(Kisah Rohani) Pemahaman

THEMA : TRIK MENDIDIK

disuatu kesempatan ada seorang kyai yg mewajibkan para santri dan santriwati utk menata ruangan agar bisa dipakai kumpul bersama. Adapun sang kyai meminta agar di dalam ruangan tsb ditaruh TV ukuran 24 inc milik sdr kyai itu sendiri. Walau diliputi rasa heran dan penuh dg tanda tanya, para santri krn jenis laki2 ber ramai2 mengatur ruangan sedemikian rupa shg TV 24 inc td bs dilihat bersama. banyak para santri / santriwati yg diliputi tanda tanya : “emg ini nanti ada acara apa shg bp. kyai juga mau melihat acara TV. Kmd ada salah seorang santri yg memberanikan diri utk bertanya :
“mohon diberitahu ada acara apa di dlm siaran TV yg akan kita tonton bersama, bp.Kyai ?”
“nanti kita menonton acara lawaknya sri mulat.” jawab org tua yg dipanggil bp.kyai tsb.
Walau terkejut karena tdk biasanya sang kyai mau nonton TV bareng dg santri/dan santriwatinya apalgi ini yg akan ditonton adalah acara lawak sri mulat yg kebetulan juga kesenangan sebag besar santri disitu. Ya lumayanlah utk selingan agar tdk jenuh dg pendidikan agama yg terus emenerus dihadapinya setiap hari.
Ketika malam tiba, tempat duduk sang kyai kebetulan ada di depan dan dekat TV, sdgkan para santri/santriwati pada duduk diatas tikar.
Acara lawak yg diperagakan srimulat pun dimulai. Jelas banyak tawa ria yg kelaur dari mulut para santri/santri wati yg tdk tahan melihat adegan lucu yg diperankan oleh para pelawak2 kondang. Ada yg memerankan sebagai pembantu blo’on, ada yg memerankan org gagap, yg memerankan org tua yg berjalan buyutan dan ter tatih2 yg semuanya menimbulkan kelucuan shg sering meledak tawaria dr para penonton yg ada diruangan tsb. Hanya anehnya dari awal hg selesai pertunjukkan,sang kyai tsb tdk pernah tersenyum sedikitpun apalagi tertawa. Ini juga menjadikan rasa heran dari para santri/ santriwatinya. Masak ada adegan lucu2 spt itu,tp sang kyai tdk pernah tertawa.
Setelah acara selesai kmd oleh sang kyai TV tsb diminta utk dimatikan dan para santri . santriwati disuruh duduk tertib sambil mengepung kyai tsb. Kmd sang kyai bertanya :
“bagaimana menurutmu adegan lawak tadi.Lucu apa tdk ?” tny sang kyai.
“bagus dan lucu !” jawab para santri/santriwati serempak.
“yg mana menurut kalian yg lucu.” tny kyai lbh lanjut.
kmd oleh para santri/santriwati ada yg menjawab macam2. Ada yg mengatakan yg merankan org gagap itu yg lucu, ada yg menjawab yg jd pembantu blo’on, ada yg jawab yg berjalan memerankan org tua jompo itulah yg lucu. Pokoknya jawaban yg diberikan macam2 daan mengatakan semuanya lucu. Setelah mendapat jwbn dari para santri/santriwatinya,kmd kyai tsb berkata :
“kalau menurutku adegan itu tadi tdk lucu. Dan justru membuat diriku sedih.” tutur kyai tsb.
“kenapa demikian,bp.kyai ?” tanya salah seorang santri.
“yach..karena mereka semua entah sadar atau tdk sadar telah melecehkan mahluk Alloh yg sdg dalamkecacatannya. Coba kalau itu org tuamu atau dirimu yg jd pembantu, bgmn perasaanmu dan perasaan ortumu ? Coba kalau itu yg buyutan itu ortumu atau dirimu kelak,bgmn jika kamu diolok2 spt itu ?” Jadi apa yg diperankan oleh para pelawak tadi sebenarnya telah melecehkan hamba Alloh. Dan yg tertawapun juga telah melecehkan hamba Alloh yg alami cacat physik. Coba kamu renungkan ini, tegakah kalian tertawa terpingkal pingkal dg menyaksikan peragaan yg menirukan org2 cacat ? Coba kalau yg tadi peragakan org cacat kelak bakal alami kondisi ketika ia perankan tadi ? Dia juga pasti akan sedih kalau cacatnya itu dibuat lucu2 an. Tegakahkalian tertawa dibalik derita org lain ?” tutur kyai tsb panjang lebar yg disimak serius para santri/santriwati,bhkn ada yg menitikkan airmata mendengar penuturan sang guru. Acara yg semula penuh gelak tawa yg kmd berubah menjadi isak tangis dari para santri/santriwati. Suatu trik cara mendidik pelajaran ruhani para murid dg cara yg unik. Met malam semuanya.orang tua

Comments

comments

Tinggalkan Balasan