarahan yg luar biasajk benar ada yg mengancam putrinya itu. Memang Bagaspati adalah seorang yg tawadlu’.Tetapi jika sdh menyangkut tentang keselamatan atau sampai ada yg berani mencederai putrinya itu,jangan tanya lagi.Jangankan sampai mencederai atau mencelekai,sdgkan jk ada yg membuatnya menangis putrinya itu Bagaspati akan marah. Dan jika sdh marah maka kaki yg dipakai utk menggedruk tanah bs membuat tanah menjadi bengkah selebas 10 m dg kedalaman 10 m kayak terjadi gempa (mf ini juga ilustrasi penulis sndr).
Mendapat pertanyaan sang ayah, Pujawati tdk langsung menjawab dan hanya diam dg tetap menundukkan kepala sambil disertai isak tangis dg posisi bersimpuh di bawah kaki lelaki berwajah raksasa itu.
“adakah yg membuatmu takut, nini ?” tanya Bagaspati lagi. Namun yg ditanya tetap saja tdk menjawab.
“atau Romomu ini telah membuat dirimu kecewa shg kamu marah pd diriku yg sdh tua ini duhai belahan jiwaku ?” tanya Bagaspati penuh iba bagi org yg mendebgarnya. Dan kali ini hanya dijawab dg gelengan kepala dari putrinya itu.
“wheh ladalah…ditanya ini dijawab bukan,,,ditanya itu jawabannya tdk. Terus apakah yg membuatmu tega teraniaya hg pergi meninggalkan Pertapaan dan romomu ini yg mencintaimu sepenuh hati ini duhai pancaran jiwaku ?”
Stlh menunggu agak lama,barulah Bagaspati mndpt jwbn dr putrinya yg bicaranya dg nada ter bata2,
“Aduh kanjeng Romo sesembahan hamba, harap mohon diberikan ampunan puterimu ini jika dianggap bersalah krn tlh berani lancang pergi tnp pamit.” Atur Pujawati pd ayahandanya dg jantung berdegup takut kena marah lelaki tua itu.
“iya tdk apa2 putriku yg cantik, Romo sdh senang bs menemukan dirimu dlm keadaan selamat. Sekarang bicaralah jujur kpd ayahmu ini apa yg menyebabkan dirimu pergi meninggalkan pertapaan Argo Belah wahai putri tambatan hatiku ?” bujuk Bagaspati yg sdh mulai cerah krn putrinya sdh mau bicara. Krn adat kebiasaannya jika putrinya itu sdh diam,Bagaspati hrs sabar utuk menunggu Pujawati bicara atas keikhlasannya sendiri. Ini bs dimaklumi krn sdh biasa dimanjakan.
“Tapi sebelum putrimu ini bicara berterus terang , harap Romo jangan marah dan juga tdk mempertawakan apa yg akan hamba sampaikan,Romo.” Pinta Pujawati pd sang ayah.
“hu…hu..hu..ha..ha..ha..Jagad Dewa Batara penguasanya jagad (hanya Allohlah penguasa jagad) kenapa kamu bilang seperti itu wahai pujaan hatiku. Apapun yg akan kamu sampaikan ,Romomu justru akan senang mendengarnya,putriku.” Sahut Bagaspati melegakan hati Pujawati.
“Begini, Romo. Malam sebelum putrimu ini pergitlh bermimpi.” Kata Pujawati tdk melanjutkan kalimatnya krn ingin menunggu reaksi ayahnya.
“apa , bermimpi ?” tanya Bagaspati agak heran. Mimpi apakah yg membuat putrinya ini harus pergi jauh itu ? Bathin Bagaspati.Kmd mendesak putrinya :
“Mimpi apa, dewiku ?”
“hamba bermimpi bertemu dengan seorang satria yg mengaku bernama Narasoma. Dn dlm mimpi tsb kmd putrimu ini berkenalan yg kmd berlanjut menjadi sepasang kekasih. Dlm mimpi tsb dia berjanji akan menikahi putrimu ini, Romo.” Tutur Pujawati yg membuat hati sang ayah tersenyum geli. Bgmn tdk geli org hanya mimpi kok sampai bs membuat putrinya tersiksa.
“Terus ?” desak Bagaspati.
“Bgt terbangun ternyata kangmas Narasoma sdh pergi meninggalkan putrimu ini sendirian. Maka hamba pergi utuk menyusul dan mencari keberadaan Kangmas Narasoma, Romo.” jelas Pujawati.
“uh..uh..uh..ha…ha..ha…ha…ha…putriku nok..putriku yg Romo bangga2 kan,putri yg selalu berlenggang dipelupuk mataku, ya jelas tdk akan ketemu orang namanya saja Cuma mimpi…ha..ha..ha..ha.” kata Bagaspati menanggapi atur putrinya itu.
“tapi mimpiku itu bukan sembarang mimpi,Romo. Ttp mimpi yg putrimu ini meyakini bhw mimpi tsb mempunyai arti. Dan hamba akan tetap mencari kangmas Narasoma sampai ketemu walau itu hrs mengorbankan nyawaku.” tegas Pujawati dg tekad yg sdh bulat. Hal inilah yg mencemaskan hati Bagaspati. Namun lelaki tua itu masih ingin membujuk putrinya agar mengurungkan niat.
“ya tdk bakal ketemu karena itu hanya sebuah mimpi. Dan lg ya kalau benar di dunia ini ada titah yg bernama Narasoma, lha kalau tdk ada terus bgmn,putriku ?”
“hamba yakin keberadaan kangmas Narasoma itu ada, Romo. Mk hamba tetap akan mencarinya sampai ketemu,biar gunung jadi penghalang dan lautan jadi rintangan hamba tdk peduli pokoknya hrs aku temukan kangmas Narasoma.” Jawab Pujawati sdh bulat tekadnya.
“sdhlah ya nok cah ayu, jangan terhanyut dan larut dg sebuah mimpi. Jika memang dirimu ingin segera punya suami, nanti akan Romo pilihkan. Lelaki di seputar pertapan Argo Belah ganteng2 dan alim2 semua. Pilihlah mana diantara mereka yg paling kamu sukai dan itu nyata keberadaannya,wahai putriku.” Kata Bagaspati msh berusaha membujuk putrinya.
“tdk Romo. Putrimu ini tetap pd pendirian yi hanya mau menikah dg kangmas Narasoma.” Jawab Pijawati yg bersikukuh hanya mau menikah dg lelaki yg ditemui lewat mimpi itu.
“lho, bgmn mungkin org Narasoma itu hanya dlm mimpi ?”
“hamba yakin di dunia ini ada ksatria yg bernama Raden Narasoma. Dan jika putrimu ini tdk dpt menikah dg Raden Narasoma mk lbh baik suduh seliro (bunuh diri).” Jawab Pijawati lagiyg kali ini benar2 membuat Bagaspati semakin khawatir dg keadaan putrinya itu.
“e..ee..e..hmmmmm jagad dewo bathoro waseso wasesaning bawono langgeng. Ujian apa lagi ini yg hrs hamba jalani ?” desah bathin Bagaspati. Bgmn tdk sedih ,hanya gara2 mimpi ketemu pemuda mk putrinya itu malah meminta utk menikah dg pemuda yg hanya ia temui dlm mimpi. Lbh menyedihkan lagi jika sampai tdk bs menikah dg lelaki tsb, putrinya memilih bunuh diri. Kmd Bagaspati merenungi bagaimana dia selama ini selalu memenuhi keinginan putrinya itu. Pernah pada suatu ketika putrinya itu meminta agar ditangkapkan seekor burung yg bs diajak bicara mk iapun memenuhinya. Dg kesaktian yg ia miliki maka apa yg disedya diijabahi oleh Allah SWT. Itulah kehebatan Bagaspati mahluk yg tawadlu’. Tp keinginan putrinya kali ini sungguh2 membuatnya bingung krn permintaan yg tdk ketemu nalar. Shg pusing dan kalut pikiran Bagaspati memikirkan tekad putri kesayangannya itu.
“nini Pujawati, putri yg aku cintai. Jk memang di jagad lahir ini benar ada ksatria yg bernama Raden Narasoma, dimanapun ia berada akan Romo cari dan akan aku telisik dan aku ubek sampai ketemu kmd aku boyong ke pertapaan Argo Belah demi memenuhi keinginanmu, walaupun itu harus mengorbankan nyawaku. Tp sekali lg itu hanya mimpi nduk..cah ayu.” Nasihat Bagaspati memelas.
“ampun beribu ampun Romo, pokoknya putrimu ini lbh baik pralaya drpd hdp tanpa bersuamikan kakangmas Narasoma.” Kata Pujawati yg tdk mempan dibujuk oleh ayahnya.
“whah…ladalah..anak polah bopo kepradah ( anak yg bertindak org tua kena getahnya ). Baiklah nini,mungkin ini sdh mnjd kehendak Dewata. Dan tenangkan hatimu dan tolong jagalah pertapaan Argo Belah, tunggulah Romomu ini kembali dg membawa ksatria boyongan yg bernama Narasoma itu.” Janji Bagaspati yg membuat hati Dewi Pujawati ber bunga2. Bgmn tdk senang, krn selama ini jika Romonya sdh menyanggupi pasti tdk berapa lama akan terpenuhi permintaannya.
“Terima kasih Romo, dan putrimu ini akan menunggu di pertapaan. Oh..iya agar Romo tdk salah orang inilah ciri2 nya kangmas Raden Narasoma yaitu : tinggi pidekso, kulit kuning langsap, kumis tipis suka olah kanuragan. Itu saja yg bs hamba aturkan , Romo.” Atur Pujawati penuh semangat.
“wheh..ha..ha..ha.. pdhl ciri2 spt yg kamu sebutkan di jagad ini ada banyak,putriku. Tapi baiklah, doakan romomu ini bs kembali ke pertapaan Argo Belah dg membawa Raden Narasoma itu.” Sahut Bagaspati yg sebenarnya di dlm hati meragukan apakah dia bs menemukan lelaki yg dimaksud.
Berbeda dg Pujawati yg yakin sepenuhnya bhw sang Romo akan mampu mewujudi keinginannya krn dia tlh mengetahui kesaktian Romonya itu. Jangankan hanya mencari org yg masih hidup di dunia, sdgkan mencari org yg sdh mati saja bisa atas idizn Allah (ini juga ilustrasi penulis).
Kemudia Bagaspati terbang melesat secepat kilat utk mencari pemuda yg bernama Narasoma setelah terlebih dahulu mengantarkan Dewi Pujawati kembali ke pertapaan. Kebergian sang Romo diiringan pandangan mata penuh takjub oleh putrinya yg cantix jelita itu. Berbahagialah jika saat ini ada pria yg bernasib seperti Raden Narasoma dan yg merindukanpun secantik Dewi Pujawati. Tapi mungkinkah itu ?
Mari kita tinggalkan Dewi Pujawati yg berderi penuh kagum mengiring kepergian sang ayah yg akan menjemput Narasoma pemuda ganteng yg ia temui lewat mimpi. Sekarang kita beralih ke Resi Bagaspati yg dlm sekejap sdh berada dipuncak langit. Setiba disana kmd dengan pandangan mata elangnya ia menyapu seluruh sudut jagat utuk mencari pemuda yg ciri2 nya telah disebutkan putrinya itu. Hampir setiap pemuda yg dianggap mempunyai ciri2 yg sama ia temui dan ia tanyai, namun yg didapat adalah setiap pemuda yg ia tanyai pasti pingsan krn ketakutan melihat wajahnya yg menyeramkan. Ratusan bahkan ribuan pemuda dr berbagai belahan bumi tlh ia jelajahi. Tp belum ada satupun yg mengaku bernama Narasoma. Setelah setiap pemuda yg ia temui pasti pingsan, mk ia mengambil cara lain yakni jika ada pemuda yg mirip dg ciri2 yg dimaksud, ia tdk langsung menemui namun mengintip secara sembunyi2 agar tdk membuat pingsan. Stlh diketahui persis pemuda tsb tdk bernama Narasoma, mk ia pindah meneliti pemuda yg lain yg dianggap mirip. Dg cara itupun msh belum ditemukan. Bagaspati hampir saja putus asa dan memutuskan utk kembali ke pertapaan dg tnp hasil sampai suatu ketika ia melihat pemuda yg dianggap mempunya ciri2 spt yg disampaikan putrinya yi tinggi pidekso,kumis tipis dan suka olah kanuragan.
Kita tinggalkan Bagaspati sejenak, dan kita tengok siapa pemuda yg sdg diincar oleh Bagaspati dg menggunakan aji panglimunannya (menghilang). Benarkah dia pemuda yg bernama Narasoma ? Saat itu Bagaspati memang dg mengamati seorang pemuda dimksd di tlatah kerajaan Mandraka dengan rajanya bernama Prabu Mandra Pati.
Raja Mandraka tsb mempunya 2 org anak yaitu anak pertama seorang laki2 bernama Raden Narasma dan yg ke 2 adalah seorang putri bernama Dewi Madrim.
Prabu Mandrapati adlh seorang raja bijak yg mendidik putra putrinya dengan keras dan disiplin. Hal inilah yg membuat Narasoma memutuskan utuk pergi merantau meninggalkan kerajaan krn tdk tahan dg didikan org tuanya. Dan krn pergi meninggalkan kerajaan maka dari sinilah awal terjadinya proses pembelajaran Raden Narasoma menjadi org yg bijaksana. Narasoma adlh seorang putra mahkota yg angkuh yg besoknya bakal menggantikan kedudukan ayahnya utk menjadi raja. Karena ia punya keahlian olah kanuragan maka banyak para ksatria yg berhasil ia kalahkan. Kurang puas dg itu maka setiap ada adu kesaktian dia pasti mengikuti dan selalu memenangkan pertandingan. Akhirnya dia merasa dirinya sakti tanpa tanding dan selalu sesumbar dan berkelana ke mana2 hanya utuk mencari org2 yg dianggapnya sakti. Setelah ia temukan maka ditantang dan hasilnya bisa ditebak,dialah pemenangnya. Sehingga namanya menjadi terkenal sebagai ksatria tanpa tanding. Karena ketenarannya inilah maka memudahkan Resi Bagaspati utuk mengetahui keberadaan si Narasoma. Suatu siang yg terik ketika Narasoma sdg berteduh di bawah pohon beringin tua utk beristirahat dlm pengembaraannya, tanpa ia sangka2 entah drmn datangnya, dihadapannya tlh berdiri sesosok raksasa setinggi bukit yg menurutnya sanggat nggegilani (menjijikkan). Belum hilang rasa kagetnya tiba2 :
“wahai raden, maafkanlah aku yg tua ini tlh membuat raden terkejut. Dan kalau boleh tahu siapakah nama raden ?” tanya Bagaspati penuh santun suatu sikap yg sebetulnya
Dengan penuh keheranan Narasoma berdiri spt tdk bisa berkata apa2 bukan karena ketakutan melihat wajah seram bagaspati akan ttp krn baru kali ini dia menemui raksasa yg bisa sopan santun. Dlm pikiran Narasoma adalah kalau menilik wujudnya adalah seorang butho (raksasa) yg ganas menyeramkan tetapi kok memakai pakaian seorang resi dan juga ramah. Keheranan Narasoma tdk berlangsung lamakrn kmd dia sadar dan berpikir utk adu kesaktian dg mahluk denawa ini.
“wah ..tdk tahu dari mana asalnya, tahu2 ada bedes (sebutan utk menghinakan) jelek tdk punya tatakrama dan mengganggu org yg sdg istirahat saja, siapa kamu !” bentak Narasoma kpd mahluk seram itu.
“wheei..ladalah..saya bertanya blm dijawab malah balik ditanya. Baiklah Raden, saya ini punya julukan Resi Bagaspati dan berasal dr Pertapaan Argo Belah kmd Raden ini punya nama siapa ?” kembali Bagaspati mengulang pertanyaannya dg merendahkan diri serta penuh penghormatan kpd pemuda itu.
“jika kamu kepingin tahu, aku ini putra mahkota kerajaan Mandraka nama saya Raden Narasoma.” Jwb pemuda itu ketus.
“wheh..hu..hu..hu..ha..ha..ha..ha. sungguh suatu kebetulan dan keberuntungan saya,raden.
Sdh tujuh purnama aqu terbang mengitari jagad hanya untuk mencari raden.” Jelas Resi Bagaspati. Yg kmd menceriterakan perihal mimpi yg dialami putrinya hingga dia ketemu dg Narasoma.
“Begitulah ceritanya, Raden. Dan demi ditangisi anak maka saya mohon agar sudilah kiranya raden saya boyong ke pertapaan Argo Belah utuk saya nikahkan dg putriku kesayanganku satu2 nya.” Pinta Bagaspati kpd raden Narasoma.
“apa ! aku akan kamu kawinkan dg anakmu ? Ha..ha..ha..ha..ha.. apa mata saya sdh blawur ? ApaNarasoma putra mahkota kerajaan Mandraka sdh tdk laku kawin shg mau dinikahkan dg putrimu ? Menilik rupa bapaknya saja sdh nggegilani dan ingin muntah terus anaknya pasti lebih2 lagi ha..ha..ha..ha..” jawab Narasoma sambil tertawa mengejek.
“Oh…raden, putriku tdk spt yg kamu sangka. Putriku bak seorang Dewi yg turun dari kahyangan. Saya jamin raden akan suka dg putriku.”sahut Bagaspati msh merendah walau diledeki oleh Narasoma,namun tetap berusaha membujuk agar mau diboyong.
“tdk sudi ! Jika kamu masih me rengek2 maka jangan salahkan diriku jka sampai tungkak kakiku masukke dalam mulutmu.”teriak Narasoma mengancam.
“aduh..dewa..dewa..apa dosaku shg aku hrs melakukan perbuatan hina dg terpaksa me runduk2 dan merengek dg pemuda yg kurang tata kramanya yg tdk ada rasa penghormatan terhdp makhluk lain. Oh..demi ditangisi oleh anak,aku hrs berbuat yg bertentangan dg hati nuraniku. Aduh..dewa…dewa.”keluh Bagaspati dmk menyayat hati dg sesambat pd Dewa. Namun dmk blm mampu meluluhkan hati Narasoma.
“bukan urusanku, heh butho ( raksasa ) jelek, minggir kamu dari hadapanku. Aku akan melanjutkan perjalananku !” hardik Narasma pd raksasa tua itu agar menyingkir dr hadapannya.
“sekali lagi raden, maukah kamu aku boyong ke pertapaan Argo Belah utk aku nikahkan dg putriku yg cantix bak Dewi Ratih ?” rengek Resi Bagaspati msh berabar.
“tdk sudi.!” Jwb Narasoma singkat sambil siap2 utk melangkah pergi.
“jika tdk mau..” kata Bagaspati blm selesai bicaranya sdh keburu dipotong oleh pemuda congkak itu.
“mau apa kamu heh..butho jelek ?” tantang Narasoma.
“dg sangat terpaksa raden akan saya rudopekso (dipaksa).” Jwb Bagaspati ganti mengancam.
“silahkan jika kamu sanggup dan mampu.” Sahut Narasoma percaya diri. Krn seperti inilah yg ia harapkan krn ingin mengadu kesaktian dg raksasa setinggi bukit itu. Memang selama ini banyak lawan2 nya yg ia tundukkan. Tapi tdk ada satupun yg berwujud raksasa. Inilah kesempatan yg ia tunggu2 dg uji kesaktian melawan raksasa.
Akhirnya ksatria dan resi yg berwujud raksasa itu jadi perang tanding. Saling mengadu kekebalan kulit, alotnya otot dan kuatnya tulang. Kedot kerot pating krekot suara raungan dan teriakan dari kedua belah pihak disaat kena hantaman lawan. Dalam hal ini memang Narasoma sebenarnya diuntungkan, krn Bagaspati tdk ada niatan utk membunuh sebab ia berpikir akan memboyong hidup2 pemuda tsb. Sebaliknya dr pihak Narasoma punya tujuan ingin menghabisi nyawa lawannya dan jika itu bs ia lakukan maka akan ada rasa kebanggaan tersendiri.
Krn Bagaspati tdk ada niatan melukai apalagi membunuh mk ia cuma bs menangkis sambil sesekali memukul dg menggunakan tenaga yg tdk membuat sakit lawan, maka ia merasa kesulitan sendiri. Justru krn itulah Narasoma merasa lawan berada dibawah kesaktiannya dan ia pikir akan mampu merobohkan raksasa tsb. Semakin bersemangatlah Narasoma dg menambah tenaga dan kesaktian utk menghantam lawan sekenanya.
Lama kelamaan Bagaspati habis kesabarannya dan dlm hati berpikit :
“hmmmmmm…heh..heh..heh..jika aku tdk menggunakan ajian Condrobirowo maka walau sampi 7 condro perkelahian ini tdk akan rampung2.”
Kmd Bagaspati benar2 menggunakan ajian langka tsb. Ajian condro birowo yi suatu ajian yg mana jika dirapal maka dari sikunya akan keluar satu butho kerdil yg kmd terus menyerang Narasoma. Semula Narasoma memandang remeh dg kemunculan 1 butho kerdil tsb. Betapa tdk, utk Bagaspati yg sebesar bukit aja kewalahan melawan dirinya, apalagi ini hanya butho kerdil yg jumlahnya Cuma satu. Dg gampang akhirnya dia mampu membunuh butho kerdil tsb. Dg kematian butho kerdil tsb tiba2 muncul 2 butho kerdil yg kmd menyerang Narasoma. Itupun juga bs dibunuh Narasoma. Tp keanehan terjadi lagi yi stlh 2 butho dibunuh tiba2 muncul 4 butho kerdil yg lgsg menyerangnya. 4 dibunuh kmd muncul 6 butho dst..dan selalu muncul 2 kali lipat dr jumlh yg dibunuh. Akhirnya Narasoma kecapaian krn terkuras tenaganya hg roboh lunglai tanpa daya sama sekali. Setelah roboh ketanah kmd ia pasrahkankan nasibnya kps Bagaspati.
“silahkan kalau mau membunuhku, tapi jangan berharap aku akan sudi kawin dg anak perempuanmu !” teriak Narasoma msh juga bersikeras menolak utk dikawinkan dg putri raksasa itu.
Tanpa menggubris Narasoma yg ber teriak2 minta agar dibunuh, Bagaspati langsung membopong tubuh Narasoma yg lemas tnp daya dibawa terbang melesat menuju pertapaan Argo Belah. Karena saking senangnya tnp disadari mulut Bagaspati ngedumil sambil berdendang yg semua itu tdk luput dr pendengaran Narasoma.
“nini,putriku yg jelita. pun Romo sdh dpt memboyong calon guru lakimu cah ayu..” grenengan yg keluar dr mulut Bagaspati yg disertai irama surgawi keluar dr bibir Bagaspati disepanjang perjalanan menuju pulang ke pertapaan.
Sekarang kita menuju Dewi Pujawati yg harap2 cemas menunggu kedatangan ramandanya yg sdh lbh dr 7 purnama belum juga datang. Setiapmalam sejak kepergian ayahnya dia selalu berdoa memohon kepada jawata(Alloh) agar ayahnya kembali pulang dg selamat dan syukur bs memboyong Narasoma pemuda tampan yg ia kenal lewat sebuah mimpi.
“wahai dewa, yang menguasai jagad (hny Allohlah penguasa jagad), berilah pertlongan kpd ayahku Resi bagaspati.” Kalimat itu selalu meluncur dr bibir dara cantik yg sdg kasmaran itu setiap saat dan setiap ingat.
Ketika sdg berdoa itulah tiba2 lamat2 terdengar suara ayahnya yg me manggil2 namanya yg lama kelamaan suara tersebut jd jelas dan jleg sdh berdiri di depannya sang ayah yg membopong seseorang.
“nini, tdk usah was sumelang (khawatir), berkat doamu, Romo sdh berhasil bemboyong pemuda yg ada dlm mimpimu itu.” Berkata bagaspati sambil meletakkan tubuh yg masih dlm keadaan lemas di hadapan putrinya.
“putrimu menghaturkan sembah dan rasa terima kasih atas cinta kasih kanjeng rama.” Sambut Dewi Pujawati sambilbersujud di kaki ayahnya.
“ya nini,aku terima sembahmu dan bgmn keadaan pertapaan Argobelah selama romotinggal pergi, nduk ?” tanya Bagaspati.
“semua baik2 saja Romo, bahkan burung pudak puyeng yg biasanya bernyanyi dipohon jambe pun selalu berkicau seolah ikut berdoa utk keselamatan Romo.” Tutur Dewi Pujawati bersemangat, Betapa tdk senang dan bersemangat krn melihat ayahnya pulang dg selamat dan tlh berhasil memboyong pemuda pujaan hatinya itu. Pemuda inilah yg tlh membuat dirinya ter gila2,siang tdk doyan makan dan malam tdk bs tdr. Yg ada dlmpikirannya hanya si Narasoma. Itulah kelemahan manusia jika sdh jatuh cinta. Di jagad yg ramai ini akan menjadi sepi tanpa kehadliran tambatan hati. Dan itupun juga di alami oleh Dewi Pujawati.
Bagaimana dg Narasoma yg lemah tdk berdaya ? Apa yg ada dlm pikirannya sejak dia dibawa terbang hg sampai ke pertapaan Argo Belah yg kmd tlh menyaksikan sendiri rupa dan wujud drpd putri raksasa itu ? Ikuti kisah selanjutnya.
Semula dia sempat menduga bhw putri Bagaspati ini berwajah jelek seperti ayahnya bahkan bisa lebih jelek lagi. Sepanjang perjalanan ketika dibawa terbang oleh Bagaspati,pikirannya sempat sedih stress bukan karena takut di bunuh resi yg berwujud raksasa itu. Tp ketakutannya akan di jodohkan dg putri raksasa itu. Baginya lbh baik mati drpd hrs menikah dg perempuan bangsanya butho. Itu pikirannya ketika dlm perjalanan. Tetapi betapa terkejutnya ketika menyaksikan bhw ternyata putri Bagaspati itu cantik jelita dan hampir saja dia berteriak kegirangan utk menjawab setuju dirinya dinikahkan dg Dewi Pujawati kalau dia tdk mengingat bhw putri Bagaspati sedang ter gila2 pd dirinya. Narasoma yg sebenarnya juga jatuh hati bgt melihat pandangan pertama dg dara jelita itu berusaha menahan diri seakan dia acuh dn dingin thd Dewi Pujawati. Narasoma punya rencana besar. Disaat Narasoma sdg merenung dg pikirannya sendiri tiba” ada sua lembut :
“perkenalkan raden, namaku Dewi Pujawati putri satu2 nya romo resi Bagaspati.” Sapa Dewi Pujawati pd Narasoma yg penuh takjub melihat kemolekan tubuh wanita yg menyapanya, namun berusaha disembunyikan. Sikap Narasoma tsb sebenarnya tdk luput dr perhatian Bagaspati yg sdh tua dan sdh pengalaman mengahadapi pahit getirnya kehidupan.
“hmmmm…kamu yg namanya Dewi Pujawati yg di sebut2 oleh Resi Bagaspati itu ?” tanya Narasoma jual mahal.
“betul raden, akulah Dewi Pujawati. Dan mohon dimaafkan jika ada kesalahan yg dilakukan oleh romoku dan juga mungkin ada yg kurang dalam penyambutan terhadap raden.” Jawab Dewi Pujawati penuh sopan yg sebenarnya sikap yg telah menjebol benteng kokoh si Narasoma yg angkuh seakan tdk sudi di dekati perempuan manapun di dunia ini. Yach…Narasoma yg selama ini dingin thd wnt bhkn putri2 raja yg cantik2 pun tdk satupun yg mampu memikat hatinya. Ttp thd Dewi Pujawati dia limbung tanpa daya, hanya kesombongan dan keangkuhannyalah yg membuat dirinya berlagak dingin thd Dewi Pujawati.
“hmmm..ea tdk apa2, kenalkan diriku ini Raden Narasoma.” Kata Narasma agak sedikit gagap.
“terima kasih raden telah mau memperkenalkan diri. Dan maukah raden memafkan romo Resi Bagaspati dan diriku?”
“tdk apa2 dewi, trs mengapa dewi meminta romomu utk memboyng diriku ke pertapaan Argobelah ini ?” tanya Narasoma pura2 tdk tahu.
“ampun beribu ampun raden,jika ada salah dlm tindakan kanjeng romo Bagaspati,sayalah penyebabnya. Dan sayalah yg perlu disalahkan.” Kata Dewi Pujawati yg kmd menceritakan awalmula dia bermimpi ketemu Narasoma hiingga akhirnya Narasoma diboyong Bagaspati setelah terlebih dulu perang tanding dg lelaki tua yg telah membuat dirinya kesandung batunya dg melawan raksasa sakti.
Sejak dia dikalahkan oleh Bagaspati, Narasoma memutar otak utk mencari cara bgmn agar mendapatkan ilmu Condrobirwo yg dimiliki Resi Bagaspati itu. Dia telah merasakan sendiri betapa ampuhnya ajian Condrobirowo karena dia telah dibuat lumpuh tanpa daya.
“Bgmn raden, maukah kamu aku nikahkan dg putriku ini ?” tiba2 Bagaspati menyela perbincangan Narasoma dg Dewi Pujawati.
“Bgmn aku akan menjawab, sdgkan diriku kenal sama putrimu saja baru sekarang.Utuk kawin itu butuh wkt dan proses. Terus terang,putrimu memang cantik, tp saya btuh wktu utk berpikir dan butuh waktu utk pendekatan dg Dewi Pujawati.” Jawab Narasoma yg sdh menemukan taktik utk mendapatkan ilmu Candrabirawa miliklelaki tuaitu.
“baiklah raden, jika bgt aku beri kesempatan utk dpt mengenal lbh dekat dg putriku ini. Dan utk sementara waktu saya akan manjing dulu di sanggar pamujan. Nanti jika saya tlh selesai bersemedi (berdzikir) saya harap raden sdh dpt memberi keputusan.” Pesan Resi Bagaspati yg kemudian meninggalkan Narasoma dan Dewi Pujawati utk berduaan.
Sepeninggal Resi Bagaspati,tinggal Narasoma yg ditemani Dewi Pujawati. Krn Narasoma tahu bgt ter gila2 nya putri resi itu pd dirinya, Narasoma tdk men sia2 kan kesempatan ketika sdg berduaan tsb. Dg adanya kesempatan ini, Narasoma langsung menebar jaring pengikat sukma yg membuat Pujawati tdk dpt berkutik dan pasrah jiwa raga serta memenuhi apa yg diminta oleh pemuda tampan pujaan hatinya itu.
“berart dg apa yg telah aku berikan kpd kangmas Narasoma sdh dpt meyakinkan diri kakangmas bhw aku benar2 mencintai kakang mas ?” tanya Pujawati sehabis menyerahkan mahkota kegadisannya kpd pemuda yg ada disampingnya.
“bukannya kakang kurang yakin diajeng, akan tetapi msh ada ganjalan dalam hati kakang.” Jwb Narasoma mulai menjalankan taktiknya.
“apa yg menjadi kakang raden, apakrn saya gadis dusun yg kurang tata krama ?” tny Pujawati penasaran.
:Bukan, bukan itu diajeng.” Tepis Narasoma.
“terus apakah itu,kakang ?” desak Pujawati penasaran.
“diajeng kan tahu bhw aku ini putra mahkota kerajaan Mandraka yg bakal mnjd raja di Mandraka, kan ?”
“iya saya tahu kakang, apa krn sdh dijodohkan dg wanita lain kakang ? Jika benar,biarlah aku menjadi selir kakang mas raden Narasoma juga tdk apa2 kakang.” Rengek Pujawati yg sdh mulai akrab dg pemuda tsb. Bahkan dlm hatinya sdh merasa seakan tlh sejiwa dg pemuda tampan yg selama ini di idam2 kan utk menjadi suami pujaan hatinya.
“aku tdk akan jadikan dirimu selir, tapi akan aku jadikan permaisuriku, tp ada syaratnya.” Jelas Narasoma yg membuat hati Pujawati berteriak kegirangan juga deg2 an krn khawatir tdk dpt memenuhi syarat yg diminta Narasoma.
“apa syaratnya itu ,kang mas ?” tny Pujawati dg perasaan was2.
“kamu tdk akan sanggup memenuhi , diajeng.”
“jika itu demi kebahagiaan kita, pun rayi sanggup memenuhi dg bantuan Romo Resi Bagaspati. Krn selama ini kanjeng Romo selalu memenuhi apa yg jd permintaan diajeng,kang mas.” Jelas Dewi Pujawati yg sdh mulai terjerat laku.
“apa betul itu, diajeng ?”
“betul kakang. Katakanlah apa syarat yg kakang mas maksudkan ?” desak Pujawati yg sdh mulai tdk sabar utk mengetahui syarat yg diminta calon suaminya itu.
“baiklah jika begitu, jika kamu ingin aku nikahi dan aku jadikan permaisuri di negara Mandraka, maka kakang ingin kematian Resi Bagaspati.” Jwb Narasoma yg membuat Pujawati bagaikan mendengar bunyi petir di siang bolong.

Utk sesaat Pujawati tdk bs bicara apa2. Dia hampir tdk percaya dg apa yg barusan didengarnya. Apa yg dilakukan hanya bs memandangi wajah pemuda yg ada di depannya yg ternyata mempunya watak yg jahat. Akankah dia tega melihat kematian sang ayah yg telah sepenuh hati merawatnyasedari kecilhg menginjak dewasa seperti saat ini. Apa yg ia minta kpd sang ayah selalu dipenuhi. Sekarang ia dibenturkan dg 2 kepentingan yg berbeda. Disatu sisi ia mencintai sang ayah sdgkn disisi lain ia juga mencintai pemuda yg mengharapkan kematian ramandanya. Dia tdk hbs mengerti mengapa pemuda idaman hatinya ini menginginkan kematian ayahnya.
“Mengapa kakang mas tega berucap seperti itu, apa rayi (adinda) tdk salah dengar.” Tny Pujawati memastikan.
“tidak. Rayi tdk salah dengar. Saya mau menikahi diajeng Pujawati asal Resi Bagaspati mati. Krn kakang malu mempunya mertua rasekso dg wajah jelek menakutkan. Terus bgmn nanti pandangan rakyatku yg ada di negara Mandraka. Namun dmk jk diajeng tdk setuju, kakang tdk akan memaksa.Tp yaitu, kakang tdk bs menikahi diajeng.” Kata Narasoma lembut namun bagai sembilu yg tepat menusuk jantung Pujawati.
Mendengar penjelasan Narasoma itu hati Pujawati terasa sedih penuh nelongso. Bagaimana tdk,jika mengingat nasib yg harus ia jalani. Jika menyetujui keinginan Narasoma maka ia hrs kehilangan ayahnya yg menyayangi dirinya sepenuh hati. Jika tdk menyetujui keinginan Narasoma berarti ia hrs relah utk tdk jd dinikahi Narasoma,pdhl dia lbh baik mati drpd tdk jd istri Narasoma. Cintanya sdh demikian mendalam thd pemuda tampan ini. Jika ayahnya mati karena sdh kehendak dewata baginya tdk masalah, tp ini lain.Kematian ayahnya krn atas keinginan calon suaminya. Kebingungan sdg meliputi hati Pujawati. Yg manakah sebaiknya pilihan yg ia ambil. Nikah dg Narasoma dan kehilangan sang ayah. Atau tdk kehilangan ayahnya namun tdk jd nikah dg narasoma ? Itulah pilihan2 yg kebanyakan dihadapi oleh seoorang anak wanita pd umumnya. Terkadang rela mengorbankan org tua yg sdh mengasuhnya sejak kecil,menyayanginya sepenuh jiwa raganya. Tp hanya krn ketemu dg pemuda yg baru dikenal ia rela meninggalkan ortunya hny gara2 ortu tdk menyetujui hubungannya.
Mari kita angan2…betapa jd org tua itu sungguh siap2 dikhianati cinta kasihnya oleh si anak.
Kita kembali kepada Pujawati yg kini diliputi kesedihan yg mendalam.
“Duh…dewa…dewa..bathoro. Hamba minta maaf.Hamba mohon sejuta ampunan. Krn hamba sebagai seorang anak bakal menjadi anak yg utk meraih kebahagiaan harus berdiri di atas jasad ayah hamba. Duhai dewa…dewa..” sambat Puajawati yg kemudian menimbulkan kukus hingga menembus ke alam bathin Resi Bagaspati yg kala itu sdg bersemedi (berdzikir). Bagai terhentak dr tidur Bagaspati langsung menghentikan semedinya dan bergegas menuju ke tempat Pujawati yg lagi sambat2.
Setiba di hadapan putrinya itu ternyata benar kukus yg ia tangkap adalah derita bathin yg tengah disandang putrinya. Bagaspati melihat putrinya sedang duduk sendiri di ruang keputren dan meninggalkan Narasoma sendirian di taman sari. Ia melihat putrinya itu sdg menangis sedih lebih sedih dibanding ketika ia temukan saat Pujawati pergi mencari Narasoma.
“ada apa lagi nini “ tanya Bagaspati mengagetkan Dewi Pujawati yg lagi sungkawa (sedih).
“aduh Romo,putrimu ini berharap ajal datang menjemput.” Atur Pujawati sambil menubruk utk ssujud di kaki ayahnya.
“ada apa nduk cah ayu,putri kesayangannya bopo. Putri sigarannya hidup dan matiku wahai kekasihku ya manjaanku. Apa yg membuatmu sedih ? Kenapa kamu minta mati ? ApaNarasma telah menyakiti dirimu, duhai permata hatiku ?” tanya Bagaspati mencecar.
Memang Resi Bagaspati paling tdk tahan jika menyaksikan putrinya itu sampai mengeluarkan air mata. Dia lbh baik memilih tanding dengan rajanya demit dibanding jika menyaksikan tangis putri kesayangannya itu.
“tdk romo, kang mas Narasoma baik thd putrimu ini.” Jwb Pujawati melegakan hatinya.
“lantas apa yg membuat dirimu ini sedih, wahai buah hatiku ?”
“putrimu ini tdk sanggup utk matur, romo.” Sahut Pujawati tdk sampai hati utk berterus terang.
“kenapa tdk sanggup utk matur kpd Romomu ini. Katakanlah, apa yg jd sebab kesedihanmu ,wahai putriku ? Jangan takut.Romo tdk akan marah dan siap menerima apapun resiko yg kamu sampaikan. Apapun akan romo tempuh walau nyawa ayahmu yg sdh tua ini jadi tumbal, duhai juwitaku.” desak Bagaspati penuh dg belas kasih.
“aduh kanjeng Romo, drmn putrimu ini harus mengawalinya, Putrimu ini sdg kebingungan, Romo.”
“baiklah romo bantu. Bgmn tentang Narasoma ? Maukah dia menikahi dirimu,nduk Pujawati ?”
“justru hal itulah yg membuat putrimu ini bingung ?” jwb Pujawati.
“apa karena dia minta bebana (mas kawin).Kalau itu yg diminta biarlah rom penuhi. Apa dia minta diiring seribu bidadari sebagai pengiring mantennya nanti, jika itu yg diminta Romopun sanggup utk adu tanding dengan para dewa jika tdk mengijinkan 1000 bidadari aku pinjam utk menjadi dayang temantenmu ? tanya Bagaspati semakin penasaran krn putrinya blm mau berterus terang.
“memang kang mas Narasoma minta syarat, Romo. Tp bukan syarat yg rom sampaikan tadi.”
“terus syaratnya itu apa nduk cah ayu putri kudanganku ?”
“syaratnya nyawa, Romo.” Jwb Dewi Pujawati yg kmd terus menangis histeris.
“wheh..ladalah..eh..hmmmm…terus nyawa siapa itu, putriku ? Jangan kamu menangis spt itu. Kalau kamu menangis romomu ini terasa seperti dilolosi otot dan tulangnya ya putriku ?” bujuk Bagaspati agar putrinya berhenti menangis.
“aduh kanjeng romo..mohon beribu ampun putrimu ini. Nayawa yg diminta tdk lain dabn tdk bukan adalah …” Pujawati tdk meneruskan kalimatnya.
“katakanlah,nyawa siapa ,putriku Jujurlah,bicaralah terus terang. Romo tdk akan marah, cah ayu ? Apa Narasoma punya musuh ? Kalau benar demikian biarlah akan romo telan itu musuh Narasoma ?”
“tdk romo. Nyawa yg diminta adalah nyawa kanjeng romo sendiri.” Jawab Dewi Pujawati berterus terang yg kmd langsung menangis lagi di bawah kaki ramandanya.
“e…e..e..e..e ..Jagad Dewo Bathoro waseso wasesaning jagad (hanya Allohlah yg menguasai jagad) hmmmmmm….Jadi Narasoma mengharapkan kematianku. Terus apa alasannya, cah ayu ?” tanya Bagaspati lagi seperti tdk terjadi apa2. Hal ini bisa dimengerti. Karena sebenarnya Resi Bagaspati sdh tahu apa yg sebenarnya terjadi.
Walau dia sdg bersemedi dan tdk tahu aktifitas putrinya dg Narasoma, namun dengan kesaktiannya dia telah mengetahui semua. Jangankan kok peristiwa yg kini sdg dialami, sdgkan peristiwa yg akan datang yg menyangkut nasib dirinya dan putrinya saja dia sdh tahu. Itulah kelebihan hamba Alloh yg tawadlu’. Berita2 ghoib dari alam malakut bs ia terima. Hanya saja tdk ia pakai utk disebar ke masyarakat umum hanya demi lembaran rupiah. Org yg mendapat bocoran berita ghoib dari alam malakut justru lebih ber hati2 dlm bersikap. Demikian juga dg apa yg dialamioleh Resi bagaspati.
Mendapat pertanyaan ayahnya spt itu kmd Dewi Pujawati menceritakan dari awal sampai akhir tentang dirinya dg Narasoma termasuk kematian sang ayah atas keinginan Narasoma.
“Oh..jd begitu ceritanya. Terus menurut dirimu sendiri bgmn,nduk ?” tanya Bagaspati yg sdh mulai paham beban pikiran yg dialami putrinya.
“putrimu sangat mencintai kakang mas Narasoma, Romo”. Jawab Pujawati.
“Jika memang begitu, panggil Narasoma utk menghadap Romo, nduk.” Perintah Bagaspati dg penuh kasih.
Mendapat perintah ayahnya ,Pujawati langsung pergi menuju ke tempat Narasoma yg lagi menunggu kabar dari calon isterinya itu.
Setelah Narasoma dihadapkan kpd ayahnya oleh Pujawati,kmd Bagaspati berniat utk menanting kebulatan tekad Narasoma yg bakal menjadi suami putrinya,
“Raden, apa betul kamu mencintai putriku ?” tanya Bagaspati kpd Narasoma yg penuh dg keangkuhan.
“betul Sang Resi.”jawab Narasoma singkat.
“maukah kamu menikahi putriku ?” tanya Bagaspati lagi.
“saya mau menikahi tetapi dg syarat…..” jawab Narasoma belum selesai sdh keburu dipotong oleh Resi bagaspati.
“saya sdh tahu persyaratan yg raden minta, akan saya penuhi. Tetapi saya juga minta syarat. Sanggupkah Raden memenuhi ?” Kata Bagaspati yg juga minta persyaratan.
“apa syarat yg Resi minta ?” tanya Narasoma/
“maukah kau dirimu berjanji utk menikahi putriku ?”
“mau !” jwb Narasoma tegas.
“maukah dirimu menjadikan putriku adalah satu2 nya wanita yg menjadi istrimu yg artinya kamu tdk mencari wanita lain entah itu sebagai isteri atau selir selain Pujawati putriku yg hanya menjadi pendamping hidupmu ?”
“mau !” jawab Narasoma tegas yg membuat Resi Bagaspati percaya dan yaqin bhw pemuda ini pasti akan menepati janjinya .
Sampai segitu besarnya perhatian Bagaspati dalam memperhatikan nasib putrinya seperti halnya juga yg diinginkan seluruh org tua diseluruh jagad raya ini, Pasti juga menginginkan putrinya tdk akan di duakan oleh menantunya. Betapa pedih hati org tua jika sampai menyaksikan anak perempuannya pd akhirnya di duakan atau ditigakan oleh sang suami dg perempuan lain, yg alasannya ingin punya keturunanlah, atau ingin punya anak perempuan atau lelaki. Padahal yg sebenaarnya adalah pihak suami tsb sdg mengumbar hawa nafsunya utk dapat mereguk kenikmatan dari perempuan lain. Maka tdk salah pameo yg mengatakan rumput tetangga lebih hijau.
Tetapi pasti ada juga suami yg baik, yakni suami yg sehidup semati hanya dg istri yg dinikahi dan tdk berpaling ke wanita lain. Dan hanya maut yg memisahkan mereka.
Setelah bertanya kepada Narasoma kmd Bagaspati berpaling ke Pujawati yg menyaksikan tanya jawab romo dan calon suaminya itu, guna menegaskan Pujawati apakah putrinya itu sdh yaqin dg pilihannya.
“nini Pujawati putri ingsun yg Romo cintai, apakah kamu benar2 sdh mantap menentukan pilihanmu utk menikah dg Raden Narasoma ?”
“sudah, Romo !” jwb Pujawati yg membuat lega hati org tua yg penuh cinta kasih
Setelah dirasa putrinya sdh mantap dg pemuda pilihannya kmd Bagaspati mempersiapkan segala sesuatu utk memenuhi keinginan Narasma calon menantunya itu.
“baiklah jika bgt, hai Raden Narasoma. Berhubung putriku sdh mantap dg pilihannya dan kau juga sangguh utk memenuhi janjimu maka hunuslah kerismu , silahkan kau tusukkan ke tubuhku di bagian mana saja yg kamu anggap agar aku cepat praloyo (mati).” berkata dmk Bagaspati sdh mempersiapkan dirinya utk ditikam pemuda yg ada di depannya. Yg diperintah pun dg penuh semangat tnp ada rasa segan apalagi kasihan terhadap lelaki tua yg sdh pasrahkan diri jiwa dan raganya.
“maafkan Resi, ini terpaksa aku lakukan .” sahut Narasoma sambil menghunus keris yg terselip dipinggangnya. Keris tsb selama ini yg menjadi andalan Narasoma dlm menghadapi lawan2 sakti. Tp Narasoma merasa heran, keris atau pusaka yg jd piandel baginya itu tdk mampu menembus kulit si Bagaspati. Berbagai titik tubuh yg paling lunak dari Bagaspati spt perut dll juga sdh ditusuk dg senjatanya, namun tdk ada satupun yg mampu ditembus. Jangankan ditembus, sdgkan luka atau bekas tusukannya saja tdk ada. Hampir saja Narasoma putus asa karena kecapaian dan akhirnya :
“sudah..sudah raden, jangan dilanjutkan. Jangankan pusakamu, pusaka rajanya dewa pun tdk akan mampu melukai tubuhku apalagi menembus. Karena aku masih memiliki ajian Condrobirowo. Selama ajian itu msh menyatu dg tubuhku maka kulitku tdk akan tedas kena tapak paluning pande sisaning gurindro (pusaka2 yg tajam buatan tukang pandai besi). Aku akan menyerahkan ajian ini kepada dirimu. Maukah kamu menerimanya ?” tanya Bagaspati ingin menyerahkan ajian yg dimilikinya kpd Narasoma. Memang dia baru teringat kalau dirinya punya ajian Condrobirowo stlh melihat usaha keras Narasoma utk menikam dirinya gagal dilakukan. Karena kulitnya kedot kerot tdk ada satupun senjata dimuka bumi ini yg mampu menembus kulitnya krn dia msh punya ajian Condrobirowo. Itulah kuasa Alloh. Jika Alloh mengijinkan, maka Alloh akan memberikan pertolongan atau perlindungan kpd hambanya yg tawadlu’.
Karena memang Narasma sdg mengincar ajian yg dimiliki Bagaspati itu, maka ketika dia ditanya apakah mau menerima ajian miliknya, tanpa tedeng aling2langsung ia jawab bersedia menerima. Akhirnya terjadilah proses perpindahan ajian Cndrobirowo dari tubuh Resi Bagaspati ke tubuh Narasoma, setelah diadakan ritual dg doa” tertentu.
Setelah ajian Condrobirowo pindah ke tubuh Narasoma maka resmilah ajian tsb menjadi milik Narasoma. Adapun Resi Bagaspati sdh lemah tanpa daya yg sdh siap menerima eksekusi dari calon menantunya.
“Sekarang silahkan kamu tusukkan pusakamu ke tubuhku, raden.” Perintah Bagaspati setelah prosesi pemindahan ajian selesai.
Kemudian Narasoma menuruti perintah calon mertuanya itu tanpa menunggu waktu langsung ia menusuk tepat ke jantung Resi Bagaspati yg memandang dirinya dg pandangan mata yg pasrah thd nasibnya.
Tewaslah Bagaspati di tangan calon menantunya. Selama proses perpindahan ajian Condrobirowo hingga tewasnya resi bagaspati tdk luput dari pengamatan Dewi Pujawati putri tunggal pujaan hati ayahnya itu. Begitu melihat Romonya nglimpruk tak bernyawa, dia langsung menjerit dan menubruk jasad ayahnya yg biru membisu.
Menangislah ia se jadi2nya.
“aduh…dewa.dewa. Ampunilah hambamu ini yg telah menjadi anak yg durhaka. Yg demi meraih kebahagiaan telah merelakan nyawa oorg tua yg menyayangi putrinya dengan segenap hati. Aduh…dewa…dewa..” ratap dan tangis Pujawati membahana memenuhi jagad raya yg disaksikan oleh Narasoma yg masih tegak berdiri sambil memegangi kerisnya yg bersimbah darah. Yachh.. Utk sesaat Narasoma spt baru terbangun dari mimpi, perasaan puas, menyesal, haru dan merasa bersalah bercampur aduk jadi satu.
Dia menyesal…menyesal kenapa dia sampai tega melakukan itu. Jika jagad ini mampu dia putar kembali, maka dia akan membatalkan niatnya. Tapi nasi sdh menjadi bubur, cambuk sdh keburu di lecutkan. Tdk mungkin dia akan bisa merubah keadaan. Itulah hal umum yg biasa dilakukan oleh manusia. Biasanya penyesalan selalu datangnya terlambat. Jika hati mns sdh tertutup oleh sesuatu keinginan yg kuat,maka akal sehat pun sdh tdk mampu utk membukanya.
.
Tangis Pujawati belum juga reda walau Narasoma telah bersaha utk menenangkan hati wnt yg bakal menjadi pasangan seumur hidpnya. Yach…dia hrs memenuhi janjinya yg pernah ia sanggupi kepada Bagaspati. Dalam hatinya rasa iba dan kagum thd wnt yg kini msh menangisi jasad sang ayah. Iba karena setelah ditinggal mati oleh sang ayah dia sekarang hrs hdp sendiri tanpa saudara dan org tua yg menemani hidupnya. Kagum karena betapa besar cintanya Pujawati thd dirinya. Dan hal ini tlh dibuktikan sendiri dg merelakan kematian org tua yg telah mengasuh dirinya dg segenap jiwa raga hanya demi membela kecintaannya thd dirinya.
“oh…dewa..dewa, ampunilah hamba yg durhaka ini, dewa…dewa.” tangis Pujawati yg disertai dg sesambat menyebut nama dewa.
“sudahlah..adindaku, masih ada kakang mas yg siap utuk menjaga dan merawatmu yaitu diriku ini. Aku menyesal krn kejadian ini hanya gara2 diriku. Marilah kita kuburkan jasad romo resi ini ditempat yg layak.” Hibur Narasoma.
Namun bujukan Narasoma blm juga mampu meredakan tangis Pujawati. Dan keadaan yg sedang dialami oleh Pujawati itu juga disaksikan oleh pohon sekar arum yaitu pohon yg dulu ditanam oleh Pujawati ketika dia masih bocah dan sekarang telah tumbuh menjadi pohon yg rimbun. Dan jika bisa diterjemahkan ke dalam bhs manusia maka kita akan bs menangkap pohon sekar arum tsb sedang mencemooh Dewi Pujawati.
“wahai Pujawati, wajahmu memang cantik, tapi sayangnya tdk secantik hatimu. Sungguh hatimu telah dibutakan oleh cinta, shg kamu tdk bisa melihat cinta sejati dari org tua yg telah mengasuhmu sejak kecil. Ber tahun2 kau dalam pelukan dan buaian kasih sayang yg tulus darinya, tapi akhirnya kau runtuhkan dlm sekejap. Dg satu diantara dua pilihan, ternyata kamu lebih memilih kematian ortumu yg telah memujamu bak dewi dari kahyangan.” Dmk kata2 yg diucapkan pohon sekar arum. Dan ternyata demoohan pohon tsb spt bs ditangkap oleh Pujawati yg lagi sungkawa (sedih).
“duhai…poohon sekar arum, aku tdk menyalahkan dirimu. Memang aku pantas utk mendapat hukuman dari jawata. Duh..Romo..Romo, ampunilah putrimu yg durhaka ini.” Ratap Pujawati
Dan disaat Pujawati mash meratap sedih dg posisi dibelai rambutnya oleh tangan yg kekar dari Narasoma yg msh mencoba membujuk agar Pujawati menjadi tenang, tiba” lamat2 yg kmd menjadi jelas suara seseorang yg tdklain adalh suara ruh dari bagaspati yg akan menyampaikan sesuatu kepada pasangan muda mudi tsb.
“e…e..e..e..nini…. nini Dewi Pujawati. Sdhlah jangan kamu tangisi kepergian romomu ini. Romo sekarang sdh mukti wibowo (bahagia) di alam kelanggengan, nini. Dan semua kejadian ini adalah sdh kehendak dewata. Narasoma dan dirimu hanyalah sebuah alat utk menyempurnakan laku. Dan Romo ingin memberikan sebuah nama kepadamu, nini. Karena begitu setianya kamu pada calon suamimu, maka mulai sekarang namamu romo ganti dg Dewi Setyowati. Dan selanjutnya wahai raden Narasoma, ingat2 lah raden. Besok ketika ada perang besar yg namanya perang Bharatayudha, disaat kamu maju menjadi senopati dan berhadapan dg musuh yg berbudi luhur dan rendah hati., disitulah saatnya kamu akan gugur di medan laga dan ruhmu akan aku jemput utk ber sama2 menuju ke swargaloka. Dan selanjutnya mulai saat ini aku minta kepadamu utk membahagiakan putri pujaanku dan jangan lupa akan janjimu kepadaku. Selamat tinggal dan jagalah diri kalian.” Suara ruh Bagaspati memberi pesan terakhir kalinya.
“Aduh…romo…jangan kamu tinggalkan putrimu ini sendirian hidup dimuka bumi.” Teriak Pujawati, namun teriakan tsb sdh tiada arti. Karena setelah memberikan pesan maka ruh Bagaspati langsung melesat menuju ke alam kelanggengan.
“saya berjanji akan menepati janji, resi.” Kata Narasoma dalam hati.
Setelah suara ruh Bagaspati lenyap, yg tinggal hanya isak tangis Pujawati yg berusaha diredakan oleh calon suaminya. Dan utuk kelanjutan nasib mereka berdua, apakah Pujawati akan resmi dijadikan isteri Narasoma utk mendampingi dirinya sebagai raja di Mandraka dengan kedudukan sebagai permaisuri ? Silahkan ikuti kelanjutan kisahnya di cerita lain yg ber judul KESOMBONGAN dg episoode lainnya.
Selamat mengikuti. TAMAT.

Nantikan kisah2 berikutnya dari kisah2 ruhani dari cerita pewayangan.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan