(Kisah Rohani) Seminar Syetan

Malam itu pas bertepatan pada malam Jum’at Kliwon. Pada Kamis sorenya, sebelum matahari  istirahat  setelah seharian bertugas, awan tebal sempat mennghalangi tugasnya. Jagad  di daerah itu sempat gelap sesaat. Memang hari itu kawasan Merapi tidak spt biasanya. Sejak pagi hujan terus mengguyur tiada henti, kilat me nyambar2 disertai suara petir susul menyusul seakan sedang mencari sasaran.

Suara deru angin di barengi  suara gemuruh masih ditambah lolongan anjing hutan di lereng Gunung Merapi menambah suasana yang semakin mencekam membuat bulu kuduk beridiri dan merinding. “Akan ada peristiwa apa ya mbah ber hari2 sekitar Gunung Merapi kok nggak seperti biasanya?” tanya seorang cucu kepada kakeknya. “Mbah sendiri tidak tahu ngger, walaupun sejak kecil simbahmu ini tinggal di sini.” Jawab si kakek juga penuh pertanyaan.Pertanyaan serupa juga memenuhi sebagian besar benak para penduduk yang tinggal disekitar lereng Gunung Merapi tersebut.

Sebenarnya keanehan yang terjadi di lereng Gunung Merapi itu sudah sejak 1 bulan yll dirasakan oleh masyarakat sekitar. “Apa mbah selama tinggal di sini blm pernah rasakan hal spt ini atau ini mungkin2 tanda2 Gunung Merapi  akan meletus, mbah?” tanya sang cucu lebih lanjut. “Sepengetahuan simbah, tanda2 Merapi akan meletus itu tidak spt ini, dan lagi beberapa bulan yll Merapi sudah meletus, kan?” jelas kakek. “Tapi mbah, orang tadi aku sempat lihat puncak Merapi spt mengeluarkan asap dan ada lava pijar, mbah.”  Kata sang cucu menegaskan. “Jika benar demikian, itu sebagai tanda2 Merapi akan meletus.” Sahut sang kakek sambil memlintir rokok klobotnya. “Tapi ini kok tidak ada getaran gempa yang biasanya ciri2 Merapi akan meletus. Sebab Gunung Merapi itu bila akan meletus punya ciri2 didahului dengan adanya gempa.

Dan…. “ kelanjutan kata2 kakek terhenti karena tiba2 terdengar suara gemeretak yang sangat keras sekali sehingga membuat penduduk pada lari keluar rumah dengan rasa ketakutan dan panik. Mereka pada berhamburan keluar ada yang berteriak minta tolong, ada yang menjerit histeris, ada yang membaca takbir “Allahu Akbar”, ada yang memukul kentongan dll. Suara gemeretak tersebut yang berasal dari dalam tanah berlangsung agak lama yang membuat penduduk tambah panik. Begitu suara gemeretak tersebut hilang kemudian diganti suara petir yang menggelegar dan di puncak Merapi tampak kilat me nyambar2 bak kembang api. Itulah ilutrasi yang tampak di alam dohir (alam kasat mata) yang bisa dirasakan dan dilihat oleh manusia biasa. Lalu bagaimana gambaran yang sebenarnya di alam ghoibnya? Yaitu alam yang  hny bisa dilihat dengan mata bathin manusia yang mempunyai kelebihan dibanding manusia lain yang tidak mempunya kepekaan bathin? Kalau di alam dhohir (alam kasat mata ) tadi di seputar Gunung Merapi  nampak sangat mencekam dan menakutkan, berbeda kalau dilihat dengan mata bathin, keadaan di seputar Gunung Merapi justru malah sebaliknya yaitu akan bisa melihat dunianya para jin yang penghuninya  lagi pada bersuka ria dengan pestanya yang  meriahnya. Karena disitu para jin sedang menikmati berbagai macam pertunjukkank. Ada acara yang mempertontonkan “adu manusia” di arena tersendiri. Disitu para jin sedang taruhan untuk mendukung jagonya masing-masing. Untuk jin yang menang taruhan maka akan mendapat imbalan tumbal  manusia yang mencari pesugihan untuk dimakan rempelo atinya. Dan manusia yang diadu disitu adalah manusia yang ketika hidup di dunia senang mengadu nasib (berjudi) yang agar supaya menang maka dia minta tolong kepada jin yang sekarang ini mengadu dia. Selain ada arena adu manusia juga ada tontonan dimana ada jin yang menusuk nusuk manusia.

Walaupun manusia yang ditusuk itu sambat2 kesakitan namun tidak membuat jin yang menusuk itu menghentikan kerjaannya tapi malah bersemangat, apalagi para penontonnya yang juga golongan jin itu pada tertawa melihat manusia yang ditusuk itu teriak2 kesakitan. “Ketahuilah para penonton, orang ini dulu ketika di dunia pernah minta ilmu kebal kepada saya, dan saya beri yang akhirnya tidak ada senjata apapun yang mampu melukai kulitnya, Tapi disini di alam kita ini, hu..hu.. ha.. ha.. dia sudah moget2 kita tonyo dengan tombak ini huuuu.. ha..ha…” kata jin yang menusuk manusia itu yang kemudian tertawa ngakak diikuti oleh jin lain yang menonton. “Disini di alam kita ini boro2 ditusuk dengan mata tombak, orang baru digigit semut saja sudah melepuh, apalagi kita tusuk dengan tombak hu.. hu…ha.. ha.. padahal ketika masih hidup di dunia dia berani memamerkan kesaktiannya yaitu dengan diiris lidahnya, ditusuk dengan linggis, dibacok dengan bendo dan semuanya tidak mampu melukai kulitnya karena memang saya bantu. Tetapi di jagad kita dia lebih lemah dari cacing. Kalian bisa lihat sendiri ini.”  Lanjut jin yang berbentuk mirip sumo itu yang kemudian mendemonstrasikan dengan  menusuk orang yang dulu pernah minta bantuannya. Dan yang ditusuk me raung2 kesakitan yang semakin membuat jin2 yang menonton pada tertawa ter bahak2.

“Rasakan ini, kamu dulu menjadikan diriku sebagai pesuruhmu, dan sekarang hu..hu..ha.. ha.. kamu tak jadikan hiburanku.” Bentak jin yang mirip sumo itu yang masih juga disertai tawa ngakak dari jin2 yang ikut menyaksikan. Pembaca yang budiman, seandainya anda ikut enyaksikan peristiwa itu pasti tidak akan tega. Karena orang yang sekarang dijadikan hiburan oleh jin yang mirip sumo itu sedang me lolong2 kesakitan. Dan anehnya sudah di tusuk2 sampai hancur tubuhnya masih saja tetap hidup. Karena bgt tubuhnya hancur maka kembali utuh lagi demikian terus ber ulang2.  Suara lolongan orang yang kesakitan juga diperdengarkan di arena lain dengan bentuk lain utk hiburan para jin. Penjelasan jin yang menyiksa org2 yang dulu pernah menghamba pada jin juga diperjelas lagi oleh  pembawa acara dengan komentar2nya sbb : “Dan sekarang kalian memiliki hak untuk memetik hasil karya kalian sendiri. Seperti yang kalian duduki adalah dari bahan2 manusia hu eh.. heh…heh.. bergadul2 dedel duwel duwel dedel duwel.”

Begitulah makhluk jin dalam bicaranya. Pembaca yang budiman demikianlah gambaran yang ada di area tontonan jin tadi itu bukanlah angan2 atau rekayasa penulis, tetapi benar2 ada, mari kita buka Alqur’an yang berbunyi : WAMAA QULAQTUL JINNA WAL INSA ILA LIYA’ BUDU yang artinya : “ tidak aku ciptakan jin dan manusia kecua hanya utk beribadah kepadaku”. Jadi di dunia ini ada makhluk yang bernama Jin dan Manusia yang diperintah utk beribadah kepada Allah. Jin berada di alam tidak kasat mata dan manusia ada di alam kasat mata. Terus makhluk lain spt hewan dan tumbuh2an dan makhluk lain sudah diperintah beribadah masing2 sesuai pada kodratnya. Spt pisang tak mungkin berbuah mangga, demikian juga air ya berperilaku air. Maka sesungguhnya disayangkan kalau terkadang kita melihat ada seorang hamba yang berujud jin dimimtai tolong untuk kekayaan, kecantikan, kepopuleran, kekebalan dll.

Berarti orang yang minta tolong kepada jin tersebut sudah siap bila kelak dikemudian hari mati, akan menjadi barang mainan atau apapun oleh jin yang dimintai tolong tadi. Sebagaimana kita ketahui bahwa umur jin bisa mencapai 20 rb tahun, kalau umur manusia saat ini paling banter 100 th. Kalau manusia punya jasad kasar sdgkan jin badan halus. Dan kalau manusia makan nasi,  jin makan kukusnyanasi. Itu kalau jinnya doyan nasi. Tapi kebanyakan jin makan kukusnya menyan, kukusnya bunga, kukusnya bangkai dll. Kebanyakan manusia agar bisa berkomunikasi dengan jin butuh ilmu, demikian juga jin utk bisa berkomunikasi dengan manusia ya butuh ilmu. Jadi kalau di dunia manusia ada tingkatan2 nya antara manusia yang satu dengan yang lain, demikian juga di dalam dunia jin, penghuninya juga ada tingkatan2nya. Ada jin yang tingkatan ilmunya tinggi dan ada juga yang tingkatan ilmunya rendah spt gendruwo, pocong, dan hantu2 yang biasa menggoda manusia itu. Kalau jin yang tingkatan ilmunya sudah tinggi, sudah tidak butuh lagi menakut-nakuti. Yang dia butuhkan malah bagaimana dia bisa menguasai kehidupan manusia yang menjadi targetnya.

Kembali ke peristiwa yang sedang terjadi di Gunung Merapi, peristiwa apakah sebenarnya yang sedang terjadi di Gunung Merapi itu? Di situ sedang terjadi sebuah acara yang di dalamnya ada acara temu windu yaitu sebuah acara yang diadakan oleh golongan jin setiap 8 th sekali. Setiap pertemuan tempatnya ber pindah2. Tidak jauh berbeda dengan dunia manusia yang mengadakan konggres,  tempatnya juga bisa per pindah2. Kadang di Bali, kadang di Bandung dll. Demikian juga peristiwa yang sedang terjadi di Gunung Merapi kali ini, daerah tersebut kebetulan dijadikan tempat pertemuan para tokoh2 jin. Kalau 8 th yll acaranya diselenggarakan di Gunung Kawi, kali ini ada di Gunung Merapi dan yang hadlir juga tokoh Jin dari berbagai penguasa gunung, penguasa lautan, penguasa gedung2 kuno, penguasa sungai2, penguasa gua dan penguasa tempat2 yang oleh para manusia dianggap angker. Ada juga tokoh2 jin yang mempunya keahlian khusus spt ilmu kanuragan, ahli kekayaan, ahli pelet ahli adu domba antar manusia dan macam2 keahlian lain.

Di dalam pertemuan di Gunung Merapi itu mereka akan mendapat masukan antara sesama jin dan utk kepentingan bangsa jin sendiri tentunya. Sebelum acara dimulai biasanya didahului dengan acara yang menarik tak ubahnya dunia manusia kalau menyelenggarakan konggres, tentu dibarengi dengan acara hiburan spt band, wayang kulit atau tontonan lainnya. Demikian juga acara pertemuan jin di gunung Merapi itu, juga ada tontonannya. Tp bedanya kalau di dunia jin hiburannya seperti yang digambarkan pada ilustrasi dimuka tadi. Bagi manusia yang mempunyai kemampuan melihat alam ghoib, akan bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di Gunung Merapi itu. Namun bagi manusia awam, yang dirasakan adalah suasana seram dan mencekam. Lamat2 terdengar suara tawa riuh, suara2 aneh, suara2 orang menjerit kesakitan dan suara2 yang aneh2 lainnya. Kalau saja pad saat itu ada orang yang mampu mendaki gunung dan tidak punya lambaran ilmu bathin yang kuat, maka akan disaut oleh jin pedut yang kala itu sedang bertugas sebagai keamanan dan menjaga agar pertemuan para tokoh jin tersebut berjalan lancar. Bagi org2 awam yang tinggal diseputar merapi, lamat2 juga mendengar lagu2 yang dikumandangkan oleh pesinden jin dengan irama dan syair lagu yang tidak karuan ditelinga manusia. Kalau boleh dikutip syair lagunya demikian : “Iyeg-iyeg yo do gawe dawet, dung plak dung pret, yo do golek kringet dimen sedep tambahi bayi cecep”. Entah ini apa artinya. Selain itu juga ada lagu wajib jin demikian : “Ho… le.. ho..ho.. le… ho.. le..le..ho, aneng bathang nunggang kebo, barang-barang antik gowo akik kanggo wadah prawan thing.. thing, perawane lehe maling”. Begitu aneh lagu2 yang bisa ditangkap oleh telinga manusia dengan irama yang nggak karuan.  Kemudian suasana pestapora di lereng Gunung Merapi itu berubah menjadi  hening tidak ada yang terdengar suara apapun. Saking heningnya dpt diibaratkan jarum jatuhpun akan terdengar. Tiba2 terdengar parau yang berasal dari bukan panitia jin tetapi jin lain yang lebih penting yang punya tugas membuka acara pertemuan para jin itu sbb : “Blekutheg… blekutheg.. jajan lancip aran dumbeg, olahan bathang aran gudheg, nyetup wedhang gaweo cecep. Tuwil gedumil sekar dukun aran kantil, cakar bathang aran sikil. Brah.. gedubrah.. rujak cacah campur ndas bocah.” itulah pembukaan atau pidato Raja jin pada setiap acara berbeda dengan manusia, baik bahasa etika para punggawa tersebut kalimat pembukaan acara tersebut sudah merupakan bahasa yang paling santun dan populer dimasyarakat jin. Marilah kita simak kata2 pidato jin tersebut lbh lanjut. “Para tuwo iyeg bayen orao jago kalawan babon, mbuh endas kebak beras lan sakabehe sing mareng podo bebrayan.” Demikian kalimat penyambutan dari jin itu dan kalau ditulis semua ya paling2 tidak tahu artinya, maka sengaja tidak ditulis semua. Sekarang penulis akan berusaha menterjemahkan bahasa jin tadi, mudah2 an benar karena penulis belum penah kursus bahasa jin. Inilah terjemahannya : Para tuwo iyeg bayen artinya mana yang tua dan mana yang muda yang ikut. Orao jago kelawan wadon artinya : tidak laki2 ataupun perempuan. Mbuh ndas kebak beras lan sakabehing sing mareng pada bebrayan artinya entah rambut pnuh uban dan siapa saja (mksdnya bangsa jin) yang hadlir. Mudah2an terjemahan  saya  ini benar, karena ketika ada kursus bahasa Jin dulu sering mbolos. Kemudian untuk mengetahui  makna pertmuan dan susunan acara yang dislenggarakan bangsa jin di Gunung Merapi itu, kita bisa lihat pada daftar hadlir. ternya yang hadlir ada sejumah 1956  daerah yang masing2 daerah mengirim wakilnya sjmlh 7 jin. yang masing2 mempunyai bidang sendiri2. Jadi jmlh total yang datang ke Gunung Merapi itu ada : 7 x 1956 = 13.692 jin, blm termasuk jin yang datang hanya sebagai penggembira saja, spt hanya ingin menonton atraksi2 penyiksaan manusia dll. Ketika pembukaan  acara pertemuan itu dengan ditandai  isyarat yang oleh dunia manusia dirasakan berupa angin lesus, petir, hujan lebat, banjir bandang, gempa bumi dan terakhir dengan letusan gunung merapi. Sayangnya setiap tanda tersebut hrs membawa kurban manusia paling sedikit 8 orang, betapa kehidupan manusia yang tinggal disekitar lereng Gunung Merapi tersebut sangat terancam, yang sebagaian besar ancaman tersebut juga ulah dari tindakan manusia itu sendiri, misal penggundulan hutan, penggalian tebing dan sebagainya. Selain dari pada itu juga ada  ancaman  dari hewan, penyakit  dan ancaman2 lain yang semuanya dikendalikan oleh bangsa Jin. Perlu kita ketahui bahwa Jin tidak bisa langsung membunuh manusia, tetapi kalau dia ingin membunuh manusia  butuh media. Dan medianya melalui manusia itu sendiri, melalui hewan, alam tumbuh2an dan benda2 lainnya. Maka kita terkadang sering melihat orang yang terkena ghoib (gangguan Jin) ketika diditeksi medis tidak ada penyakitnya. Atau kalau thoh diketemukan penyakitnya sebagai contoh : secara medis diketahui menderita penyakit jantung, kemudian diobati dengan berbagai macam cara2 medis tidak kunjung sembuh, ini artinya ghoibnya perlu dihilangkan dulu, barulah diobati secara medis. Dan juga ghoib itu akan menyerang manusia pada titik2 atau posisi  lemah. Sebagai contoh : Jika orang sering mengumbar nafsu makan, maka ghoib tersebut akan menyerang orang tersebut pada bagian usus, hati, ginjal dlsb. Dan kalau orang itu mempunyai sifat angkuh, sombong , adigang adigung sptnya dia mampu menekuk rel kereta api,  maka ketika diserang ghoib dia akan menderita kelumpuhan. Apbl orang itu suka ber angan2 maka yang diserang adalah sarafnya sehingga orang tersebut menjadi sakit jiwa dan sebagainya. Kembali kepada pertemuan para jin yang  sedang berlangsung di G. Merapi, stelah stelah acara tanda pembukaan selesai kemudian dilanjutkan dengan sambutan panitia yang kemudian disusul dengan sambutan dan laporan2 dari para perwakilan jin dari daerah nya masing2, dan kemudian yang terakhir adalah sambutan dari raja jin yang berisi memberi arahan terhadap para peserta (kalau di dunia manusia namanya sminar atau konggres). Dan kalimat yang disampaikan oleh raja jin tersebut jika ditulis bunyinya adalah demikian : “Mbrekekek… mbrekekek soto wong kinaran kethek, kebak bablas kurang waras ndase bathang pating tlalang bubur sunsum anggo ransum srinuput nyenggol jebeng hi… yeh.. yeh.. heh.. heh…ueh. Ha.. ha..ha.. demit kelimpit dadio srono pepanut barek bongsonyo jin, huuuuh ha… ha.. ha..” kemudian berhenti sejenak, namun matanya yang besar sebesar tampah, tampak mencorong menyapu peserta yang hadlir disitu. Kemudian raja jin itu melanjutkan pidatonya : “Sun sebagai raja jin yang sinubyo rakyatku, merasa bombong atas kedatangan  kalian semua dan gak ada yang gothang sak  wineh2  e.. e.. eh.. hu.. ha.. ha.. ha.. ketahuilah aku sangat prihatin atas perkembangan akhir2 ini atas kemunduran kerja kalian. Target meningkatkan tumbal dr bangsa manusia, yang bisa gae gendheng manusia, samtet, gae bubrah serakah manusia yang tampak sukses! Hai jo podho njibleg begegeg enak2 rebut bathang thok!” semakin tinggi nada bicara raja jin itu sebagai tanda dia sedang marah. Ternyata kemarahannya dikarenakan omsetnya Jin Pupus menurun. Kita tengok lagi marahnya raja jin itu. “Huueh Jin Pupus! sun ingin jawabanmu, mengapa tugasmu mencari tumbal manusia lewat keahlianmu membuat manusia melakukan bunuh diri dan merasa putus harapan kok cuma dpt 15 orang dari yang kamu janjikan sejumlah 1000 orang?” tanya raja jin pada kelompok jin pupus. : ” Brekakak.. brekakak.. paksi ghoib aran gagak, ampun gustiku ya sesembahanku bukan hamba suka para ulama manusia, demit jumprit gae slilit, memang kondisi demikian sulit uh… hu.. ha… ha… Mohon ampun ya rajaku ya gustiku.” jawab kelompok jin pupus. Memang golongan jin pupus ini punya keahlian  atau tugas utk membujuk manusia dengan berbagai cara agar mudah putus asa sehingga dengan mdh mns yang terbujuk tersebut melakukan bunuh diri atau melakukan perbuatan2 yang mengancam hidup orang lain, yang nantinya bau bangkainya orang yang melakukan bunuh diri atau bangkainya orang yang mati akibat pembunuhan bisa dijadikan santapan para jin dan juga bisa utk konsumsi obat anak2 jin yang sakit. Jadi jin itu ya bisa sakit otak  persis manusia lumrah. “Whadhalaaaah… sumur gumpil nggaglag cindil, padas bongkah nggurug bocah. uuuh..ha..ha….ha..Pus Pupus! Jangan asal clangap gawokmu, tak gaglak sendiri tahu rasa kamu! Jangan banyak alasan!  Sun minta sewindu ke depan kamu harus dapat tumbal seribu endhas.!” Pesan si Raja Jin pada golongan Jin Pupus. Dengan penuh rasa takut yang luar biasa pada diri golongan Jin Pupus terpaksa menyanggupi perintah rajanya untuk dapat mengumpulkan 1000 orang sampai dengan 8 th ke depan. Kemudian raja jin itu menoleh ke jin yang lain : “Heh.. kamu, Bathang Glagah! Bagaimana gopyokmu?” tanya raja jin kpn Jin yang bernama Bathang Glagah. Dengan tersentak penuh rasa takut karena jin ini juga tidak dpt memenuhi target dan hanya memperoleh separuh dari jmlh yang ditentukan oleh rajanya. Golongan jin yang dinamakan Bathang Glagah ini mempunyai keahlian khusus  yaitu menggoda manusia dengan cara membo2 menjadi ruhnya para org2 terkenal atau ruhnya para leluhr orang  yang telah meninggal. Sebagai contoh : Ber pura2 menjadi ruhnya Sunan Kalijaga, Ruhnya leluhur yang kemudian masuk ke dalam tubuh seseorang. Dan org2 pada percaya dan yakin bahwa itu Ruhnya Sunan Kalijaga atau Ruhnya leluhurnya karena ketika dia masuk ke dalam tubuh seseorang itu dia bisa menceriterakan secara persis dengan apa2 yang pernah dilakukan oleh org2 yang diperankannya ketika memasuki tubuh seseorang itu. Sebenarnya hal itu tidak mengherankan, karena usia jin itu bisa mencapai puluhan ribu tahun. Takarlah ketika orang yang diperankan oleh jin itu hidup sekitar 200 atau 500 th yll. Ketika itu jin tersebut masih 1000 th. Stelah 500 th kemudian sang jin baru mencapai usia 1500 th. Tapi bagi keturunan orang yang pernah hidup 500 th yll, wkt tersebut dianggap sudah lama. Dan jin yang pernah mengetahui kisah hidup orang yang diperankan tersebut, jelas bisa menceritakan kisah orang yang diperankan. Dari sinilah ahli warisnya kemudian percaya bahwa ruh leluhurnya telah merasuki tubuh seseorang. Itulah peran jin Bathang Glagah. Bagi orang yang imannya kuat tidak akan mdh terkecoh dengan sandiwara Jin yang merasuki tubuh mns kemudian meng aku2 dirinya sebagai Sunan Kali Jagalah, sebagai leluhurlah dan sebagainya. Orang yang telah wafat itu alamnya sudah terpisah dengan alam dunia ini. Ruh yang telah lepas dr jasad akan masuk ke alam barzah. Sekarang kita kembali kepada Jin Bathang Glagah yang sedang melapor ke Rajanya dan tergagap kaget  dan takut atas pertanyaan rajanya itu, kemudian menjawab : “Ghrrrrsss… e..ee..e dublag lethong kepidak jerangkong.. ah.. uh.. pek pek kong, daulat gustiku ya sesembahan bangsanyo jin, ampun di ampun, saya sebrayat hanya modal nekat kurang ragat, jadi juga tidak jauh berbeda dengan jin Pupus uuuh.. heh… heh…” atur Jin Glagah pada rajanya. “Brak!!! ambyar meja yang ada di depan raja jin itu. Padahal meja tersebut terbuat dr tubuh manusia, lalu : “Bragajul jelek dumpi srintil, hu.. ha.. ha.. ha… bajang kerek sinunggi jondil,, heh Bathang Glagah ! Jangan bikin leletheging jagad kajiman, awas kalu sewindu depan nggak sedyo karep, akan sun bikin langit sungsang bawono sungsep!” ancam raja Jin itu kepada Jin Bathang Glagah. Kemudian suasana dipertemuan jin itu menjadi sepi karena para yang hadlir disitu tidak ada yang berani bergerak sedikitpun,  takut peristiwa jin gelang2 akan terulang lagi. Wkt itu, pas acara pertemuan spt ini juga, ketika raja jin sedang marah, jin gelang2 sedang berisik dan langsung disahut oleh Raja Jin dan langsung ditelan hidup2 hingga jin gelang2 tewas tanpa bekas. Sejak saat itu setiap raja marah tidak ada yang berani membantah dan bhkn bergerak sedikitpun juga takut. Tetapi keheningan itu tidak berlangsung lama karena raja jin itu melanjutkan bicaranya : “Nyinyi.. nyai demang ngunyah dubang, heh… heh,, heh… mbakone rambut jebeng huah… ha.. ha.. ha… e..e..e.. iblis demit mas picis rojo brono, yo dewaku yo bondhoku. Hai rakyatku ! Ketahuilah, kalian semua pada gebleg, gendheng sewindu dicakup jadi seminggu,” Berhenti sejenak sambil matanya yang sebesar tampah itu melotot, lidah menjulur keluar, 2 taringnya yang masing2 sebesar pohon jambe membuat miris hati para jin yang kumpul disitu takut ditubruk kayak jin gelang2. Kemudian raja jin itu melanjutkan kata2nya : “Harusnya kalian menggunakan kesempatan saat2 spt skrg ini dunia manusia sedang bubrah, congkrah rebutan jatah. Dunia manusia baru suwung karena pada bingung mengejar untung uuuh.. ha.. ha…. Dunia manusia baru sempit pada ngejar duit uuuh.. ha.ha..ha.. dan duania manusia baru asat karena pada ngejar pangkat.’” Ngomong begitu raja jin itu sambil jejogetan diiringi suara riuh dr rakyatnya dengan bebagai suara tawa yang mendirikan bulu roma. Ada tawanya berbunyi : “Kek.. kek.. kek.. kiek.. kek..” dan ada yang bunyinya : “Keok.. kok.. kok.. kraugh.. kraugh..” dan bunyi tawa yang aneh2 lainnya. Jika para punggawa atau yang pada sebo sudah berani demikian, berarti Raja Jin sudah tidak marah lagi. Sehingga pada ribut dengan tarian2nya. Pembaca yang budiman, itu tadi peristiwa yang terjadi di paseban Jin di Gunung Merapi. Kemudian Raja Jin melanjutkan kalimatnya yang kali ini disampaikan dalam bentuk nyanyian sambil jejogetan yang diikuti oleh para rakyatnya : “Petheng dedet  njumput irung.. heh.. hi.. heh…heh.. hi.. heh, Ati cupet njaluk tulung yang cupet bangsa bathang (bangkai yang dimksd manusia), yang nulung jin gundul (tuyul) huh.. ha… ha… ngado laler campur debog, jare pinter jebul goblok.. ha… ha…ha. Sangkrah keli ning bengawan, bocah mati nggo tumbalan.” Dan masih banyak lagi lagu2 yang dinyanyikan oleh Raja Jin yang sebagian besar meledek dan merasa senang bisa mempermainkan sebagian besar bangsa manusia. Pada dasarnya memang demikian, banyak orang yang terjebak dengan mainan2 yang sebenarnya itu tipu daya jin. Entah manusia itu sadar atau tidak bahwa dia telah menghamba kepada Jin. Terkadang ada yang bangga karena telah merasara dpt menaklukkan jin sehingga jin tersebut mau diperintah apa saja. Padahal sebenarnya tidak demikian. Ketika orang yang mengira bisa menaklukkan jin tadi wafat, maka ruhnya akan menjadi bulan2an jin spt gambaran ilustrasi di awal2 cerita ini. Jin tidak rugi dengan ber pura2 tunduk kepada manusia, paling lama dia mengalah kepada orang tersebut selama 100 th. Dan karena usia Jin bisa mencapai 20.000 th, pada kesempatan berikutnya Jin tersebut ganti menguasai ruh2 mereka yang pernah minta bantuannya. Sering kita melihat orang bermujahadah atau wirid, atau laku semedi dengan menggunakan ayat2 suci bagi org2 Islam atau japa mantra bagi non muslim agar supaya dpt mengalahkan Jin penunggu pusaka seperti keris, tombak dll. Dan juga Jin penunggu harta karun spt emas, perak, perunggu dan sebagainya. Dan sering pula menurut perasaan manusia, jin penunggu pusaka/harta tersebut dpt ditundukkan, padahal sebenarnya Jin tersebut tidak kalah akan tetapi menang. Kenapa demikian?  Kita pernah dpt pelajaran bahwa BISMILLAH itu jika ditimbang dengan jagad mka masih berat BISMILLAH nya. Lha kok orang bisa menang dengan jin hanya utk mendptkan harta yang tidak seberapa yang katanya menggunakan ayat2 suci Alqur’an. Ini namanya nafsi yang dibungkus dengan ayat suci. Bahkan saking pandainya jin, dpt menyusup ke tubuh seseorang dengan meng aku2 sebagai ruhny seseorang yang telah wafat, spt sebagai leluhurnya atau sebagai org2 sakti masa lalu dan sebagainya. Namun  anehnya banyak juga orang yang mengaku dirinya sebagai orang mulim percaya  ulah jin tersebut. Padahal waliyyulloh yang diperankan oleh jin yang menyusup ke tubuh seseorang tersebut adalah orang yang suci, lha kok dipersamakan dengan ruh yang gentayangan, Astaghfirulloh hal adhim. Kenapa kok banyak orang sampai percaya dengan ulah jin tersebut? Karena saking pandainya jin tersebut. Kalau dinalar menurut wkt, sang wali yang dicatut namanya itu mungkin hidup sekitar 1000 th yll. Dan ketika itu jin yang menyusup ketubuh seseorang dan yang mengaku sebagai ruhnya wali tersebut usianya masih 1000 th, jadi ketika jin tersebut menyusup ketubuhseseorang, jin itu sudah berusia 2000 th. Ini usia yang masih sangat muda bagi kehidupan jin yang hingga mencapai 20.000 th. Sehingga wajarlah jika jin tersebut tahu persis gerak langkah kehidupan wali yang diperankan itu. Maka ketika jin tersebut menyusup ke tubuh seseorang dan mengaku sebagai ruhnya waliyyulloh itu bisa bercerita persis dengan apa yang dialami oleh wali yang diperankan itu, maka banyak orang yang terjebak. Terlebih jin yang memerankan ruhnya leluhur dari suatu keluarga, caranya ya sama dengan ketika memerankan ruhnya wali tadi. Jin itu juga bisa memberi kesaktian kepada seseorang yang meminta kepadanya, akan tetapi tidak gratis. Apa yang telah diberikan oleh jin kepada manusia pasti dimintai imbalan. Ada yang memberikan imbalan dengan wadal, atau nunggu stelah mati secara kodrat. Sebab orang yang semasa hidupnya bersekutu dengan jin itu termasuk syirik dan matinya nanti tidak akan diterima oleh Alloh Ta’ala, matinya tidak haq alias batal. Jadi batal tidak bisa bertemu dengan yang haq. Harusnya matinya harus mati yang haq dan ketemu yang haq pula. Mati yng haq adalah mati yang INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI”UUN. Dari Alloh kembali kepada Alloh. Apanya yang kembali? Ruhnya kembali ke yang punya yaitu Alloh. Dan semua orang itu pasti mati karena jasaadnya telah rusak. Sedangkan ruh wkt dikirim ke dunia itu dalam keadaan suci, maka ketika kembali ya hrs dalam keadaan suci. Kalau tidak suci ya tidak bisa INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUUN. Kalu kita ingin kembali kepada Alloh, tidak perlu menunggu mati. Kalau menunggu mati akan terlambat. Ketika masih hidup inilah kita kembali kepada Alloh dengan cara mensucikan diri kita, dengan cara menyerap daya Maha Sucinya Alloh. Coba kita renungkan, orang yang matinya tidak haq/batal, maka tertolaklah oleh Alloh yang Maha Haq. Terus bagaimana mati yang betul itu? Memang semua orang itu akan mati. Entah dia mati secara haq maupun mati secara batal, dua2nya sama yaitu ruhnya lepas dari jasadnya. Cuma bedanya ruhnya orang yang mati secara haq, akan kembali kepada pemiliknya yi Alloh. Dan yang matinya batal ruhnya akan tertolak. Adapun dikatakan mati secara batal itu karena etiqodnya. Kalau semasa hidup dalam etiqodnya menghamba kepada jin, ketika mati ya tertolak oleh Alloh Ta’ala, dan menjadi penguasaan jin yang dulu pernah dimintai tolong ketika hidupnya. Jadi ruh kita yang ketika lahir ke dunia itu dalam keadaan suci kembalinya juga harus suci. Suci ketemu suci atau haq ketemu haq. Tidak bisa batal ketemu haq, karena akan tertolak. Ruh yang suci itu ruh yang bagaimana?  Ruh yang suci itu adalah ruh yang sama ketika  ketika pertama kali memasuki ke kehidupan dunia. Dan apbl dalam perjalanan di kehidupan dunia tidak terkena polusi gebyarnya kehidupan alam dunia ini, yi dengan merasa tidak memiliki apa2 selain hanya memiliki Alloh, dan tidak menjadi milik siapa2 kecuali milik Alloh. Coba kita perhatikan kalau ada orang yang mau wafat masih ada keterikatan dunia, karena saking kuatnya ikatan tersebut sehingga mau meninggalnya sangat sulit. Terkadang harus mengalami keadaan dimana dikatakan hidup kok tidak bisa apa2, tp dikatakan mati namun masih bernafas. Jadi mati tidak, hiduppun tidak. Org2 yang mengalami keadaan spt ini biasanya karena ada keterikatan yang sangant kuat dengan dunia spt memasang susuk kekebalan, susuk kecantikan dan pasangan2 lain di dalam tubuhnya. Kembali ke paseban jin yang ada di gunung merapi. Selesai  ber nyanyi2 dan jejogetan, raja jin kemudian duduk dan memanggil pelayannya : “Hai Demit Kempul.” Teriak raja jin. “Dawuh Gusti.” Sahut pelayan yang dipanggil terus repepeh2 mendekat rajanya. “Aku lapar, Pul.. Kempul, mana makanan bayek selapan yang aku pesan?” yang ditanya dengan penuh hormat menjawab : “Aduh Gusti, jmlhnya ada delapan, lima dr tumbalan dan tiga dr sawutan. (Tumbalan itu berasal dr orang yang mencari ilmu atau kekayaan pada jin, dan dr sawutan adalah dr mengambil dr anak yang orang tuanya teledor).” atur Jin Demit Kempul. “Huuh.. ha..ha.. bagus Pul. Kempul. Dalan alas ting petungul, ramban endas antuk sepikul huuu.. ha.. ha…ha.” raja jin ngomomg bgt disertai tertawa ngakak  sambil tangannya  nyawut sesosok bayi manusia dan langsung ditelan bulat2 layaknya orang menelan cindil untuk jamu. Puas menyantap hidangannya, raja jin itu kemudian menoleh ke arah Jin Slamur yi golongan jin yang punya keahlian membo2 dan menampakkan diri, kadang sebagai orang tua yang memakai pakaian serba putih dengan membawa tasbih (biar dikira ruhnya orang suci) yang kemudian mejang mns dengan wejangan yang baik2 (padahal mns tersebut dijebak utk percaya dulu, dan kalau sudah yaqin baru dijerumuskan). Kadang juga menampakkan diri berwujud leluhur seseorang, sehingga orang yaqin bahwa itu adalah ruh leluhurnya yang datang). Dan masih banyak wujud2 lain yang ditiru oleh jin Slamur utk mmbuat org2  yaqin. Gara2 ulah jin Slamur inilah banyak orang yang melenceng itiqodnya, dan hanya org2 yang teguh imannyalah yang tidak mdh terjebak oleh ulah Jin ini. Kembali ke Jin Slamur yang was2 karena ditoleh oleh rajanya, dan rasa khawatir itupun hilang ketika tahu ternyata sang raja justru malah memujinya. “Hai.. Slamur, sungguh mongkog (bangga) hatiku melihat hasil kerjamu Mur.. Slamur. Kodok empang dimakan luwak, banyak orang yang kau bujuk kenak ha.. ha.. ha…, waru doyong di kethok2  (pohon waru ndoyong di potong2 ) akeh uwong podho keprosok (banyak orang pada kejebak). Dan lebih bangga lagi hatiku Mur.. Slamur. Kamu bisa memenuhi kebutuhan para jin yang sekian banyak ini dengan rempelo atinya manusia yang telah kau bithuk (bohongi) dan kau glembuk dan kau bujuk. Cara kerjamu bagus heh.. Jin Slamur!” sanjung raja jin kepada Jin Slamur sembari tangannya meraih hidangan berupa hati manusia hasil kerja jin Slamur. Dengan perasaan bangga  Jin Slamur menjawab rajanya : “Uh..uh..hu..hu..ya Raja Brongos  Rohitu yang menjadi sesembahanku dan sesembahan bangsanyo jin selugut rambut sedunun gunung. Yang hamba lakukan ini hanyalah se mata2 karena atas petunjuk paduka sebagai tanda bakti hambamu ini  uh..uh.. hu..hu..ha..ha.. non..nok..no.” atur jin Slamur dengan disertai nada menjilat kepada raja jin itu yang ternyata bernama  Raja Brongos. Mengetahui ketaatan bawahannya itu, raja jin itu merasa senang dan kemudian : “hueeeh lhadalah…sangat bangga hatiku hai.. Slamur, Semoga apa yang kau lakukan dpt dijadikan contoh oleh jin2 yang lain yang pada geblek dan atas bhaktimu itu kamu akan dpt hadiah dr rajanya demit yang siningit. Utk itu Mur.. Slamur.. wadhuk (perut) gondho pegat layon entuk bebono pangkat keprabon (mendapat kenaikan pangkat).” Janji raja jin pada Jin Slamur. “Weei lhadalah,  sangant terima kasih sekali atas anugerah yang diberikan kepada hambamu ini dari gagak nyahut emprit dari geraj yang sedikit ha..ha..ha.. bejo lan ciloko kerjo gak sepiroo ha..ha..ha..ha.” rasa gembira hati jin Slamur tidak bisa terbendung. Pembaca yang budiman, di alam jin masyarakatnya semua terdiri dr berbagai bacam makhluk halus yang tubuhnya tidak bermateri. Ada makhluk yang memang asli dr sananya yi jin. Jin itu juga punya nyawa. Coba kita bayangkan, wujud jinnya saja ketika masih hidup kita tidak dpt melihat kecuali atas ijinNya baru kita bisa melihat keberadaannya. Apalagi ruhnya jin yang sudah lepas dari tubuhnya. Ruhnya jin yang sudah wafat itu ya bergabung dengan ruh-ruhnya manusia yang telah mati, yi tinggal di alam barzah. Jadi ada tingkatan dr alam dhohir kemudian ke alam ghoib kemudian ke alam ghoibul ghoib atau goibnya ghoib. Sebenarnya alam jin itu bukan alam ghoib. Hanya saja karena tidak bisa kita jangkau dengan panca indera kita, maka dikatakan alam ghoib. Padahal ada juga sesuatu yang tidak bisa kita jangkau  dengan panca indera kita namun tidak dikatakan alam ghoib. Contohnya : Apa kita bis melihat virus2 yang bertebaran di sekeliling kita? Apa kita bisa melihat gelombang radio? Kan tidak. Kenapa tidak dikatakan bahwa virus2, gelombang radio dll itu adanya di alam ghoib? Dan utk mengetahui adanya virus, gelombang radio dan sebagainya itu kita butuh ilmu pengetahuan yang menggunakan otak. Otak manusia itu utk mengelola alam dhohir. Dan yang utk mengelola alam bathin atau alam yang tidak tmpak hrs menggunakan otaknya bathin yakni “Hati”. Kembali ke persoalan jin tadi. Bahwa perlu kita ketahui, mns ketika mati ruhnya keluar dr jasad. Dan ruh manusia itu tadi masih punya ruh lagi. Jadi ada ruhul ruh atau ruhnya ruh. Jika ruh yang telah lepas dr jasad  tadi yang mana ruh itu sendiri juga masih punya ruh, akan berkumpul dengan para jin apabila ketika masih hidup di dunia bersekutu dengan jin. Di alam jin tentu dia akan dijadikan bulan2an oleh jin yang dulu pernah menolongnya. Dan jin itu juga ada yang taqwa dan ada yang murtad. Kalau jin yang taqwa itu tidak menyesatkan manusia. Tapi apapun dia sebaiknya kita tidak meminta bantuan kepada jin. Kalau dia ingin membantu kita itu hak dia sendiri. Yang penting kita tidak minta bantuan dia. Dan semua makhluk hidup itu butuh makan. Dan makanannya juga berasal dari yang bermateri. Contoh : Manusia makan nasi, kalau jin yang dimakan kukusnya nasi. Makanya orang membakar menyan yang dimakan ya kukusnya menyan yang terbakar itu tadi. Kalau ruhnya manusia kan butuh kukusnya do’a. Orang yang masih hidup kemudian berdo’a untuk ruhnya leluhur yang sudah wafat, jk do’anya tadi mustajabah maka kukusnya do’a tadi akan sampai kepada ruhnya leluhur yang dido’akan tadi. Kukusnya do’a itu berupa pancaran nurulloh (Nur Alloh) yang akan menjadi hidangan para ruh leluhur yang dido’akan. Jangan salah menafsirkan,. Yang dimksd hidangan disini jangan ditafsiri sama dengan kalau kita menyantap makanan. Contoh sederhananya demikian : Kita berjalan membawa bangkai ayam, tentu yang mengikuti kita adalah makhluk2 yang suka bangkai spt lalat, anjing, tikus dan sebagainya. Kalau kita berjalan membawa rumput yang mengikuti tentu sapi, kambing, kerbau dan binatang2 lainnya yang suka rumput. Kembali ke Jin Slamur yg tlh mendapat anugerah dr rajanya. Stlh memberi hadiah kepada jin2 yg dianggap berprestasi, raja jin juga meminta laporan2 dari para jin yg mewakili daerah kerjanya untuk dipertangungjawabkan kepada sang raja. Kalau laporannya memuaskan raja jin itu mk akan mendapat pujian dan bahkan anugerah. Tp kalau laporannya tdk bagus, mk akan kena damprat oleh raja jin tsb. Semua yg mewakili daerahnya yg hadlir disitu ditanyai satu persatu. Disaat acara tanya jawab oleh raja jin kepada peserta yg ikut rapat itu, tiba2 seluruh peserta yg hadlir disitu dikejutkan oleh kedatangan jin yg bernama Jin Kala Mimang dg membawa semacam gerobak berisi 40 manusia yg terdiri dari laki2 dan perempuan, tua muda campur jd satu. Jumlahnya ada 7 gerobak. Mengetahui ada yg baru menghadap Raja Jin langsung menegur : “Heh..heh..heh..tuyul makan bubur, sdh kumpul silahkan lapur, ada kabar apa ?” tanya raja jin Raja Brongos kpd jin yg baru datang itu. Kin yg ditanya langsung menjawab : “Blek..blek..blek..blekutuk..eh kok blekutuk. Mksd sy anu gusti.. ehm..” blm sempat merampungkan bicaranya sdh dipotong oleh tawa ngakak raja jin  “Ha.. ha.. ha…ha.. demit kalen sundhel bolong, awit biyen angel ngomong ha..ha..ha… Mimang..Mimang. Sudah..sudah tdk usah dilanjut. Ingsun sudah paham dengan dirimu. Ingsun lihat kamu membawa hasil rambanan banyak sekali, hasil panen di daerah mana Mang.. Mimang ?” pertanyaan dan tawa raja jin menghentikan apa yg akan disampaikan tadi. “Ough…ough.. ough.. uh..ehm.. blekuteg.. bleg..blekutuk.. ehm.. es..es… es…Segoro Kantil, Gusti.” Jwb Jin kala Mimang dg bahasa gagapnya. Memang jin yg satu ini pembawaannya lucu. Mungkin kalau di alam manusia akan laris jika dijadikan pelawak. Namun sebenarnya dia termasuk juga jin yg pandai membujuk atau membuat manusia tertipu olehnya. Sehingga manusia yg ditipu itu dg ikhlas menyerahkan diri sebagai kurbannya, sbgmn yg dibawa di dlm 7 gerobak itu. Adapun cara kerjanya yi per tama2 dia melihat daerah pantas yg utk dijadikan sasaran operasinya (kalau manusia :survey), Spt yg tlh disampaikan rajanya tadi yi Segoro Kantil (pesisir). Di daerah spt itu menurut analisa Jin Kala Mimang, banyak org yg dikuasai nafsu2 maksiyat spt : Tipis iman kpd Alloh, krn banyak org yg suka bersesaji, banyak org lupa bahwa jagad semesta yg besar ini adalah atas pengendalianNYA. Org lbh takut dan percaya dg adanya penguasa lautan yg tdk ada juntrungnya. Utk mempermudah hajatnya maka membuat sebutan : Sang penunggu lautan. Ada yg menyebut Nyai Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan dsb. Kalau kita mau melihat potret jagad raya yg terdiri dari banyak galaksi, bumi kita ini sebesar merica, dan laut selatan tadi seberapanya merica, lha kok kita takut pd penguasa spt itu (aplg itu hanya mithos). Sedang Dzat yang Menguasai Seluruh galaksi malah tdk ditakuti. Masya Aloh. Coba kita renungkan. Kembali kepada jin Kala Mimang. Stlh dia mengadakan penelitian kmd tahu mayoritas manusia yg tinggal disitu mempunyai banyak kelemahan dan pas utk dijadikan daerah operasinya dg cara kerjanya yg lihai mungkin dg menyusup ke dlm tubuh seseorang yg kosong jiwanya, kmd ngomong minta disediakan sesajen dll shg org yakin bhw itu adalah benar penguasa lautan. Mungkin juga dia menyusup ke tubuh seseorang dg meng aku2 sbg ruhnya seorang wali, dan org yg disusupi tsb menjadi sakti yg kebal peluru dan senjata tajam lainnya, kmd org yg disusupi td mempunyai banyak pengikut. Krn biasanya org itu kalau di iming2 dg ilmu kebal itu lebih tertarik jika dibanding di iming2 surga kalau mau menjadi org yg taqwa. Jin Kala Mimang juga bisa ber pura2 menjadi jin yg baik hati yg mau memberi nasihat kpd seseorang atau memberi barang berupa keris, batu dan barang2 keramat lainnya, shg banyak org terkecoh. Spt yg sering kita lihat di tontonan2 umum. Selain drpd itu Jin Kala Mimang juga menghembuskan kabar tentang adanya harta karun atau barang2 kramat dsb, shg org2 pada berlomba utk mendapatkan dg cara2 yg disadari atau tdk disadari, akan terpeleset ke jurang kemusyrikan/kesyirikan. Secara dhohir org yg sdh bersekutu dg Jin kala Mimang menipu dg pikiran yg tdk rasional sbg contoh : membuat banyak org yg terkecoh supaya kaya kmd mencari uang brazil, menyebar berita dg adanya bank ghoib, membuat org mencari merah delima dsb. Yg semua itu mengiming iming org akan menjadi kaya mendadak. Itu semua hasil kerja dari Jin kala Mimang yg kali ini bs mendapatkan kurban manusia sebanyak 7 gerobag utuk hasil kerjanya selama sewindu.. Dan hny org2 yg bersandar kpd Alloh sj yg tdk mdh terbujuk olehnya.

Tdk berapa lama kmd stlh kedatangan jin Kala Mimang yg diikuti oleh jin2 lain spt jin  Sengkolo Weling, Jin Kandang Bubrah, Jin Kalung Ulo (dilehernya ada ular melingkar) dan jenis2 jin lainnya yg semuanya membawa hasil buruannya yi manusia danjin yg datang belakangan adlh jin yg berjenis Banas Pati yg mana tubuhnya dikelilingi oleh api yg cara kerjanya hny mampu mencuri atau menguasai manusia yg hidupnya dikuasai nafsu ambisi yg sangat besar shg sdh lupa akan teman, saudara dan bahkan dg org tuanya sendiri yg tlh melahirkannya. Setelah seluruh undangan jin datang semua, barulah acara pesta makan2 bersama dimulai. Dimana disitu ada ber macam2 hidangan.yg diantaranya ada potongan tubuh manusia, hewa dll yg semuanya serba mentah. Ada juga menyan sekaran, dupa seribu sukma serta hidangan2 yg kalau manusia bs melihat akan merasa mual karena jijik. Suara riuh, gaduh dan hingar bingar terdengar tdk karuan karena ulah jin ketika pesta makan itu. Ada yg bersuara :” Kriuk2”,  ada yg bersuara : “Kriyak2” Ada yg bersuara : “Nyaehm2” dan juga ada suara jin yg kentut : “Brat.. bret.. brot.” Yg kalau didunia mns sangat jorok, tp bagi dunia jin itu justru sangat santun. Kalau tdk mau kentut dihadapan banyak jin malah dianggap tdk sopan. Krn dg mendengar suara kentut tsb akan menambah selera makan yg lain. Selain ada suara jin yg mengunyah makanan dan jin yg kentut, juga ada jin yg bersendawa : “ “Huweeeeek… glegeg.. glegeg,”  Semakin rakuslah para jin menikmati makanannya karn sdh kompit dg adanya yg bersendawa itu. Saat ada makanan yg menyelempit di gigi maka disonggek dg sebatang bambu, atau batang jambe dll. Itulah suasana pesta jin di acara temu windu yg saat itu berada di Gunung Merapi. Ketika salah satu jin ada yg memutar film ternyata filnya berisi kaya acara kita yi flora dan fauna. Tp kalau film flora dan fauna yg diputar jin itu yg dianggap binatangnya adalah manusia. Tampak pertunjukan acara ketika ada manusia yg saling terkam hny gara2  uang seketip. Ada juga perkelahian masal antar kelompok manusia, ada juga di film yg diputar jin itu seorang ibu yg tega membunuh bayi yg baru dilahirkannya. Dan jin2 yg melihat semuanya pada tertawa ter bahak2 krn dianggap lucu. Dan msh banyak tontonan kisah manusia yg lainnya yg kalau di dunia manusia film spt itu menimbulkan rasa iba dan rasa benci. Tp di dunia jin menjadi tontonan yg menghibur. Kebetulan dalam acara nonton film bareng2 itu ada anak jin yg baru berusia 100 th (kalau mns sdh peot) nampak mengeluarkan air liur seolah ingin mengremus daging manusia yg ada di TV Jin itu dimana disitu ada tontonan manusia sdg memutilasi manusia lainnya yg membuat para jin pada tertawa ter pingkal2. Kmd anak jin itu merajuk ke ibunya :  “ehmmm…hek..hek..embhooookkkk.. chyayyyyaaa pingin nggaglak icu... (mksdnya : Mak sy ingin makan itu) haorr..haoorrr..graghhhh.” rengek anak jin itu pada ibunya, yg jika direkam manusia suara anak jin itu persis mesin diesel yg mesinnya koklok. Mendengar suara rengekan anaknya, ibu anak jin itu yg bernama Growah Kencono, langsung menggendong anaknya sambil berkata : “Khruuukruuuweeek, ghae lhah ada banyak di meja, besok aja kalau sdh besar bisa cari sendiri..ih..ih.ih.”

Pembaca yg budiman, cerita ini ditulis untuk memberi gambaran keadaan Jagad Jin dan keadaan manusia ketika hidupnya menyembah atau suka meminta bantua jin, dan keadaan manusia yg meminta bantuan jin ketika sdh  mati. Oleh sebab itu marilah kita perkuat Tauhid kita dg cara sbb :

  1. Yakinlah atas Kuasa dan Kekuatan Alloh dg ibadah yg benar secara dhohir maupun bathin.
  2. Jangan mdh terjebak dg keanehan2 yg dipertunjukkan oleh jin secara langsung spt ada keris terbang, ada keris yg bs meminum darah dalam botol. Ada keris yg bisa meloncat atau berdiri tegak tanpa ada sandaran dsb maupun tdk langsung melalui seseorang yg kesurupan dll.
  3. Jangan mudah ditipu dg adanya harta karun yg ditunggui oleh jin yg utk dpt mengambil dengan memakai syarat2 yg menyesatkan. Kalau memang benar2 ada emas yg asalnya dari jin, maka tambang emas sdh tdk dibutuhkan lagi. Dan tdk bakal ada industri tambang emas, krn sdh disediakan oleh jin.
  4. Carilah ilmu yg haq yaitu ilmu yg diidho’i oleh Alloh atau ilmu yg Indalloh. Yi suatu ilmu yg bersumber dari Al Iman kmd mengamalkan ilmu tsb dg kesholehan. Dan jangan mencari ilmu yg diajarkan oleh jin yg membo2 menjadi ruhnya waliyyulloh yg merasuki tubuh seseorang.
  5. Ilmu yg haq itu ilmu yg tdk sembarang kita pamerkan dan kita pertontonkan kecuali itu utk menolong org yg benar2 membutuhkan. Dan ilmu yg haq itu juga ilmu yg dpt diibaratkan mrico jinimpit, digelar jagad tidak muat. Sinengker kebak wewaler.
  6. Jika sedang susah janganlah lengah, saat senang jangan berdendang jika tdk ingin tergoda oleh jin.

Demikian kisah cerita Seminar Syetan ini,  semoga bermanfaat dan apabila ada kesalahan tulis atau kesalahan lainnya itu suatu bukti ketololan penulis dan  itulah maka mohon utk dimaafkan.

TAMAT.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan